0%
logo header
Kamis, 30 Juli 2026 18:41

KKS-DIGIFEST 2026: BI Sulsel Percepat Transformasi Ekonomi Digital UMKM Wastra

Chaerani
Editor : Chaerani
Sejumlah pelaku UMKM berbasis wastra ramaikan KKS-DIGIFEST 2026 yang digelar BI Sulsel bersama IFC Chapter Makassar, di Atrium MaRI Makassar hingga 2 Agustus 2026. (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Sejumlah pelaku UMKM berbasis wastra ramaikan KKS-DIGIFEST 2026 yang digelar BI Sulsel bersama IFC Chapter Makassar, di Atrium MaRI Makassar hingga 2 Agustus 2026. (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Bank Indonesia Sulawesi Selatan (BI Sulsel) terus ambil peran dalam mempercepat transformasi ekonomi digital melalui penguatan daya saing pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Salah satunya pada pelaku UMKM berbasis wastra.

Melalui kolaborasi bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Makassar. BI Sulsel kembali menggelar Karya Kreatif Sulawesi Selatan (KKS) dan South Sulawesi Digital Festival (DIGIFEST) presents Wastra Heritage Market 2026.

Kegiatan tahunan ini berlangsung di Mal Ratu Indah (MaRI) Makassar sejak 28 Juli hingga 2 Agustus 2026 mendatang.

Baca Juga : KPPU Makassar dan Pemkab Takalar Perkuat Sinergi Pengawasan Persaingan Usaha

Kepala Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda mengungkapkan, kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong pelaku usaha agar semakin kuat, adaptif, berdaya saing, serta siap memasuki ekosistem ekonomi digital. Sehingga, penyelenggaraan KKS-DIGIFEST kali ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem UMKM daerah melalui kolaborasi, inovasi, serta pemanfaatan teknologi digital.

“Kami berharap lahir ekosistem UMKM yang semakin kuat, adaptif, berdaya saing, serta siap memasuki ekosistem ekonomi digital,” terangnya, di sela-sela pembukaan, di Atrium MaRI Makassar, kemarin.

Ia menambahkan, di Sulawesi Selatan, kekayaan wastra, fesyen, aksesori, kerajinan, dan budaya dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka lapangan kerja, sekaligus memperluas pasar ekspor daerah. Khususnya wastra, diharapkan tidak hanya menjadi representasi kekayaan budaya Sulawesi Selatan, tetapi juga bagian dari industri kreatif yang didukung inovasi, teknologi digital, akses pembiayaan, dan perluasan pasar.

Baca Juga : Reses di Bara-Baraya Selatan, Fauzi Andi Wawo Dorong Pendampingan Keluarga Lewat Program KK Binaan

“Wastra dipilih sebagai representasi kekayaan budaya Sulawesi Selatan yang diharapkan mampu berkembang menjadi bagian dari industri kreatif modern,” ujarnya.

Kepala Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda saat memberikan sambutan pada pembukaan KKS-DIGIFEST 2026, di Atrium MaRI Makassar, kemarin. (Dok. Humas BI Sulsel)

Lanjutnya, dukungan terhadap transformasi digital dan pengembangan ekonomi-keuangan digital diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM sehingga mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Rangkaian kegiatan ini pun mengusung lima strategi utama. Pertama, memperluas akses pasar melalui kegiatan business matching, pameran, fashion show, dan talkshow bersama IFC Chapter Makassar. Strategi ini melanjutkan keberhasilan kolaborasi pada Pekan Ekonomi Syariah (PESyar) 2026 yang mencatat nilai business matching lebih dari Rp4,4 miliar.

Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Berhasil Dekatkan Ratusan Siswa SMKN 1 Konawe Utara Dengan Pembelajaran Digital

Sementara itu, perluasan pasar ekspor juga terus diperkuat melalui business matching dengan calon pembeli mancanegara pada ajang Anging Mamiri Business Fair (AMBF) tahun sebelumnya. Hasilnya, sebanyak 30 UMKM binaan berhasil membukukan komitmen ekspor senilai Rp228 miliar ke 17 negara.

“Hingga Juli 2026, realisasi komitmen tersebut telah mencapai Rp123,5 miliar atau sekitar 54,2 persen, termasuk ekspor whole candlenut milik UMKM binaan PT Onstar Pop Farm (OSP Farm) ke Jeddah, Arab Saudi, pada 23 Juli 2026,” jelas Rizki.

Strategi kedua difokuskan pada peningkatan akses pembiayaan melalui business matching bersama Bank Mandiri dan BPD Sulselbar. Program ini dikemas dalam workshop pembiayaan guna meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan pelaku UMKM sekaligus mempertemukan mereka dengan lembaga keuangan.

Baca Juga : Gelombang Kedua Dibuka, Beasiswa Kalla 2026 Siap Cetak Generasi Peduli Lingkungan Sosial

Selanjutnya, strategi ketiga diarahkan pada penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya, khususnya subsektor fesyen. Berbagai kegiatan diselenggarakan, mulai dari Lomba Desain Motif Wastra Sulawesi Selatan, Inspirational Talk bertajuk “Wastra Traditional Reimagined and Discover the Future of Fashion”, hingga berbagi pengalaman sukses dari alumni program UMKM REWAKO.

Pada strategi keempat, BI Sulsel memperluas implementasi keuangan sosial syariah melalui Aplikasi Satu Wakaf Indonesia bekerja sama dengan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan. Program tersebut mendukung pemberdayaan ibu rumah tangga melalui Pekarangan Pangan Terpadu di Desa Lamakkaraseng, Kabupaten Bone. Implementasinya dilakukan melalui booth Wakafein yang ditargetkan mampu menjangkau sekitar 250 pengunjung setiap hari.

Sementara strategi kelima menitikberatkan pada percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Berbagai edukasi mengenai QRIS TAP dan pelindungan konsumen diberikan kepada masyarakat, disertai dorongan penggunaan QRIS di seluruh tenant UMKM. Selain itu, sejumlah kompetisi turut digelar untuk meningkatkan literasi masyarakat, antara lain Colouring Contest, QRIS Modern Dance Competition, QRIS TAP Content Competition, Stand Up Comedy Competition, hingga E-Sport Mobile Legends.

Baca Juga : Gelombang Kedua Dibuka, Beasiswa Kalla 2026 Siap Cetak Generasi Peduli Lingkungan Sosial

“Kami menilai penyelenggaraan KKS-DIGIFEST 2026 sejalan dengan besarnya potensi ekonomi kreatif nasional yang berkontribusi sekitar 7 persen terhadap perekonomian serta menyerap 18,7 persen tenaga kerja, dengan subsektor fesyen, kuliner, dan kriya sebagai penggerak utama,” tutup Rizki.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646