0%
logo header
Rabu, 08 Juli 2026 18:47

Jelang Peresmian Presiden, Bupati Barru Matangkan Operasional Sekolah Rakyat

Mulyadi Ma'ruf
Editor : Mulyadi Ma'ruf
Ket: Bupati Barru Matangkan Operasional Sekolah Rakyat
Ket: Bupati Barru Matangkan Operasional Sekolah Rakyat

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BARRU – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari memimpin rapat koordinasi persiapan operasional Sekolah Rakyat di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 5 Kantor Bupati Barru, Rabu (8/7/2026). Rapat digelar untuk memastikan seluruh aspek pembangunan dan operasional siap sebelum Sekolah Rakyat diresmikan secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia pada 14 Juli 2026.

Dalam arahannya, Andi Ina mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung sehingga Kabupaten Barru menjadi salah satu dari sembilan daerah di Sulawesi Selatan yang memperoleh Program Sekolah Rakyat Permanen.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, Forkopimda, serta seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga : Respons Keluhan Pedagang, Wakil Bupati Barru Buka Kembali Akses Utara Pasar Pekkae

Ia mengatakan, rapat koordinasi dilakukan untuk memastikan kesiapan ruang belajar, asrama, fasilitas pendukung, perlengkapan siswa, hingga koordinasi lintas instansi agar proses pembelajaran dapat berjalan sejak hari pertama.

Kepada kontraktor pelaksana dari PT Waskita Karya, Ardian Saputra, Andi Ina meminta seluruh pekerjaan diselesaikan tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas bangunan.

“Jangan memburu target waktu tetapi mengabaikan kualitas bangunan. Sekolah Rakyat ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Barru. Karena itu kualitasnya harus benar-benar dijaga,” tegasnya.

Baca Juga : Pemkab Barru Serahkan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Fokus Perkuat PAD dan Investasi

Bupati juga memberi perhatian khusus terhadap fasilitas sanitasi di lingkungan sekolah.

“Saya perempuan, jadi saya sangat memperhatikan toilet. Jangan sampai bangunannya megah tetapi toiletnya tidak layak. Toilet harus bersih, higienis, dan nyaman digunakan anak-anak,” katanya.

Selain pembangunan fisik, Andi Ina meminta seluruh perlengkapan siswa segera dipastikan melalui koordinasi dengan Kementerian Sosial. Menurutnya, kesiapan operasional tidak hanya ditentukan oleh selesainya pembangunan gedung, tetapi juga kesiapan seluruh layanan pendukung saat siswa mulai menempati asrama.

Baca Juga : Bupati Barru Bahas Tol Laut dan Peluang Investasi Bersama DPRD Kalimantan Timur

Ia menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah menjalankan tugas sesuai kewenangannya. Dinas Kesehatan diminta menyiapkan pemeriksaan kesehatan bagi calon siswa, Satpol PP membantu pengamanan, dan Dinas Lingkungan Hidup memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal.

“Semua OPD harus bergerak. Jangan ada yang bekerja sendiri-sendiri. Kita sukseskan bersama karena ini adalah program negara sekaligus kebanggaan masyarakat Barru,” ujarnya.

Andi Ina juga menegaskan kehadiran Sekolah Rakyat harus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat Barru. Ia meminta pengusaha lokal diprioritaskan dalam penyediaan kebutuhan sekolah agar dampak ekonomi program tersebut dirasakan langsung masyarakat.

Baca Juga : Pemkab Barru Terima Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116, Fokus Kesehatan dan Inovasi Desa

“Saya tidak mau masyarakat Barru hanya menjadi penonton. Pengusaha-pengusaha lokal harus merasakan manfaat ekonomi dari hadirnya Sekolah Rakyat,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan terkait perekrutan tenaga pendukung, seperti petugas keamanan, juru masak, tenaga kebersihan, dan tenaga lainnya.

“Saya berjuang menghadirkan Sekolah Rakyat karena saya tahu program ini akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Barru. Saya tidak ingin masyarakat saya hanya menjadi penonton,” tegasnya.

Baca Juga : Pemkab Barru Terima Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116, Fokus Kesehatan dan Inovasi Desa

Sementara untuk tenaga pendidik, Bupati meminta proses seleksi dilakukan secara profesional berdasarkan kompetensi, bukan karena hubungan keluarga atau kedekatan pribadi.

Ia juga mengingatkan agar seleksi siswa tetap mengacu pada ketentuan pemerintah dengan memprioritaskan keluarga kategori desil 1 dan desil 2, disertai pemerataan peserta dari seluruh kecamatan serta pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Selain itu, Andi Ina meminta Perumda Air Minum Barru menjamin ketersediaan air bersih tanpa mengurangi pelayanan kepada masyarakat sekitar.

Baca Juga : Pemkab Barru Terima Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116, Fokus Kesehatan dan Inovasi Desa

“Jangan sampai hadirnya Sekolah Rakyat justru menghadirkan masalah baru bagi rakyat. Sekolah Rakyat harus memberi manfaat besar, bukan mengurangi hak masyarakat mendapatkan air bersih,” ujarnya.

Sementara itu, Ardian Saputra dari PT Waskita Karya memastikan seluruh fasilitas utama untuk operasional awal telah dipersiapkan. Sebanyak 330 siswa dijadwalkan mulai menempati Sekolah Rakyat pada 14 Juli 2026 dengan memanfaatkan ruang belajar dan asrama sementara. Penyelesaian fasilitas permanen ditargetkan rampung pada 20 Juli 2026.

Perwakilan Kementerian Sosial RI, Nurlina, menyampaikan apresiasi atas kesiapan Pemerintah Kabupaten Barru. Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan di Sulawesi Selatan, progres persiapan Sekolah Rakyat di Barru menjadi salah satu yang paling maju dan berpeluang menjadi percontohan bagi daerah lain.

Baca Juga : Pemkab Barru Terima Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116, Fokus Kesehatan dan Inovasi Desa

Rapat dihadiri kepala OPD terkait, Kepala BPS Kabupaten Barru, tim pendamping Sekolah Rakyat Kementerian Sosial RI, Camat Soppeng Riaja, Wakil Kepala SRT 65 Barru bersama wali asuh, Kepala Desa Lawallu, serta undangan lainnya.(*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646