REPUBLIKNEWS.CO.ID, DEPOK — PT PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi bergerak cepat melakukan pemulihan, khususnya untuk kebutuhan listrik pascagempa yang terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, (15/08/2026) pagi kemarin.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan, begitu gempa terjadi, petugas PLN langsung diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan terhadap infrastruktur kelistrikan yang terdampak.
“Tim PLN langsung bergerak. Tidak menunggu. Apa yang bisa langsung diperbaiki, baik gardu induk, jaringan distribusi, maupun fasilitas lainnya, langsung kami kerjakan. Pemulihan terus kami kejar,” ujarnya, dalam keterangan resminya.
Baca Juga : Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Dengan kesigapan petugas PLN yang melakukan penanganan pasca gempa, pihaknya berhasil menormalkan operasional sejumlah infrastruktur ketenagalistrikan.
“Alhamdulillah, sore tadi 11 gardu induk yang terdampak sudah kembali bertegangan, selanjutnya proses penormalan dilakukan secara bertahap hingga ke pelanggan,” ujar Darmawan.
Dalam proses pemulihan tersebut, PLN berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri. Sejumlah lokasi masih menghadapi kendala akses akibat kondisi pascagempa, namun PLN mengupayakan pemulihan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat.
Baca Juga : Sudah 14 Kecamatan Dijelajahi, DLH Makassar Perkuat Gerakan Makassar Bebas Sampah
“Kami tentunya akan terus berkoordinasi hingga kondisi listrik di NTT, utamanya yang menjadi titik-titik gempa itu betul-betul maksimal,” tegasnya.
Sebelumnya, wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), diguncang gempa bumi tektonik dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,7. BMKG sempat menyalakan Peringatan Dini Tsunami sebelum akhirnya resmi mengakhirinya pada pukul 07.30 WIB di hari yang sama.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa dangkal berkedalaman 15 kilometer ini berpusat di laut, tepatnya 30 km arah timur laut Nagekeo, NTT (8,41° LS; 121,39° BT).
Baca Juga : Hadirkan AI Technology Center, Kolaborasi Indosat, NVIDIA, dan UGM Perkuat Pendidikan Riset
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Kemudian, hingga saat ini berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban dalam bencana gempa di NTT sebanyak 53 orang meninggal dunia.
Dimana masing-masing, di Kabupaten Manggarai Barat, satu jiwa. Kabupaten Manggarai Timur 20 jiwa, Kabupaten Manggarai terdapat 25 jiwa, Nagekeo 1 jiwa, Sikka 4 jiwa, dan Ende 2 jiwa.
Baca Juga : SD Islam Athirah Bukit Baruga Makassar Menangkan DANCOW Indonesia Cerdas Season 2
Adapun untuk jumlah korban terluka tercatat sebanyak 135 jiwa terluka, baik itu luka ringan dan berat. Untuk pembagiannya terdiri dari korban terluka di Sikka sebanyak 12 jiwa, Manggarai 17 jiwa luka berat, 20 jiwa luka ringan, Manggarai Timur 21 jiwa luka berat, 109 jiwa luka ringan, dan Manggarai Barat 6 jiwa luka berat.
