0%
logo header
Senin, 05 Oktober 2026 22:06

Ewako Kapoposang BI Sulsel: Layanan Penukaran Uang Makin Dekat ke Warga Wilayah 3T Pangkep

Chaerani
Editor : Chaerani
Warga Desa Mattiro Ujung, Kecamatan Liukang Tupabbiring saat melakukan penukaran uang yang dilaksanakan BI Sulsel melalui program EWAKO KAPOPOSANG, beberapa waktu lalu. (Dok. Humas BI Sulsel)
Warga Desa Mattiro Ujung, Kecamatan Liukang Tupabbiring saat melakukan penukaran uang yang dilaksanakan BI Sulsel melalui program EWAKO KAPOPOSANG, beberapa waktu lalu. (Dok. Humas BI Sulsel)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, PANGKEP — Dalam menyiapkan akses layanan penukaran uang yang terjangkau, khususnya bagi masyarakat di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan menghadirkan program EWAKO KAPOPOSANG.

Berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pangkep, Program EWAKO KAPOPOSANG atau Edukasi, Wujudkan Bakti Sosial di Kepulauan & Optimalkan Rupiah di Pulau Kapoposang dipusatkan di Desa Mattiro Ujung, Kecamatan Liukang Tupabbiring.

Melalui program ini, warga Pulau Kapoposang memperoleh akses layanan penukaran uang tidak layak edar tanpa harus menempuh perjalanan ke wilayah lain untuk mendapatkan layanan perbankan. Pada kesempatan yang sama, warga dan siswa juga mendapatkan edukasi mengenai keaslian uang Rupiah serta penggunaan QRIS.

Baca Juga : Jelang Dilantik Zulhas, Pengurus DPW PAN Sulsel Temui Gubernur Andi Sudirman

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, Deputi Kepala Divisi KPwBI Sulsel, A. Yazid Niam, Kapolres Pangkep AKBP Aditya Pradana, unsur Forkopimda Kabupaten Pangkep, Camat Liukang Tupabbiring, Abdul Rahman, Kepala Desa Mattiro Ujung Hasanuddin, serta tokoh masyarakat Pulau Kapoposang.

Deputi Kepala Divisi KPwBI Sulsel, A. Yazid Niam mengungkapkan, EWAKO KAPOPOSANG merupakan program yang memadukan tiga kegiatan untuk mendekatkan layanan Bank Indonesia kepada masyarakat kepulauan di wilayah 3T sebagai wujud clean money policy. Pertama, layanan kas keliling untuk menarik uang Rupiah yang sudah tidak layak edar sekaligus menyediakan uang Rupiah yang layak bagi masyarakat. Kedua, edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah serta QRIS yang dibawakan oleh dua Duta Muda CBP Rupiah Sulawesi Selatan.

“Kegiatan edukasi tersebut menjangkau 150 warga serta 93 siswa SDN 12 Kapoposang dan SMP 13 Satap Pandangan. Edukasi juga diberikan kepada 130 warga bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pangkep,” ungkapnya, dalam keterangannya, kemarin.

Baca Juga : Lewat Duta LIK, OJK Sulselbar Libatkan Anak Muda Ajak Masyarakat Cerdas Kelola Keuangan

Selanjutnya, ketiga, bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat gratis bagi 79 warga, serta pembagian 150 paket sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat termasuk susu sebagai dukungan pemenuhan nutrisi untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Melalui edukasi tersebut, warga dan siswa tidak hanya belajar mengenali ciri keaslian Rupiah, tetapi juga memahami cara merawat dan memperlakukan uang dengan baik serta ketentuan penggantian uang yang rusak,” terangnya.

Tidak hanya itu, Duta Muda CBP Rupiah turut membekali warga dengan metode 5J dalam merawat uang (jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan dibasahi, dan jangan distaples), mengenalkan QRIS sebagai cara bertransaksi yang mudah, serta mengajak warga menggunakan Rupiah secara bijak, berbelanja produk dalam negeri, menabung, hingga berinvestasi.

Baca Juga : MUSDALUB DPD SP PLN UIP Sulawesi Perkuat Regenerasi dan Soliditas Serikat Pekerja

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pangkep atas sinergi yang selama ini terjalin baik sehingga kegiatan di Pulau Kapoposang dapat terlaksana.

Ke depan, KPwBI Sulsel akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan edukasi CBP Rupiah dan layanan kas secara bertahap ke berbagai wilayah 3T di Sulawesi Selatan, sesuai dengan kebutuhan dan prioritas layanan.

“Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap memperoleh akses terhadap Rupiah yang layak, memahami cara menjaga Rupiah, serta mengenal pilihan transaksi digital yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” kata A. Yazid.

Baca Juga : Kepala OJK Sulselbar: FIN Expo 2026 Diharap Tekan Gap Literasi dan Inklusi Keuangan di Sulsel

Sementara, Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau mengapresiasi inisiatif KPwBI Sulsel yang menunjukkan kepedulian kepada masyarakat di wilayah 3T khususnya kepulauan.

“Kegiatan ini membantu mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan dapat memicu instansi lain untuk mengunjungi pulau-pulau di Kabupaten Pangkep,” terangnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646