0%
logo header
Senin, 25 Juli 2022 22:46

Guru SMP di Merauke Dilatih Bahasa Inggris Mind Mapping

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Kegiatan Pelatihan Pembelajaran Kosa Kata Bahasa Inggris bagi Para Guru SMP di Merauke. (Foto Hendrik/republiknews.co.id)
Kegiatan Pelatihan Pembelajaran Kosa Kata Bahasa Inggris bagi Para Guru SMP di Merauke. (Foto Hendrik/republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MERAUKE — Para guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kota Merauke diberikan pelatihan pembelajaran kosa kata Bahasa Inggris untuk kembali diajarkan kepada para siswa bertempat di SMP Negeri 1 Merauke.

Pelatihan kosa kata Bahasa Inggris kepada para guru ini mendatangkan pemateri dari luar daerah yakni Dosen Bahasa Inggris FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta, Sri Kusuma Ningsih, M.Pd.

Ditemui wartawan, Pemateri Sri Kusuma Ningsih mengatakan pelatihan kosa kata Bahasa Inggris diberikan dengan metode mind mapping untuk memotivasi siswa belajar kosa kata.

Baca Juga : Paslon Bisa Ajukan Gugatan ke MK, Pasca KPU Papua Selatan Umumkan Penetapan Suara Pilgub 2024

Mind mapping adalah satu teknik menyusun kosa kata dengan menggunakan catatan yang tujuannya untuk membantu seseorang dalam menggunakan seluruh potensi otak agar bekerja secara optimal.

Metode mind mapping dilakukan hanya dengan menggabungkan kerja otak bagian kiri dan kanan, metode ini dipercaya mempermudah masuknya informasi ke dalam otak.

“Jadi pada saat ini saya mengajarkannya dengan metode mind mapping. Tujuannya untuk mengingatkan kembali guru-guru sebenarnya mind mapping yang mereka ajarkan kepada siswa sudah sesuai atau belum,” kata Sri.

Baca Juga : Partisipasi Pemilih Pilkada 2024 di Papua Selatan 78,12 Persen, Masih Tinggi Dibanding Nasional

“Di sini ternyata ada hal-hal yang mereka terlewatkan. Di sini saya berusaha mengingatkan kembali dan mereka juga mencoba buat mapping supaya nanti bisa diajarkan kepada para siswa,” tambah Sri.

Dia berharap setelah para guru mengikuti pelatihan ketika kembali ke sekolah bisa mengajarkan cara mapping yang benar sehingga siswa bisa tertarik untuk belajar Bahasa Inggris, menghafalkan kosa katanya.

“Pelatihan kosa kata Bahasa Inggris kepada para guru adalah bagian dari pengabdian masyarakat. Dan saya datang dari Jakarta untuk memberikan pelatihan yang menambah pengetahuan dan wawasan para guru bahwa mengajar Bahasa Inggris juga perlu dilakukan dengan metode yang bisa menarik minat siswa-siswi di sekolah untuk belajar,” terang Sri.

Baca Juga : KPU Papua Selatan Umumkan Pemenang Pilgub 2024, Safanpo-Imadawa Raih Suara Tertinggi

Dirinya menyebutkan selain pelatihan kosa kata Bahasa Inggris berupa mind mapping, para guru SMP di Kabupaten Merauke juga diberikan pelatihan Talk For Writing yang merupakan kelanjutan dari kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu dan DKI Jakarta.

Ketua Pelaksana Kegiatan Herri Mulyono,P.hD. mengaku pelatihan kosa kata Bahasa Inggris dengan metode mind mapping sangat berguna sebagai sarana pengembangan kualitas tenaga pendidik untuk masa yang akan datang agar pembelajaran kepada siswa bervariasi karena tuntutan kurikulum yang mengedepankan sistem diferensiasi.

“Kita harus melihat keunikan siswa. Oleh karena itu kita kembangkan antara otak kanan dan otak kiri siswa. Kebanyakan selama ini anak-anak utamakan otak kirinya sementara otak kanan bapak ibu guru selalu mengajarkan selalu mengutamakan otak kirinya. Sementara otak kanan yang enjoy dan pembelajaran yang sangat menyenangkan jarang kita kembangkan,” ujarnya.

Baca Juga : KPU Papua Selatan Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Perolehan Suara Pilgub 2024

“Padahal kehidupan mereka ini kan tidak melulu hitung menghitung saja Tetapi bagaimana implementasi di era sekarang ini dengan menggunakan musik, melukis yang menjadi bagian dari pada mengembangkan sikap anak-anak yang artistik, jiwa seni itu dikembangkan. Selama ini kita seakan meninakbobokan mereka,” tambah Mulyono.

Selain itu, lanjutnya, dengan pelatihan itu dapat memacu bapak ibu guru agar senantiasa mengembangkan diri dengan pembelajaran yang mengacu kepada teknologi dan informasi maka yang harus dimanfaatkan salah satunya adalah teknik pembelajaran yang lebih menarik yang membuat siswa tidak merasa bosan apabila mereka terlayani semua aspek baik secara faktual maupun imajinasi.

“Ini adalah bagian daripada imajinasi mereka dengan kesenangan mereka selalu punya harapan untuk untuk mimpi yang lebih indah tanpa ada stressing dari pihak manapun sehingga mereka bisa berkembang secara optimal,” tandasnya.

Penulis : Hendrik
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646