0%
logo header
Jumat, 18 September 2026 13:17

Kinerja Industri Pasar Modal Nasional Tumbuh Positif

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan)
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Kinerja industri pasar modal nasional menunjukkan perkembangan positif sepanjang Agustus 2026. Penguatan tercermin dari pergerakan pasar saham, meningkatnya likuiditas perdagangan, berlanjutnya aliran modal asing, serta pertumbuhan jumlah investor domestik.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi mengatakan, pasar saham domestik menunjukkan arah penguatan pada Agustus 2026, meskipun secara tahunan berjalan masih berada dalam tekanan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Agustus 2026 ditutup di level 6.525,48 atau meningkat 4,64 persen secara month to month (mtm). Namun, secara year to date (ytd), IHSG masih terkoreksi 24,53 persen.

Baca Juga : Konsolidasi Jalan Terus, Mardiono Tegaskan PPP Tak Risau Wacana Parliamentary Threshold

“Resiliensi dan likuiditas pasar modal domestik secara umum tetap manageable,” katanya, dalam keterangan resminya, kemarin.

Dari sisi investor asing, aliran modal masuk ke pasar saham domestik terus berlanjut. Pada Agustus 2026, investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp1,19 triliun, meskipun lebih rendah dibandingkan Juli 2026 yang mencapai Rp1,62 triliun.

Likuiditas pasar saham juga menunjukkan perbaikan. Rata-rata bid-ask spread menyempit menjadi 1,17 persen pada Agustus 2026 dari 1,33 persen pada bulan sebelumnya. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) meningkat menjadi Rp15,86 triliun dari Rp14,31 triliun pada Juli 2026.

Baca Juga : Tak Gentar, PPP Sulsel Nilai Isu Parliamentary Threshold 5 Persen Baru Sekadar Cek Ombak

Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada akhir Agustus 2026 berada di level 440,04 atau naik 2,23 persen secara mtm. Secara ytd, indeks tersebut masih terkoreksi tipis sebesar 0,18 persen.

Yield Surat Berharga Negara (SBN) secara rata-rata mengalami kenaikan 26,48 basis points (bps) secara mtm. Kondisi tersebut berlangsung di tengah membaiknya sentimen domestik, meskipun ketidakpastian global masih tinggi. Minat investor asing terhadap SBN juga tetap positif. Pada Agustus 2026 tercatat net buy sebesar Rp15,35 triliun, meningkat signifikan dibandingkan net buy Rp6,79 triliun pada Juli 2026.

“Sementara itu, pasar obligasi korporasi mencatatkan net sell tipis sebesar Rp0,07 triliun pada Agustus 2026, membaik dibandingkan net sell Rp0,26 triliun pada bulan sebelumnya,” jelasnya.

Baca Juga : Aktif Kawal Kebijakan, Kadir Halid Masuk 10 Besar Legislator Golkar Tervokal se-Indonesia

Ia menambahkan, kinerja industri pengelolaan investasi juga tetap terjaga. Nilai Asset Under Management (AUM) pada Agustus 2026 mencapai Rp1.013,03 triliun, meningkat 0,03 persen secara mtm, meskipun secara ytd mengalami moderasi 2,85 persen. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat Rp652,88 triliun atau naik 0,05 persen secara mtm. Namun, secara ytd NAB reksa dana masih mengalami moderasi sebesar 3,32 persen.

Pada periode yang sama, investor reksa dana membukukan net redemption sebesar Rp8,50 triliun secara mtm.

Perkembangan baru juga terlihat pada instrumen Exchange Traded Fund (ETF) Emas. Sejak diluncurkan pada 10 Agustus 2026 hingga akhir Agustus 2026, telah terdapat tujuh produk ETF Emas yang diterbitkan oleh tujuh Manajer Investasi dengan total dana kelolaan mencapai Rp90,39 miliar.

Baca Juga : Paripurna Bahas Dua Ranperda, Fraksi Gerindra DPRD Sulsel Dorong Perluasan Akses Pembiayaan Pelaku UMKM

Penguatan ekosistem digital turut mendorong pertumbuhan jumlah investor pasar modal dalam negeri. Sepanjang Agustus 2026, terdapat tambahan 1,07 juta investor baru secara mtm. Dengan pertumbuhan tersebut, jumlah investor pasar modal secara ytd meningkat 52,90 persen menjadi 31,14 juta investor.

“Pertumbuhan jumlah investor tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan partisipasi masyarakat dalam industri pasar modal, sejalan dengan penguatan ekosistem digital yang terus dilakukan di sektor tersebut,” ujar Hasan.

Dari sisi pembiayaan, penghimpunan dana oleh korporasi domestik melalui pasar modal juga tetap kuat. Hingga akhir Agustus 2026, nilai fundraising korporasi di pasar modal telah mencapai Rp128,80 triliun. Realisasi tersebut terdiri atas tujuh Penawaran Umum Saham Perdana (IPO), 12 Penawaran Umum Terbatas (PUT), sembilan Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS), serta 111 Penawaran Umum Berkelanjutan EBUS.

Baca Juga : Paripurna Bahas Dua Ranperda, Fraksi Gerindra DPRD Sulsel Dorong Perluasan Akses Pembiayaan Pelaku UMKM

Sementara itu, pipeline penghimpunan dana mencatat terdapat 24 rencana Penawaran Umum dengan nilai indikatif mencapai Rp48,31 triliun. Alternatif pembiayaan melalui Securities Crowdfunding (SCF) juga terus berkembang. Sepanjang Agustus 2026 terdapat 16 efek baru dan tiga penerbit baru, dengan dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp29,97 miliar.

Dengan perkembangan tersebut, total dana yang telah dihimpun melalui SCF secara agregat mencapai Rp2,04 triliun.

Perkembangan positif juga terlihat pada pasar keuangan derivatif. Sejak 10 Januari 2025 hingga 31 Agustus 2026, sebanyak 113 pihak telah memperoleh persetujuan prinsip dari OJK. Volume transaksi pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 55.000 lot. Dengan demikian, secara kumulatif sepanjang Januari hingga Agustus 2026, volume transaksi telah mencapai 352.853 lot.

Baca Juga : Paripurna Bahas Dua Ranperda, Fraksi Gerindra DPRD Sulsel Dorong Perluasan Akses Pembiayaan Pelaku UMKM

Sementara itu, aktivitas di Bursa Karbon juga terus berkembang sejak diluncurkan pada 26 September 2023. Hingga 31 Agustus 2026, tercatat 159 pengguna jasa yang telah terdaftar. Secara agregat, volume transaksi Bursa Karbon mencapai 1,98 juta ton karbon dioksida ekuivalen (tCO2e), dengan akumulasi nilai transaksi sebesar Rp93,90 miliar.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646