Gara-Gara Tidak Vaksin, 20 Orang Tenaga Alih PT PLN Soppeng Pertanyakan Nasibnya

  • Bagikan
Para Tenaga Ahli usai mengikuti Pertemuan di DPRD Soppeng, Senin (15/11/2021).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SOPPENG — Per tanggal 29 Oktober 2021 menganggur, sebanyak 20 orang tenaga Alih Daya PT. PLN Wilayah Lalabata Kabupaten Soppeng mendatangi kantor DPRD Kabupaten Soppeng, Senin (15/11/2021).

Didampingi LSM LAK-Ham Indonesia, para tenaga Alih Daya PT. PLN Soppeng diterima oleh Anggota DPRD Soppeng di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Soppeng dengan pimpinan rapat H.Kusman Aras dari Fraksi Golkar yang duduk di DPRD sebagai Wakil Ketua Komisi I DPRD Soppeng.

Adapun surat sebelumnya yang dikeluarkan PLN UIW Sulselbar yang sifatnya sangat segera dengan hal kewajiban Vaksinasi covid-19 yang isinya bahwa disampaikan kepada seluruh pimpinan perusahaan mitra kerja PT. PLN (Persero) Unit induk wilayah Sulselbar.

Pada point’ ke-2 bahwa seluruh tenaga Alih Daya PT PLN (Persero) Sulselbar wajib melaksanakan Vaksinasi covid-19, dan point’ 4 bahwa Tenaga Alih Daya (TAD) yang belum atau menolak melaksanakan Vaksinasi covid-19 akan kami kembalikan ke perusahaannya masing-masing dan tidak dapat lagi bekerja dilingkungan kerja PT. PLN  (Persero) unit induk wilayah Sulselbar.

Menanggapi hal tersebut, Ketua LAK-HAM Indonesia untuk Kabupaten Soppeng Arham berpendapat bahwa dimasa Pandemi covid-19 ini, PLN ULP Soppeng dan/atau PT.BIG seharusnya memberikan sosialisasi secara khusus kepada karyawan-karyawan Tenaga Alih Daya (TAD) yang ada agar mereka dapat memahami  efek dan manfaat vaksinasi, sehingga tidak berdampak secara psikologis terhadap karyawan jika Wajib menjadi sasaran Vaksin.

Lanjutnya bahwa demi perlindungan dan pemenuhan Hak Asasi setiap pekerja maka LAK-HAM Indonesia meminta agar PT.BIG menghindari terjadinya pemutusan kerja karyawan dan meminta kepada PT.PLN ULP Soppeng agar dapat mempekerjakan kembali karyawan-karyawan TAD tersebut karena telah bersedia menerima Vaksin.

Sementara, Wakil Ketua komisi I DPRD Kabupaten Soppeng Kusman Aras yang dimintai tanggapannya menyampaikan bahwa selaku anggota DPRD Kabupaten Soppeng berharap karyawan yang dimutasi agar tetap diakomodir kembali.

Ia beralasan bahwa karyawan tersebut belum mendapatkan vaksin dan sekarang sudah menyampaikan secara tertulis ke Dewan bahwa dirinya siap di vaksin.

“Dalam waktu dekat ada penyampaian karena yang hadir tadi cuman perwakilan,” ucap Kusman Aras.

“Kasihan, dia telah bekerja 10 sampai 25 tahun dan masa mau gara-gara begitu mau dipecat,” haru Kusman Aras dari Fraksi Golkar dapil Marioriwawo.

Diakhir katanya, Kusman Aras mengharapkan untuk diakomodir kembali karena pertimbangannya mereka-mereka punya keluarga dan punya anak. (Yusuf)

  • Bagikan