REPUBLIKNEWS.CO.ID, LUWU UTARA — Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengapresiasi Yayasan Save The Children Indonesia yang sejak dua tahun terakhir hingga saat ini membawa berbagai program ke Luwu Utara terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Beberapa program tersebut diantaranya Program perlindungan anak, Program kesehatan mulut dan gigi, dan Program perbendayaan perempuan.
” Terkait isu perempuan dan anak kita memang membutuhkan mitra, melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Kita semua berharap apa yang menjadi tujuan setiap program yang di bawa oleh Yayasan Save The Children Indonesia ke Luwu Utara ini bisa dicapai,” kata Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani saat membuka Pertemuan Kick Meeting program Grow Her dan Penandatanganan MOU program perlindungan dan kesejahteraan anak dan perempuan, di Aula Bappelitbagda Luwu Utara. Kamis (09/03/2022)
Baca Juga : Bupati Lutra Usul Intervensi Irigasi Teknis Untuk Ketahanan Pangan
Ibu dua anak itu menambahkan, isu pemberdayaan selalu menjadi isu utama, bahkan dalam organisasi perempua internasional, isu pemberdayaan perempuan dan anak masih pada posisi yang tertas. ” Isu perempuan dan anak ini memang tidak boleh berhenti,” tegas Indah.
Sejak tahun 2021 Yayasan Save The Children Indonesia telah menjalankan program perlindungan anak di sektor Kakao yang didukung oleh PT Mars Wrigley di Kabupaten Luwu Utara.
Tujuan dari program ini adalah mendorong berjalannya sistem perlindungan anak mulai dari tingkat Desa, hingga Kabupaten untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak, terlindunginya anak dari segala bentuk kekerasan termasuk perlindungan dari bentuk-bentuk pekerjaan yang membahayakan fisik dan mental anak, khususnya di sektor perkebunan Kakao.
Baca Juga : HUT Ke-25 DWP Peringati Hari Ibu, Indah Putri Indriani : Momentum Menghargai Kehadiran Perempuan
” Langkah-langkah sederhana nan mulia ini tentu saja tidak hanya cukup dirawat, namun juga harus didukung dari sisi kebijakan, peningkatan kapasitas, serta penganggaran,” jelas Indah.
Terkait hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara hadir melalui beragam kebijakan yang telah dikeluarkan, seperti Surat edaran bupati tentang pembentukan PATBM di desa-desa, surat edaran bupati tentang Pengembangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Aanak (DRPPA), serta kebijakan lainnya dari perangkat daerah terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak.
” Kami yakin, jika kepedulian dan aksi nyata terhadap persoalan perempuan dan anak kian meningkat dan membaik mulai dari tingkat desa, maka dengan pengasuhan, menyuarakan kepentingan anak dalam perencanaan pembangunan desa, hingga penanganan kasus- kasus kekerasan perempuan dan anak di tingkat desa, merupakan aksi nyata para penggerak PATBM yang tidak hanya menyediakan dukungan dan lingkungan yang terbaik untuk anak, namun juga akan berkontribusi terhadap pemcapaian SDG’s desa,” tutup bupati perempuan pertama di Sulsel Itu. (*)
