0%
logo header
Selasa, 10 Maret 2026 20:18

Kinerja Sektor Jasa Keuangan di Sulsel Masih Stabil dan Tumbuh

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin (kanan) saat memaparkan kondisi sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan pada Media Update OJK Sulselbar, di Kantor OJK Sulselbar, kemarin. (Dok. OJK Sulselbar)
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin (kanan) saat memaparkan kondisi sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan pada Media Update OJK Sulselbar, di Kantor OJK Sulselbar, kemarin. (Dok. OJK Sulselbar)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar menilai bahwa kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan tetap berada dalam kondisi stabil dan menunjukkan pertumbuhan solid.

Stabilitas tersebut tercermin dari berbagai indikator utama yang menunjukkan pertumbuhan positif. Pertama, di sektor perbankan, mengawali 2026, kinerja perbankan menunjukkan kinerja yang stabil tergambar pada indikator total aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan kredit.

“Pada capaian tiga indikator di sektor perbankan ini tercatat tumbuh lebih tinggi pada posisi Januari 2026 jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2025,” terang, Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, di sela-sela Media Update Kinerja Sektor Jasa Keuangan Sulawesi Selatan, di Kantor OJK Sulselbar, kemarin.

Baca Juga : Keberadaan KDMP Dinilai Akan Perkuat Ekonomi Warga Gowa

Secara capaian, total aset perbankan tumbuh sebesar 5,90 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dengan nominal mencapai Rp212,19 triliun. Kemudian, DPK tumbuh 7,83 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp145,27 triliun. Adapun penyaluran kredit di Sulawesi Selatan tumbuh sebesar 5,56 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp173,03 triliun.

Kedua, di sektor pasar modal juga tercatat mengalami penguatan kinerja seiring dengan meningkatnya minat serta keterlibatan masyarakat dalam kegiatan investasi. Capaian ini ini terlihat dari pertumbuhan jumlah investor yang terus meningkat.

“Saat ini jumlah investor atau Single Investor Identification (SID) tumbuh sebesar 31,23 persen (yoy) mencapai 525.596 SID pada posisi Desember 2025,” terang Muchlasin.

Baca Juga : Ini Tips dari PLN untuk Hitung Komponen Pembayaran Listrik dan Atur Pola Pemakaian

Ketiga, di sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di wilayah Sulawesi Selatan juga menunjukkan kinerja pertumbuhan yang sangat baik. Penyaluran pembiayaan pada perusahaan pembiayaan tumbuh 0,14 persen, modal ventura tumbuh 7,97 persen, dan Fintech Peer-to-Peer (P2P) lending tumbuh sebesar 34,56 persen.

Selain itu, total aset dana pensiun tumbuh 8,28 persen, sedangkan total penjaminan lembaga penjaminan tumbuh 36,64 persen.

“Secara keseluruhan, dinamika kinerja IKNB tersebut menunjukkan bahwa sektor keuangan di Sulawesi Selatan tetap berada pada jalur pertumbuhan yang positif dan adaptif,” akunya.

Baca Juga : Puluhan Siswa SD Gamaliel Makassar Bergembira di Kids Hotel Adventure Aston

Sejalan dengan kondisi tersebut, OJK Sulselbar terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, termasuk melalui berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi yang memanfaatkan momentum bulan Ramadan.

“Selama Ramadan yang identik dengan meningkatnya aktivitas ekonomi dan transaksi masyarakat menjadi momentum strategis untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang aman, legal, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tutup Muchlasin.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646