REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Pelaksanaan Indonesia Sharia Forum Olympiad (ISFO) yang rutin dilaksanakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setiap tahunnya menjadi bentuk komitmen dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Dimana, dengan mendorong peningkatan pemahaman dan kesadaran generasi muda terhadap prinsip, produk, dan layanan keuangan syariah.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono mengungkapkan, ISFO 2026 menjadi wadah pembelajaran, kompetisi, dan pengembangan kapasitas generasi muda di bidang keuangan syariah. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program edukasi yang interaktif dan relevan dengan karakteristik generasi muda, salah satunya melalui penyelenggaraan
“Melalui lomba cerdas cermat keuangan syariah, para peserta mengasah pengetahuan dan pemahaman mereka. Melalui kompetisi Wirausaha Muda Syariah, pemahaman tersebut diterapkan menjadi gagasan, inovasi, dan kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya, dalam Puncak Indonesia Sharia Olympiad 2026 bertajuk “Learn, Innovate, Elevate”, di Aula Kemendikdasmen, Jakarta.
Baca Juga : Jelang HUT ke-26, MaRI Hadirkan Artcade sebagai Ruang Kreatif dan Komunitas
Ia mengaku, ISFO tahun 2026 diikuti sekitar 12.000 peserta, yang tergabung dalam 4.030 tim dari seluruh Indonesia. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah peserta meningkat sekitar 12 persen dan jumlah tim meningkat sekitar 15 persen. Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan cerminan besarnya antusiasme generasi muda untuk belajar, mengasah kemampuan, dan berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan syariah di Indonesia.
Lebih lanjut, Dicky menegaskan bahwa nilai terbesar dari kompetisi ini bukanlah semata-mata menjadi juara, melainkan proses belajar yang telah dilalui. Menurutnya, yang lebih penting adalah lahirnya generasi muda yang CAKAP, yaitu memahami keuangan, BIJAK, yaitu mampu memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan, PRODUKTIF, yaitu mampu menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi, serta TERLINDUNGI, yaitu memahami hak dan risiko, mampu bertransaksi secara aman, melindungi data pribadi, dan mengenali berbagai bentuk penipuan dalam ekosistem keuangan digital.
Sementara, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar berupa generasi muda muslim yang berpendidikan, kreatif, serta produktif.
Baca Juga : Peringati World Heart Day, Bukit Baruga Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan dan Edukasi Gratis
“Indonesia memiliki modal sosial yang sangat besar berupa kelompok generasi muda Muslim yang berpendidikan, kreatif, produktif, dermawan, serta memiliki idealisme yang kuat. Potensi inilah yang akan menjadi penggerak utama perkembangan ekonomi syariah Indonesia di masa depan,” katanya.
Menurutnya, ekonomi syariah bukanlah tentang akumulasi kekayaan pada segelintir orang, melainkan tentang distribusi manfaat ekonomi yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun, terdapat salah satu tantangan besar yang dihadapi ke depan yaitu memperluas inklusi ekonomi syariah kepada seluruh lapisan masyarakat.
Ia mengajak generasi muda untuk terus belajar, berkreasi, serta mengembangkan diri. Ia juga berharap generasi muda agar mampu mengelola keuangan dengan bijak, membangun usaha yang produktif, dan menjadi generasi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi bangsa dan negara.
Baca Juga : Hingga Juli 2026, OJK Catat Akun Aset Keuangan Digital dan Kripto Capai 22,93 Juta
Sementara itu, Menteri Koperasi Republik Indonesia selaku Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono mengatakan, koperasi menjadi alternatif badan usaha yang sangat relevan bagi generasi muda, dan meyakini bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah harus diikuti dengan penguatan akses pembiayaan serta penyediaan wadah ekonomi yang memadai.
“Koperasi dapat menjadi salah satu alternatif badan usaha yang sangat relevan bagi generasi muda. Koperasi tidak hanya menjadi sarana berkumpul dan bekerja sama, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia mendorong generasi muda untuk lebih kreatif, tidak hanya menjadi pengguna teknologi dan layanan yang ada, tetapi mampu menjadi generasi yang mampu menciptakan produk, membangun usaha, dan menghasilkan inovasi yang bernilai tambah.
Baca Juga : Bapenda dan BPN Gowa Dorong Integritas Data Pertanahan dan Perpajakan Daerah
ISFO 2026 menjadi wadah edukasi dan kompetisi yang mendorong generasi muda untuk meningkatkan pemahaman mengenai keuangan syariah, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta membangun inovasi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, Grand Final ISFO 2026 menghadirkan peserta terbaik dari seluruh Indonesia, yang terdiri atas 4 tim Cerdas Cermat Keuangan Syariah (CCKS) kategori pelajar, 4 tim CCKS kategori mahasiswa, serta 3 tim WMS kategori mahasiswa.
Melalui penyelenggaraan ISFO 2026, OJK berharap para peserta dapat menjadi Duta Literasi Keuangan Syariah yang mampu menyebarkan pemahaman positif mengenai ekonomi dan keuangan syariah kepada lingkungan sekitarnya.