REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kinerja pada industri jasa keuangan di wilayah Sulawesi Selatan masih berada dalam kondisi stabil dan tetap resilien. Khusunya sepanjang periode 2025, hal ini ditujukan pada kinerja perbankan, pasar modal hingga Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).
“Kami melihat bawa sektor jasa keuangan di Sulsel masih tumbuh positif dan bertahan meskipun dalam dinamika perekonomian nasional maupun global,” terang Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Moch. Muchlasin, dalam keterangan resminya, Minggu, (01/03/2026).
Muchlasin menyebutkan, periode 2025 lalu pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan tercatat sebesar 5,43 persen. Capaian ini lebih tinggi jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada 2024 yang tercatat hanya sebesar 5,02 persen. Capaian tersebut pun dianggap ditopang pada kinerja sektor jasa keuangan.
Baca Juga : OJK Tegaskan Debitur Pelaku Kejahatan Perbankan Bisa Dipidana
Sehingga ini menunjukkan bahwa sektor keuangan tidak hanya berperan sebagai penopang stabilitas, tetapi juga sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Dengan kondisi stabilitas tersebut tentunya menunjukkan bahwa daya tahan sistem keuangan daerah mampu menopang aktivitas ekonomi secara berkelanjutan. Selain itu, dengan kinerja yang solid tersebut memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Khusus pada kinerja perbankan, pada posisi Desember 2025, total aset mencapai Rp214,32 triliun, kemudian Dana Pihak Ketiga (DPK) tembus hingga Rp146,61 triliun. Adapun kredit yang disalurkan mencapai Rp172,92 triliun.
Baca Juga : PLN UPP Sulsel Berbagi Santunan bagi Anak Panti di Momen Ramadan
Selain sektor perbankan, kinerja IKNB di Sulawesi Selatan sepanjang 2025 juga menunjukkan perkembangan yang relatif positif dan beragam antar industri. Penyaluran pembiayaan pada perusahaan pembiayaan tumbuh 0,14 persen, modal ventura tumbuh 7,97 persen, dan Fintech Peer-to-Peer (P2P) lending tumbuh sebesar 34,56 persen. Selain itu, total aset dana pensiun tumbuh 8,28 persen, total penjaminan lembaga penjaminan tumbuh 36,64 persen, namun total premi dan klaim asuransi terkontraksi masing-masing sebesar -8,10 persen dan -16,82 persen.
“Secara keseluruhan, dinamika kinerja IKNB tersebut menunjukkan bahwa sektor keuangan di Sulawesi Selatan tetap berada pada jalur pertumbuhan yang positif dan adaptif,” aku Muchlasin.
Di sisi kinerja pasar modal juga mencatatkan penguatan kinerja seiring dengan meningkatnya minat serta keterlibatan masyarakat dalam kegiatan investasi. Kondisi ini terlihat dari pertumbuhan jumlah investor yang terus meningkat. Dimana jumlah investor atau Single Investor Identification (SID) tumbuh sebesar 31,23 persen (yoy) mencapai 525.596 SID pada posisi Desember 2025.
