REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim bahwa kinerja jasa keuangan di sektor Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) tumbuh dengan positif.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga PVML OJK, Agusman mengatakan, di sektor PVML, piutang pembiayaan pada Perusahaan Pembiayaan (PP) tumbuh sebesar 0,61 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Dari pertumbuhan di periode Desember 2025 mencatatkan piutang pembiayaan mencapai Rp506,50 triliun.
“Piutang pembiayaan di industri ini didukung pembiayaan modal kerja yang meningkat sebesar 10,06 persen secara yoy,” katanya, dalam keterangan resminya, kemarin.
Baca Juga : SUTT 150 kV Marisa–Moutong Lintasi Cagar Alam Panua, PLN UIP Sulawesi Pastikan Pelindungan Ekosistem
Adapun pada profil risiko Perusahaan Pembiayaan (PP) terjaga dengan rasio Non Performing Financing (NPF) gross tercatat sebesar 2,51 persen dan NPF net sebesar 0,77 persen. Kemudian, pada kondisi Gearing ratio PP naik menjadi sebesar 2,18 kali, dan berada di bawah batas maksimum sebesar 10 kali.
Selanjutnya, dari sisi pertumbuhan pembiayaan, kinerja modal ventura di Desember 2025 tumbuh sebesar 0,81 persen yoy dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp15,97 triliun. Sementara, pada industri pergadaian, penyaluran pembiayaan pada Desember 2025 tumbuh sebesar 48,06 persen yoy menjadi Rp130,37 triliun dengan tingkat risiko kredit yang terjaga.
“Pembiayaan terbesar industri pergadaian disalurkan dalam bentuk produk Gadai, yaitu sebesar Rp118,73 triliun atau 91,11 persen dari total pembiayaan yang disalurkan industri pergadaian,” jelasnya.
Baca Juga : Prof Hasnawi Haris Terpilih Sebagai Anggota Formatur PB IPSI Periode 2026-2030
Adapun di sektor pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh perusahaan pembiayaan melalui informasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) tercatat meningkat sebesar 75,05 persen secara yoy atau menjadi Rp11,94 triliun dengan NPF gross sebesar 2,73 persen.
