0%
logo header
Kamis, 09 Juni 2022 01:52

Empat Guru SMA Negeri 1 Merauke Diangkat Jadi Kepala Sekolah

Asril Astian
Editor : Asril Astian
Penandatangan berita acara pada acara Lepas Sambut Kepala SMA Negeri 1 Merauke oleh Sergius Womsiwor dan Soleman Jambormias. (Istimewa)
Penandatangan berita acara pada acara Lepas Sambut Kepala SMA Negeri 1 Merauke oleh Sergius Womsiwor dan Soleman Jambormias. (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MERAUKE – Empat orang guru pengajar siswa SMA Negeri 1 (Smansa) Merauke diangkat menjadi kepala sekolah di empat SMA yang ada di Kabupaten Merauke. Selain empat guru, pejabat lama Kepala SMA Negeri 1 Sergius Womsiwor berpindah tugas menjadi Kepala SMA Negeri 1 Kurik. Sedangkan pejabat baru SMA Negeri 1 Merauke dijabat oleh Soleman Jambormias.

Keempat orang guru itu adalah Ringland Simanjuntak diangkat menjadi Kepala SMK Negeri 1 Tanah Miring, Muhammad Armin menjadi Kepala SMA Muhammadiyah, Abraham Angwarmase menjadi Kepala SMAK St. Don Bosco, Ernawati Sitompul menjadi Kepala SMKN Sota Kabupaten Merauke.

Keempat orang guru ini berpamitan pada acara Lepas Sambut Kepala SMA Negeri 1 Merauke dari pejabat lama Sergius Womsiwor kepada pejabat baru Soleman Jambormias yang berlangsung di Aula Maria Goretti Letsoin SMA Negeri 1 Merauke, Rabu (08/06/2022).

Baca Juga : Guru SMP di Merauke Dilatih Bahasa Inggris Mind Mapping

Dalam kesempatan itu, Sergius Womsiwor selaku pejabat baru SMA Negeri 1 Kurik menyampaikan terima kasih kepada para guru dan seluruh staf SMA Negeri 1 Merauke atas kerjasamanya selama dia mengabdi di tempat itu.

“Saya ada di sini saya sangat senang karena punya teman kerja yang luar biasa kompak dalam melaksanakan tugas pendidikan di SMA Negeri 1 yang menjadi barometer pendidikan di Kabupaten Merauke. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih,” ucap Sergius Womsiwor dalam sambutannya.

Sergius menyampaikan permohonan maaf jika dalam pelayanannya selama kurang lebih 2 tahun di SMA Negeri 1 Merauke terdapat kekhilafan baik dengan para guru maupun siswa-siswi. Menurutnya banyak pelajaran berharga yang dipetik selama mengemban tugas di sekolah itu untuk diterapkan di tempat tugas yang baru yakni di SMA Negeri 1 Kurik.

Baca Juga : THM Bar Nikita di Merauke Disegel Satpol PP

“Saya mohon maaf bilamana di dalam pelayanan saya kepada teman-teman guru dan anak-anak ada tutur kata, sikap atau tindak-tanduk kami yang kurang berkenan. Sekali lagi, atas nama pribadi dan keluarga saya menyampaikan permohonan maaf. Kepada adik Soleman saya titipkan siswa dan guru-guru untuk dibina secara baik dan melanjutkan tugas yang sudah saya lakukan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Merauke Soleman Jambormias memberikan apresiasi kepada Sergius Womsiwor atas dedikasi dan pelayanannya selama 2 tahun mengemban tugas sebagai kepala sekolah di tempat itu. Menurutnya tanggungjawab tugas di dunia pendidikan perkerjaan yang sangat mulia di mata Tuhan dan sesama manusia.

“Tuhan tidak pernah memberikan tanggung jawab di atas pundak orang, jika tanggung jawab itu tidak dikerjakan dengan baik. Terima kasih kepada Pak Sergius Womsiwor dan semua guru-guru senior, terima kasih kepada semua orang yang telah menanamkan dedikasi untuk sekolah ini menjadi sekolah yang hebat.

Baca Juga : Mayor Ckm Beni Arjihans Tewas di Tangan Anggotanya Sendiri, Begini Kronologinya

“Terima kasih pula kepada pejabat kepala sekolah pendahulu dan semua pihak yang telah mengangkat harkat dan martabat manusia Papua lewat SMA Negeri 1 Merauke. Saya adalah manusia pejuang bukan penikmat. Oleh sebab itu segala sesuatu dan apa yang telah ditanamkan, saya akan perjuangkan itu,” ungkapnya.

Selaku nahkoda baru di SMA Negeri 1 Merauke, Soleman Jambormias bertekad untuk lebih meningkatkan mutu pendidikan dan sekaligus mempertahankan prestasi yang sudah diraih oleh sekolah ini sebagai sekolah unggulan di Kabupaten Merauke.

“Kita berhenti dengan isu, kita berhenti dengan cerita hampa yang tidak ada artinya. Yang ada adalah kita buktikan dengan kerja keras kita masing-masing. Saya datang  melayani bukan dilayani, say hadir sebagai pelayan bukan tuan. Oleh sebab itu tidak ada bos dan anak buah, yang ada adalah teman kerja.

Baca Juga : Peletakan Batu Pertama Gedung Keuskupan Merauke oleh Kementerian PUPR

“Mari kita bekerja bukan karena tekanan, tetapi dalam sapa, salam dan persaudaraan kita. Semua yang telah dilakukan oleh Kaka Sergius saya akan pelajari itu dan melanjutkannya hal-hal yang kedepan. Anak-anak Papua harus kita didik dengan baik untuk suatu ketika mereka jadi tuan di negerinya sendiri. Mereka adalah generasi kita yang akan menerus tongkat estafet kepemimpinan kita,” ajaknya.

Penulis : Hendrik Resi
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646