REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Kota Makassar mulai memasuki musim penghujan. Masyarakat pun melakukan berbagai upaya guna mencegah banjir sebagai salah satu masalah klasik yang terjadi setiap tahunnya.
Hal itu menjadi sorotan utama dalam kegiatan pengawasan dan monitoring penyelenggaraan APBD Provinsi Sulsel tahun anggaran 2024 yang digelar oleh Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Edward Wijaya Horas.
Kegiatan tersebut digelar di RM Golden Suki, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Jumat (22/11/2024). Hadir para warga dan tokoh masyarakat setempat serta undangan lainnya.
Baca Juga : Pansus DPRD Sulsel Gali Masukan Pemkot Parepare Terkait Ranperda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
Dalam pemaparannya, Edward Horas menjelaskan tujuan kegiatan pengawasan APBD tersebut dilaksanakan. Menurutnya, kegiatan ini diprogramkan secara rutin dalam renja DPRD Sulsel guna mengoptimalkan setiap penggunaan dana APBD Sulsel sehingga mesti dilakukan pengawasan secara berkesinambungan.
“Sangat diperlukan pengawasan maksimal agar apa yang menjadi harapan masyarakat dapat tercapai dan kualitas dari setiap kegiatan pembangunan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Edward Horas.
Menurut sekretaris Komisi A DPRD Sulsel itu, dengan tatap muka dan pemantauan secara langsung dirinya mendapatkan masukan dan informasi dari masyarakat. Hal ini sangat dibutuhkan agar setiap penggunaan APBD tepat sasaran.
Baca Juga : Pansus Pajak dan Retribusi Daerah DPRD Sulsel Kunjungi Samsat Bulukumba
“Jika ada anggaran APBD Provinsi Sulsel yang tidak tepat sasaran silahkan disampaikan. Inilah tujuan dari pengawasan ini,” tambah Edward Horas.
Warga yang hadir pun merespons hal itu dengan menekankan pentingnya perbaikan drainase demi mengantisipasi terjadinya banjir saat musim penghujan tiba.
Perbaikan drainase tersebut diharapkan dapat dilakukan secara menyeluruh di berbagai wilayah yang memang dikenal sebagai langganan banjir di Kota Makassar.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Jajaki Kerja Sama dengan PGK untuk Perkuat Pendidikan Demokrasi
“Ini tentu menjadi perhatian utama kita. Apalagi masalah banjir merupakan persoalan klasik yang harus segera diatasi dengan sinergi antara semua pihak yang terkait,” tutup Edward Horas. (*)
