0%
logo header
Jumat, 07 Agustus 2026 09:48

Investor Baru Pasar Modal Nasional Tumbuh Positif, Catat Peningkatan 1,10 Juta

Chaerani
Editor : Chaerani
Ilustrasi kinerja pasar modal. (Dok. Int)
Ilustrasi kinerja pasar modal. (Dok. Int)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Penguatan ekosistem di industri pasar modal menunjukkan tren positif secara nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat adanya tren peningkatan di industri tersebut melalui pertumbuhan jumlah investor baru.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan bahwa jumlah investor di pasar modal dalam negeri terus menunjukkan tren peningkatan. Dimana, hingga Juli 2026 mencatat penambahan sebanyak 1,10 juta investor baru.

“Kami melihat ada penambahan sekitar 1 juta investor baru pada Juli 2026 secara month to month (mtm),” katanya, dalam keterangan resminya, kemarin.

Baca Juga : Didik Pemilih Pemula, KPU Soppeng Dampingi Pelaksanaan Pilketos SMAN 4 Soppeng

Dengan perkembangan tersebut, secara year to date (ytd) jumlah investor di pasar modal pun tumbuh 47,63 persen menjadi 30,06 juta investor.

“Peningkatan investor baru ini tentunya tidak terlepas dari inisiatif-inisiatif pendalaman pasar yang konsisten dilakukan oleh OJK, Self-Regulatory Organizations (SRO), dan para pelaku usaha untuk memperkuat ekosistem digital di industri pasar modal,” terangnya.

Hasan menambahkan, sementara pada kondisi kinerja pasar saham domestik menunjukkan arah penguatan pada Juli 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.236,13, mengalami penguatan 10,51 persen secara mtm, namun masih terkoreksi 27,88 persen secara ytd.

Baca Juga : Konsolidasi Jalan Terus, Mardiono Tegaskan PPP Tak Risau Wacana Parliamentary Threshold

Adapun resiliensi dan likuiditas pasar modal dalam negeri secara umum tetap terjaga dengan baik.
Tekanan jual oleh investor asing di pasar saham domestik mereda pada Juli 2026, di mana tercatat adanya net buy investor asing senilai Rp1,62 triliun. Dari sisi likuiditas, rata-rata bid-ask spread di pasar saham domestik menyempit ke level 1,33 persen sejalan dengan arah recovery pergerakan pasar di bulan Juli 2026.

“Sementara itu, Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) pada bulan Juli 2026 di pasar saham tercatat sebesar Rp14,31 triliun,” jelasnya.

Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada akhir Juli 2026 ditutup pada level 430,46, naik 0,14 persen mtm dan terkoreksi 2,35 persen ytd. Adapun yield Surat Berharga Negara (SBN) pada periode yang sama secara rata-rata mengalami kenaikan sebesar 6,15 bps mtm atau 102,37 bps ytd, dipengaruhi oleh dinamika persepsi risiko akibat ketidakpastian global.

Baca Juga : Tak Gentar, PPP Sulsel Nilai Isu Parliamentary Threshold 5 Persen Baru Sekadar Cek Ombak

Meskipun pasar obligasi bergerak dinamis, minat investor asing terhadap SBN tetap positif, tercermin dari net buy sebesar Rp6,39 triliun secara mtd per 29 Juli 2026. Sementara itu, pasar obligasi korporasi pada bulan laporan mencatatkan net sell tipis sebesar Rp0,26 triliun mtm.

Sejalan dengan pergerakan pasar, kinerja industri pengelolaan investasi tetap terjaga baik di bulan laporan. Nilai Asset Under Management (AUM) per 30 Juli 2026 mencapai Rp1.025,12 triliun, meningkat 2,08 persen mtd atau termoderasi 1,69 persen ytd. Adapun Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana tercatat sebesar Rp663,26 triliun, naik 1,59 persen mtd atau termoderasi 1,79 persen ytd.

“Investor Reksa Dana membukukan net subscription sebesar Rp3,43 triliun secara mtd, sedangkan secara ytd tercatat net subscription sebesar Rp1,29 triliun,” jelas Hasan.

Baca Juga : Aktif Kawal Kebijakan, Kadir Halid Masuk 10 Besar Legislator Golkar Tervokal se-Indonesia

Penghimpunan dana oleh korporasi domestik di pasar modal domestik terpantau tetap kuat. Hingga akhir Juli 2026 (ytd), nilai fundraising oleh korporasi di pasar modal telah mencapai Rp121,96 triliun, terdiri dari 7 Penawaran Umum Saham Perdana (IPO), 12 Penawaran Umum Terbatas (PUT), 9 Penawaran Umum Efek Bersifat Utang atau Sukuk (EBUS), dan 105 Penawaran Umum Berkelanjutan EBUS. Sementara pada pipeline, terdapat 15 rencana Penawaran Umum dengan nilai indikatif Rp11,88 triliun.

Di pasar keuangan derivatif, sejak 10 Januari 2025 hingga 31 Juli 2026, terdapat 113 pihak yang telah memperoleh persetujuan prinsip dari OJK. Volume transaksi tercatat sebanyak 63.171 lot pada Juli 2026 (mtm), sehingga secara agregat selama Januari-Juli 2026 (ytd) telah mencapai 297.853 lot.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646