0%
logo header
Rabu, 23 September 2026 09:23

Inovasi Tiada Henti

Chaerani
Editor : Chaerani
Direktur Sekolah Islam Athirah Makassar, Syamril. (Dok. Humas Sekolah Islam Athirah Makassar)
Direktur Sekolah Islam Athirah Makassar, Syamril. (Dok. Humas Sekolah Islam Athirah Makassar)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Oleh: Direktur Sekolah Islam Athirah Makassar, Syamril.

Mengunjungi perusahaan Huawei di hari Senin 21 September 2026 sungguh sangat berkesan. Kantor pusat di Shenzhen. Berada di area perkantoran dengan luas sekitar 200 hektar dengan 11 unit kerja. Area pertama yang didatangi yaitu museum Von Neumann. Mengambil nama ilmuwan AS yang dikenal sebagai Bapak Komputer Dunia. Bentuk penghargaan kepada ilmuwan yang berkontribusi besar pada teknologi masa kini.

Perusahaan yang berdiri pada tahun 1984 ini memang sangat menghargai ilmu pengetahuan. Hal ini dibuktikan dari persentase karyawan mereka yang bekerja di bagian Research and Development. Tercatat 53.7% karyawan atau 114 ribu orang yang bekerja di bagian R&D. Maka wajar saja setiap tahun memiliki ribuan temuan dan inovasi. Hingga akhir 2025 memiliki 165 ribu hak paten aktif.

Baca Juga : Konsolidasi Jalan Terus, Mardiono Tegaskan PPP Tak Risau Wacana Parliamentary Threshold

Kami sempat berkeliling ke R & D Area dari Huawei. Untuk mengelilinginya disiapkan kereta panoramix dan butuh waktu sekitar 30 menit. Di area tersebut terdapat 25 ribu karyawan. Suasana hijau, tenang dan nuansa bangunan ala Eropa. Tidak terlihat keramaian karyawan karena mereka semua sibuk di ruang kerja masing-masing melakukan riset dan pengembangan.

Di area tersebut juga terdapat training center dan perpustakaan besar. Koleksinya buku buku dari hampir seluruh negara di dunia dalam berbagai bahasa. Juga berbagai tema buku. Sains, sejarah, teknologi dan sosial. Seolah-olah merangkum semua warisan ilmu di dunia sepanjang sejarah. China sebagai pelanjut peradaban modern. Teknologi yang mereka kembangkan sekarang tidak lepas dari ilmu pengetahuan masa lalu.

Sebagai perusahaan teknologi, inovasi menjadi budaya. Setiap tahun ada motto yang menjadi penyemangat. Tahun ini mottonya “try everything”. Maksudnya coba segala sesuatu. Berani mencoba hal baru. Jika atasan memberi tugas, ” don’t say no”. Bukan berarti otoriter. Tapi coba dulu minimal tiga kali. Jangan langsung menyerah. Jangan langsung mengatakan tidak bisa. Segala penemuan awalnya dipandang tidak mungkin.

Baca Juga : Tak Gentar, PPP Sulsel Nilai Isu Parliamentary Threshold 5 Persen Baru Sekadar Cek Ombak

Maka wajar saja inovasi tiada henti pun terjadi. Huawei bisa mengembangkan bisnis end to end pada bidang computing, data communications, optical network, dan storages. Sekarang juga masuk ke bidang energi terbarukan khususnya solat cell. Juga mobil listrik atau electrical vehicles. Produk mobil listrik juga diproduksi. Sebelumnya hand phone, tower, dan produk lainnya di bidang komunikasi.

Perkembangan yang luar biasa ini membuat AS ketar ketir. Sejak beberapa tahun lalu produk Huawei dilarang masuk AS. Tapi mereka tidak berkecil hati. Pasar dalam negeri China saja sangat besar. Belum lagi pasar dunia di luar AS. Kerja sama dengan negara lain juga terus berjalan termasuk dalam bidang R&D. Salah satunya dengan Rusia yang kuat di bidang Matematika.

Ternyata embargo dari AS menjadi salah satu faktor kemajuan teknologi di China. Berhubung tidak bisa menggunakan produk AS seperti WA, YouTube, IG dan lainnya. Memaksa mereka harus belajar keras agar bisa mandiri dan membuat sendiri aplikasi sejenis di atas. Mereka pun punya data center sendiri tidak bergantung pada AS. Bahkan bisa mengembangkan teknologi melebihi AS.

Baca Juga : Aktif Kawal Kebijakan, Kadir Halid Masuk 10 Besar Legislator Golkar Tervokal se-Indonesia

Shenzhen, 22 September 2026

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646