0%
logo header
Senin, 22 Juni 2026 19:49

Ketua Kadin Bulukumba Dorong Kebijakan Pro Peternak: Stabilitas Harga dan Pakan Jadi Kunci

Arnas Amdas
Editor : Arnas Amdas
Syahruni Haris, Ketua Kadin Bulukumba. [IST]
Syahruni Haris, Ketua Kadin Bulukumba. [IST]

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BULUKUMBA — Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bulukumba, Syahruni Haris, mendorong pemerintah untuk memperkuat perlindungan terhadap pelaku usaha peternakan, khususnya peternak ayam petelur dan ayam pedaging yang selama ini kerap menghadapi ketidakpastian harga pasar serta tingginya biaya produksi.

Menurut Syahruni, sektor peternakan merupakan salah satu penopang penting ketahanan pangan sekaligus sumber penghidupan ribuan masyarakat. Namun di sisi lain, para peternak masih sering berada pada posisi yang rentan akibat fluktuasi harga yang sulit diprediksi.

Ia menilai pemerintah perlu hadir lebih aktif melalui pengawasan pasar, pengendalian rantai distribusi, serta kebijakan yang berpihak kepada peternak agar usaha mereka dapat berkembang secara berkelanjutan.

Baca Juga : Digerebek Polisi, Pelaku Sabung Ayam di Bulukumba Kabur Tinggalkan Motor dan Ayam Aduan

“Peternak kita tidak boleh hanya dibutuhkan saat pasokan pangan diperlukan. Negara harus hadir memberikan perlindungan ketika mereka menghadapi tekanan harga maupun kenaikan biaya produksi. Jangan sampai peternak panen, tetapi justru mengalami kerugian karena harga jual jatuh di bawah biaya produksi,” kata Syahruni Haris kepada wartawan, Senin (22/06/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya dialami peternak besar yang bermitra dengan perusahaan integrator, tetapi juga peternak mandiri yang mengelola usaha secara swadaya.

Syahruni menjelaskan bahwa salah satu persoalan utama yang selama ini dikeluhkan peternak adalah tingginya biaya pakan yang menyumbang sebagian besar biaya produksi usaha peternakan.

Baca Juga : Polres Bulukumba Kirim Pesan Toleransi Lewat Aksi Bersih-Bersih Masjid dan Gereja

Selain pakan, harga bibit ayam atau day old chick (DOC), vitamin, obat-obatan, hingga biaya operasional kandang juga sering mengalami kenaikan yang tidak sebanding dengan harga jual hasil ternak di tingkat peternak.

Berdasarkan berbagai laporan organisasi peternak nasional, biaya pakan dapat menyumbang lebih dari 60 persen total biaya produksi usaha ayam pedaging. Ketika harga pakan naik dan harga ayam hidup turun, peternak menjadi pihak yang paling terdampak. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah peternak ayam broiler di Indonesia dilaporkan mengalami kerugian karena harga jual ayam hidup berada di bawah harga pokok produksi.

“Sering kali harga pakan naik lebih cepat dibanding kenaikan harga jual ayam atau telur. Ketika panen tiba, harga justru turun. Situasi seperti ini tentu sangat berat bagi peternak karena margin usaha mereka semakin tertekan,” ujar Wakil Ketua DPRD Bulukumba ini juga.

Baca Juga : Dilantik Pimpin Kadin Bulukumba, Syahruni Haris Ajak Media dan Konten Kreator Jadi Motor Ekonomi Daerah

Ia menilai pemerintah perlu membangun sistem pengawasan yang lebih kuat terhadap tata niaga perunggasan nasional agar tidak terjadi ketimpangan yang merugikan peternak rakyat.

Selain itu, Syahruni juga mendorong adanya mekanisme stabilisasi harga yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan peternak dan konsumen.

Menurutnya, ketika harga di tingkat peternak jatuh terlalu rendah sementara harga di tingkat konsumen tetap tinggi, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap rantai distribusi dan mekanisme pasar.

Baca Juga : Satlantas Polres Bulukumba Edukasi Keselamatan Berkendara dan Salurkan Sembako Lewat Program Jumat Berkah

“Kalau peternak menjual murah tetapi masyarakat membeli dengan harga yang tetap tinggi, berarti ada mata rantai yang harus dibenahi. Pemerintah perlu memastikan bahwa keuntungan usaha tidak hanya dinikmati oleh pihak tertentu, sementara peternak sebagai produsen justru merugi,” katanya.

Syahruni menambahkan, Bulukumba memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor peternakan. Selain didukung ketersediaan lahan dan sumber daya manusia, kebutuhan pasar terhadap daging ayam dan telur juga terus meningkat dari tahun ke tahun.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dapat memperkuat program pembinaan, akses permodalan, pendampingan usaha, serta perlindungan harga bagi peternak lokal.

Baca Juga : Satlantas Polres Bulukumba Edukasi Keselamatan Berkendara dan Salurkan Sembako Lewat Program Jumat Berkah

Secara tidak langsung, Syahruni menilai keberlangsungan usaha peternakan tidak hanya berkaitan dengan kepentingan ekonomi pelaku usaha, tetapi juga menyangkut stabilitas pasokan pangan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin peternak Bulukumba tumbuh kuat, mandiri, dan berdaya saing. Kalau peternak sehat, produksi terjaga. Kalau produksi terjaga, ketahanan pangan daerah juga akan semakin kuat. Karena itu kebijakan yang pro peternak harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat duduk bersama mencari solusi yang berkelanjutan agar sektor peternakan, baik ayam petelur maupun ayam pedaging, dapat berkembang lebih sehat dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646