0%
logo header
Selasa, 26 Mei 2020 18:56

Ini Manfaat Puasa Sunah Syawal Menurut Pakar Kesehatan

Pakar Kesehatan Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Hasbullah.
Pakar Kesehatan Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Hasbullah.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Setelah merayakan Idul Fitri 1441 Hijriah, di bulan Syawal umat muslim disunahkan melaksanakan ibadah Puasa Syawal. Sunah Puasa Syawal dikerjakan selama 6 hari.

Hari ini tepat 2 Syawal 1441 Hijriah, umat muslim sudah dapat melaksanakan puasa Sunah Syawal yang sama nilainya berpuasa selama 1 tahun. Sama seperti hadis riwayat Muslim yang artinya ‘Barang siapa berpuasa penuh di bulan ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan syawal, maka pahalanya seperti berpuasa selama satu tahun’ (HR Muslim).

Prof. Hasbullah selaku pakar kesehatan mengatakan, menjalankan ibadah puasa baik puasa di bulan suci ramadhan, puasa syawal, puasa senin kamis dan puasa-puasa sunah lainnya, nyatanya mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Tidak hanya kesehatan fisik namun juga psikologis. 

Baca Juga : Penilaian Berbasis IYB Jadikan Bone Role Model Tata Kelola Perkebunan Berkelanjutan

“Secara umum puasa akan meningkatkan daya tahan tubuh kesehatan kita, karena dengan puasa badan kita dilatih misalnya untuk mengendalikan penggunaan gula darah, sehingga kita tidak mempunyai kadar gula daya tinggi karena makan kita terbatas, kita juga bisa terhindar penyakit maag karena makan kita lebih teratur baik,” ucap dosen Universitas Indonesia itu, pada Selasa (26/05/2020).

Lebih jauh kata dia, bulan syawal menjadi bulan yang tepat untuk melaksanakan ibadah puasa sunah selama 6 hari pasalnya dari segi kesehatan psikologis seseorang mampu menahan nafsu makan dikarenakan banyaknya makanan setelah hari raya seperti daging dan ayam serta dapat menahan lapar dan haus pada siang hari.

“Bulan Syawal khususnya mempunyai makna penting karena biasanya habis lebaran kita memiliki makanan berlimpah banyak daging karena itu dianggap makanan mewah, maka kalau kita tidak berpuasa bisa jadi kita makan terlalu banyak, kan itu tidak sehat kadar kolesterol naik,” terangnya.

Baca Juga : OJK Beri Kepastian Hukum dan Pelindungan Bagi Nasabah Dana Pensiun

“Oleh karena itu puasa Syawal mempunyai makna kesehatan fisik sekaligus juga kesehatan psikologis karena kita mampu mengendalikan makan dan minum di siang hari,” tutup Prof. Dr. dr. Hasbullah. (Thamzil)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646