Jumat, 14 Agustus 2026 13:54

Kinerja Industri PVML di Sulsel Tumbuh Positif, Pergadaian Catat Kenaikan Signifikan

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin (tengah), dalam Media Breafing Kondisi Sektor Jasa Keuangan di Sulawesi Selatan, di Kantor OJK Sulselbar, kemarin. (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin (tengah), dalam Media Breafing Kondisi Sektor Jasa Keuangan di Sulawesi Selatan, di Kantor OJK Sulselbar, kemarin. (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kinerja jasa keuangan pada sektor Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, Keuangan Mikro dan Lembaga Keuangan Lainnya (PVML) di Sulawesi Selatan tetap menunjukkan perkembangan yang positif hingga Mei 2026.

Hal ini tercermin pada pertumbuhan pembiayaan mulai dari piutang di perusahaan pembiayaan, total pembiayaan di modal ventura, hingga outstanding pinjaman di fintech peer-to-peer lending atau pinjaman daring (Pindar), dan industri pergadaian.

“Kami melihat masih terjadi kenaikan yang baik di sektor ini. Seperti pada perusahaan pembiayaan (leasing) yang naiknya 3,56 persen, maupun modal ventura yang tumbuh 3,48 persen,” terang Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Moch Muchlasin, dalam keterangannya, kemarin.

Baca Juga : Edward Horas Lakukan Pengawasan APBD di Kelurahan Losari, Pastikan Pembangunan Merata dan Berkualitas

Ia menyebutkan, hingga di periode tersebut total piutang pembiayaan di perusahaan pembiayaan sebesar Rp19,39 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp18,72 persen. Adapun total pembiayaan di modal ventura telah mencapai Rp389 miliar hingga Mei 2026 dari Rp376 miliar di Mei tahun lalu.

Di sisi lain, layanan keuangan berbasis teknologi juga terus mengalami ekspansi. Outstanding pembiayaan pada layanan Pindar tumbuh 29,64 persen secara tahunan, meski demikian kenaikannya tidak signifikan. Dimana, pada Mei 2025 outstanding Pindar mencapai Rp2,04 triliun, sementara di periode yang sama 2026 menjadi Rp2,64 triliun.

“Kenaikannya relatif kecil hanya sekitar 600 miliar secara tahunan. Meski demikian ini tetap mengindikasikan meningkatnya pemanfaatan layanan pembiayaan digital oleh masyarakat di Sulawesi Selatan,” katanya.

Baca Juga : BI Sulsel Kenalkan Peserta Sultan QRIS Run 7 Tahun Perjalanan Kampanye Transaksi Digital

Lanjutnya, di sektor tersebut kenaikan signifikan justru terjadi pada perusahaan pergadaian dengan kenaikan 44,83 persen secara tahunan atau dari Rp8,69 triliun di Mei 2025 tumbuh Rp12,58 triliun di periode yang sama tahun ini.

“Kenapa naiknya hampir Rp4 triliun ini karena adanya penggabungan dari salah satu perusahaan pergadaian yang berkantor di Makassar. Dimana dia punya beberapa perusahaan dalam satu grup. Ini menjadi salah satu penyebabnya,” jelas Muchlasin.

Menurutnya, pertumbuhan pembiayaan pada berbagai sektor ini mencerminkan semakin beragamnya alternatif akses pendanaan bagi masyarakat maupun pelaku usaha

Baca Juga : Lewat Pengawasan APBD, Edward Horas Dorong Pembangunan yang Efektif dan Transparan

“Ini juga mencerminkan semakin beragamnya akses layanan dan pembiayaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelaku usaha. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor jasa keuangan tidak hanya tetap stabil, tetapi juga semakin inklusif dalam mendukung kebutuhan pembiayaan dan pengelolaan keuangan masyarakat.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646
Baca Juga
Berita Terbaru