0%
logo header
Sabtu, 27 Juni 2026 21:05

Kolaborasi Dokter Indonesia, Taruna Ikrar Dorong Paradigma Kesehatan Bergeser dari Kuratif ke Preventif

Rizal
Editor : Rizal
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar saat menjadi narasumber dalam Health Policy Session II pada Pelantikan dan Rapat Kerja PP PDUI dan Kolegium Dokter Indonesia (KDI) periode 2026-2029 di Hotel Luwansa, Jakarta, Sabtu (27/6/2026). (Foto: Istimewa)
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar saat menjadi narasumber dalam Health Policy Session II pada Pelantikan dan Rapat Kerja PP PDUI dan Kolegium Dokter Indonesia (KDI) periode 2026-2029 di Hotel Luwansa, Jakarta, Sabtu (27/6/2026). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA – Masa depan kesehatan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan rumah sakit, teknologi medis, atau obat-obatan modern.

Lebih dari itu, masa depan bangsa dibangun melalui langkah-langkah pencegahan yang dimulai dari ruang praktik dokter umum, puskesmas, klinik, hingga edukasi yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Pesan itulah yang disampaikan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof Dr Taruna Ikrar saat menjadi narasumber dalam Health Policy Session II pada Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PP PDUI) dan Kolegium Dokter Indonesia (KDI) Periode 2026-2029 di Hotel Luwansa, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Baca Juga : Koordinasi dan Sinergi akan Perkuat Reformasi Industri Pasar Modal

Di hadapan ratusan dokter umum dari berbagai daerah, Taruna Ikrar mengajak seluruh insan kedokteran memperkuat kolaborasi dengan BPOM dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih preventif, promotif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Menurutnya, dokter umum merupakan mitra strategis karena menjadi tenaga kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat serta menjadi pintu pertama dalam mendeteksi dan mencegah berbagai persoalan kesehatan.

“Dokter bukan hanya mengobati penyakit, tetapi juga membangun kesadaran hidup sehat. Karena itu, sinergi antara BPOM dan profesi dokter menjadi fondasi penting dalam melindungi masyarakat melalui penggunaan obat yang rasional, pangan yang aman, dan edukasi kesehatan yang berkelanjutan,” ujar Taruna Ikrar.

Baca Juga : Pasca Diskresi Ketum Bahlil, AMPG Sulsel All Out Dukung IAS Pimpin Golkar Sulsel

Ia menjelaskan, tantangan kesehatan Indonesia saat ini semakin kompleks. Selain meningkatnya penyakit tidak menular, bangsa Indonesia juga menghadapi persoalan malnutrisi, penyalahgunaan obat-obat tertentu, resistensi antimikroba, hingga peredaran obat dan pangan ilegal.

Seluruh tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya melalui pengobatan, melainkan harus dicegah sejak dini melalui kolaborasi regulator, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat.

Taruna Ikrar menegaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya Asta Cita keempat yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia dan kesehatan sebagai prioritas nasional.

Baca Juga : Pantas Nakhodai Golkar Sulsel, Politisi Golkar Palopo Sadam Sebut IAS Figur Pemersatu

Pemerintah terus memperkuat layanan kesehatan melalui peningkatan pelayanan primer, penyediaan alat kesehatan modern, digitalisasi rekam medis dan sistem antrean, serta penguatan ekosistem kesehatan berbasis teknologi.

Dalam kesempatan tersebut, Taruna Ikrar juga memperkenalkan arah perkembangan ilmu kesehatan menuju era living medicine atau terapi berbasis sel dan gen.

Menurutnya, Indonesia harus mempersiapkan regulasi yang adaptif agar masyarakat dapat menikmati inovasi medis mutakhir dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, khasiat, dan mutu.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Lantik 153 Imam Kelurahan, Bakal Dapat Insentif dan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Ia juga mengajak dokter umum untuk memperkuat budaya farmakovigilans melalui pelaporan efek samping obat, mendorong penggunaan antibiotik secara rasional, serta meningkatkan literasi masyarakat agar semakin cerdas memilih obat dan pangan yang aman.

Paparan Taruna Ikrar mendapat sambutan positif dari peserta forum. Berbagai pertanyaan dan masukan yang berkembang dalam sesi diskusi menunjukkan tingginya komitmen dokter umum untuk memperkuat pelayanan kesehatan preventif bersama BPOM.

Antusiasme tersebut menjadi sinyal bahwa kolaborasi regulator dan profesi kedokteran semakin kokoh dalam membangun sistem kesehatan nasional yang tangguh.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Lantik 153 Imam Kelurahan, Bakal Dapat Insentif dan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Menutup paparannya, Taruna Ikrar mengingatkan bahwa investasi terbesar sebuah bangsa bukan hanya pembangunan fisik, melainkan kualitas kesehatan masyarakatnya.

“Keamanan obat dan pangan adalah investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Ketika masyarakat terlindungi sejak awal, maka kita sedang membangun Indonesia yang lebih sehat, lebih produktif, dan lebih berdaya saing,” tutupnya.

Forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BPOM dan dokter umum sebagai dua elemen yang saling melengkapi dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Lantik 153 Imam Kelurahan, Bakal Dapat Insentif dan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Dengan kolaborasi yang semakin erat, transformasi pelayanan kesehatan berbasis pencegahan diharapkan mampu melahirkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646