0%
logo header
Rabu, 01 April 2026 23:05

Intervensi Zero Dose Imunisasi di Gowa Lewat Validasi Data dan Kolaborasi

Chaerani
Editor : Chaerani
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang saat menghadiri Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Nasional Tingkat Kabupaten Gowa, di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Rabu (01/04/2026). (Dok. Humas Gowa)
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang saat menghadiri Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Nasional Tingkat Kabupaten Gowa, di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Rabu (01/04/2026). (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Dalam mewujudkan penurunan anak zero dose imunisasi, Pemerintah Kabupaten Gowa memperkuat intervensi melalui validasi data, integrasi layanan, dan kolaborasi lintas sektor.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menekankan pentingnya pemutakhiran data sasaran, perluasan jangkauan layanan imunisasi, serta optimalisasi peran puskesmas dan posyandu sebagai titik layanan terdepan. Pendekatan jemput bola menjadi prioritas untuk menjangkau kelompok rentan di wilayah dengan akses terbatas.

“Intervensi penurunan zero dose harus dimulai dari validitas data. Tanpa basis data yang presisi, kebijakan tidak akan tepat sasaran,” ujarnya, saat menghadiri Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Nasional Tingkat Kabupaten Gowa, di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Rabu (01/04/2026).

Baca Juga : Hadirkan AI Technology Center, Kolaborasi Indosat, NVIDIA, dan UGM Perkuat Pendidikan Riset

Ia juga mendorong penguatan peran kecamatan, desa, dan kelurahan dalam fungsi monitoring wilayah. Dukungan kader posyandu dan PKK diposisikan sebagai penggerak perubahan perilaku masyarakat melalui edukasi yang kontekstual dan berkelanjutan.

“Layanan tidak boleh bersifat pasif. Puskesmas dan tenaga kesehatan perlu mengubah pola kerja menjadi proaktif dengan menjangkau langsung sasaran di lapangan,” lanjutnya.

Dalam konteks pembangunan sumber daya manusia (SDM), penanganan zero dose dipandang sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menekan risiko penyakit menular dan gangguan tumbuh kembang anak. Sinergi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama juga diperkuat untuk memastikan akurasi informasi publik terkait imunisasi.

Baca Juga : SD Islam Athirah Bukit Baruga Makassar Menangkan DANCOW Indonesia Cerdas Season 2

“Penurunan zero dose adalah kerja sistemik. Dibutuhkan koordinasi lintas sektor yang konsisten agar capaian kesehatan anak dapat meningkat secara terukur,” kata Bupati Gowa.

Sementara, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, mengingatkan masyarakat untuk tidak terpengaruh informasi yang tidak valid terkait vaksin serta mendorong konsolidasi seluruh elemen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam mencapai target yang telah ditetapkan.

“Masyarakat tidak perlu ragu terhadap vaksin. Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak benar. Kita butuh kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah agar target intervensi ini bisa tercapai sesuai rencana,” tegasnya.

Baca Juga : Mitigasi Risiko Kekeringan dan Kebakaran di Makassar, PLN Hadirkan Desa Siaga Bencana

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Gowa, Abdul Haris Usman, menegaskan bahwa intervensi penurunan zero dose dijalankan dengan target terukur dan penjadwalan yang ketat. Ia juga menyebutkan, bahwa total sasaran mencapai 5.787 anak, dengan target intervensi awal 50 persen atau sekitar 2.894 anak.

“Target kita 5.787 anak, dengan capaian awal 50 persen atau sekitar 2.894 anak dalam dua minggu. Pelaksanaan dimulai hari ini sampai 7 April, kemudian masuk tahap monitoring nasional pada 7 sampai 9 April,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan utama masih pada persepsi sebagian orang tua terhadap imunisasi, sehingga pendekatan edukasi berbasis kolaborasi lintas sektor terus diperkuat. Penjangkauan dilakukan secara aktif hingga ke wilayah sulit akses dengan melibatkan camat, pemerintah desa dan kelurahan, puskesmas, serta kader PKK, guna memastikan seluruh sasaran by name by address dapat ditemukan dan dilayani secara efektif.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646