0%
logo header
Senin, 24 Agustus 2026 22:53

Dosen UNM Implementasikan Water Level Monitoring Berbasis IoT untuk Mitigasi Banjir di SMAN 22 Gowa

Rizal
Editor : Rizal
Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui kegiatan community service melaksanakan program pemberdayaan guru melalui implementasi teknologi Water Level Monitoring berbasis Internet of Things (IoT) di SMAN 22 Gowa. (Foto: Istimewa)
Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui kegiatan community service melaksanakan program pemberdayaan guru melalui implementasi teknologi Water Level Monitoring berbasis Internet of Things (IoT) di SMAN 22 Gowa. (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA – Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui kegiatan community service melaksanakan program pemberdayaan guru melalui implementasi teknologi Water Level Monitoring berbasis Internet of Things (IoT) di SMAN 22 Gowa.

Kegiatan ini mengintegrasikan pemanfaatan teknologi, pembelajaran Geografi, dan upaya mitigasi banjir di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Prof Dr Maddatuang dari Universitas Negeri Makassar dengan SMAN 22 Gowa sebagai mitra kegiatan.

Program ini dilatarbelakangi oleh permasalahan banjir yang terjadi di lingkungan sekolah setelah hujan dengan intensitas tinggi, keterbatasan sistem drainase, serta belum tersedianya sistem monitoring tinggi muka air yang dapat memberikan informasi kondisi air secara real-time.

Baca Juga : Hengkang atau Bertahan, Masa Depan Appi di Golkar Kini di Persimpangan Jalan

Selain sebagai persoalan lingkungan, kondisi banjir di sekolah dikembangkan menjadi bagian dari pembelajaran Geografi. Teknologi Water Level Monitoring digunakan untuk membantu guru dan siswa memahami hubungan antara curah hujan, limpasan permukaan (runoff), perubahan tinggi muka air, dan potensi banjir.

Dengan pendekatan tersebut, fenomena banjir di lingkungan sekolah dapat dipelajari berdasarkan data nyata sekaligus menjadi dasar untuk membangun kesadaran dan tindakan mitigasi.

Mengintegrasikan Teknologi dan Pembelajaran Geografi

Baca Juga : Program Stay & Play ala Aston Makassar, Tawarkan Paket Menginap Bonus Padel dan Kuliner

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan teknologi Water Level Monitoring yang terdiri atas beberapa komponen utama, antara lain sensor ultrasonic, mikrokontroler ESP32, modul komunikasi, display, data logger, waterproof box, dan tiang monitoring.

Sistem tersebut dirancang untuk memantau perubahan tinggi muka air dan menghasilkan data lingkungan yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran.

Pelatihan tidak hanya berfokus pada pengenalan perangkat. Guru juga diberikan pemahaman mengenai cara membaca dan menganalisis data monitoring.

Baca Juga : PLN Perkuat Koordinasi dengan Pemprov Sulsel untuk Percepat Pemulihan Sistem Kelistrikan Sulbagsel

Data tinggi muka air dapat dikaitkan dengan data curah hujan untuk menjelaskan proses hidrologi dan faktor yang mempengaruhi terjadinya banjir. Pendekatan ini menjadikan teknologi sebagai bagian dari proses pedagogis.

Guru dapat menggunakan data monitoring sebagai bahan pembelajaran pada materi hidrologi, banjir, lingkungan, dan mitigasi bencana. Dengan demikian, siswa tidak hanya mempelajari banjir melalui buku teks, tetapi dapat memahami fenomena berdasarkan kondisi lingkungan sekolah.

Banjir sebagai Sumber Belajar Sekaligus Dasar Mitigasi

Baca Juga : BI Sulsel Raih Dua Penghargaan di Ajang IABC Indonesia Awards

Program pengabdian ini memiliki karakteristik yang membedakannya dari kegiatan pengenalan teknologi pada umumnya. Banjir tidak hanya ditempatkan sebagai fenomena yang harus diatasi, tetapi juga sebagai objek pembelajaran dan sumber data untuk merancang tindakan mitigasi.

Data monitoring dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi perubahan tinggi muka air dan memahami kondisi lingkungan sekolah. Informasi tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan diskusi mengenai pengelolaan drainase, peningkatan area resapan, pembuatan biopori, serta pembangunan sumur resapan sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir.

Program juga menghasilkan Modul Pembelajaran Mitigasi Bencana Berbasis Water Level Monitoring yang diarahkan untuk mendukung keberlanjutan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran Geografi.

Baca Juga : BI Sulsel Raih Dua Penghargaan di Ajang IABC Indonesia Awards

Didukung Pendanaan PNBP UNM

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan dukungan pendanaan PNBP Universitas Negeri Makassar melalui skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) PNBP Pusat (Kompetitif). Proposal mencantumkan kegiatan untuk tahun pelaksanaan 2026 dengan mitra SMAN 22 Gowa.

Pelaksanaan program juga mendapat dukungan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar. Keterlibatan mitra meliputi penyediaan lokasi pemasangan perangkat monitoring, keikutsertaan guru dalam pelatihan dan pendampingan, dukungan terhadap pembelajaran berbasis data lingkungan, serta partisipasi dalam evaluasi program.

Baca Juga : BI Sulsel Raih Dua Penghargaan di Ajang IABC Indonesia Awards

Program ini diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan. Perangkat Water Level Monitoring dan modul yang dihasilkan dapat terus dimanfaatkan oleh SMAN 22 Gowa sebagai sarana pembelajaran Geografi sekaligus mendukung pemantauan dan pengelolaan risiko banjir di lingkungan sekolah.

Melalui kolaborasi antara UNM, LP2M UNM, dan SMAN 22 Gowa, kegiatan ini menunjukkan bahwa teknologi IoT dapat dikembangkan tidak hanya untuk kebutuhan monitoring, tetapi juga sebagai inovasi pendidikan yang menghubungkan data lingkungan, pembelajaran Geografi, dan mitigasi bencana secara berkelanjutan. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646