0%
logo header
Senin, 09 Maret 2026 13:08

KPPU Makassar Sidak Pasar Terong, Pastikan Harga Bahan Pokok Aman dan Awasi Distributor Nakal

Chaerani
Editor : Chaerani
Plt Kanwil VI KPPU Makassar, Hasiholan Pasaribu (tengah) bersama Wakil Pemimpin Kanwil Bulog Sulselbar, Karmila Hasmin Marunta dan pejabat BI Sulsel saat melakukan sidak di Pasar Terong, Makassar, Senin, (09/03) pagi tadi. (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Plt Kanwil VI KPPU Makassar, Hasiholan Pasaribu (tengah) bersama Wakil Pemimpin Kanwil Bulog Sulselbar, Karmila Hasmin Marunta dan pejabat BI Sulsel saat melakukan sidak di Pasar Terong, Makassar, Senin, (09/03) pagi tadi. (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Makassar melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada harga bahan-bahan pokok di pasar tradisional. Salah satunya di Pasar Terong, Makassar pada Senin, (09/03) pagi tadi.

Sidak tersebut dilakukan langsung Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil VI KPPU Makassar, Hasiholan Pasaribu bersama Wakil Pemimpin Kantor Wilayah Bulog Sulselbar, Karmila Hasmin Marunta, Pejabat Bank Indonesia Sulawesi Selatan, dan beberapa pihak lainnya.

Sidak ini dilakukan untuk memastikan bahwa harga-harga bahan pokok tidak mengalami kenaikan signifikan. Termasuk mengantisipasi adanya distributor-distributor nakal yang melakukan penimbunan komoditas menjelang Idulfitri 2026 nanti.

Baca Juga : Didik Pemilih Pemula, KPU Soppeng Dampingi Pelaksanaan Pilketos SMAN 4 Soppeng

“Sidak ini kami lakukan mendekati pra Idulfitri. Jadi memang sidak ini kita tujukan untuk menjaga kestabilitan komoditi pangan. Jadi meskipun minggu lalu sebenarnya sudah dilakukan sidak oleh teman-teman OPD Pemprov Sulsel,” katanya, usai melakukan sidak.

Ia mengaku, meskipun sebelumnya sidak telah dilakukan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, tetapi pihaknya merasa perlu dilakukan secara berulang dengan tujuan mengontrol harga komoditas di pasar tradisional tetap aman.

“Kami tetap melakukan sidak karena jangan sampai harga komoditi ini bisa berubah atau semakin naik. Makanya kami didampingi teman-teman dari Bank Indonesia maupun dari Bulog,” ujarnya.

Baca Juga : Konsolidasi Jalan Terus, Mardiono Tegaskan PPP Tak Risau Wacana Parliamentary Threshold

Dalam proses sidak yang dilakukan, KPPU Makassar menemukan sejumlah temuan adanya kenaikan pada harga komoditas pangan, meskipun kenaikan tersebut diambang batas wajar atau sekitar 1 hingga 2 persen.

“Kenaikan mungkin cuma paling tinggi ya Rp5.000 hingga Rp10.000. Komoditasnya ada daging ayam, cabai, untuk cabai ini mungkin karena faktor cuaca. Termasuk telur juga naik harganya di minggu ini,” ungkapnya.

Pasaribu mengaku, kenaikan komoditas pangan di pasar tradisional juga dipengaruhi dari adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG), seperti pada kebutuhan telur. Karena mempengaruhi supai sehingga KPPU menilai pihaknya perlu mengawasi untuk menghindari penyalahgunaan dari pihak-pihak tak bertanggung jawab. Terutama dari sisi niaga dan distribusinya.

Baca Juga : Tak Gentar, PPP Sulsel Nilai Isu Parliamentary Threshold 5 Persen Baru Sekadar Cek Ombak

“Informasi yang kami terima dari pedagang tadi itu sedikit mempengaruhi permintaan gitu. Tapi selama ini pasokan tetap aman. Makanya kita terus monitoring jangan sampai program bagus dari pemerintah ini terkait dengan MBG justru jadi merugikan bagi pedagang-pedagang,” tegasnya.

Terutama, memonitoring secara berkala untuk mengantisipasi terjadinya pelanggaran atau penahanan pasokan. Baik dari distributor maupun produsen yang sengaja untuk menghambat suplainya, menghambat produksinya.

“Ketika kami temukan ada perilaku yang dilakukan di proses niaganya, tentu kami akan lakukan mitigasi awal. Kemudian kami akan panggil pihak-pihak yang terkait untuk dimintai keterangan terlebih dahulu. Dan jika dirasa itu kompetensi absolut maka KPPU lanjutkan ke tahapan penegakan hukum,” katanya.

Baca Juga : Aktif Kawal Kebijakan, Kadir Halid Masuk 10 Besar Legislator Golkar Tervokal se-Indonesia

Sebab dalam aturan penegakan hukumnya dapat dikenakan denda administrasi sebesar Rp1 miliar yang akan dibayarkan kepada negara.

Sementara, Wakil Pemimpin Kantor Wilayah Bulog Sulselbar, Karmila Hasmin Marunta mengaku, untuk kebutuhan beras masyarakat yang disiapkan Bulog dipastikan cukup hingga menjelang lebaran Idulfitri nanti.

“Stok kita di Bulog dipastikan cukup karena kita ada 526.000 ton,” katanya.

Baca Juga : Aktif Kawal Kebijakan, Kadir Halid Masuk 10 Besar Legislator Golkar Tervokal se-Indonesia

Selain itu, di sidak kai ini juga dipantau langsung harga beras, baik itu beras medium maupun premium. Serta minyak, baik milik pemerintah (Minyakita) yang dijaga Harga Eceran Tertinggi (HET)-nya oleh pemerintah maupun minyak premium.

“Pasokan dan harga saat ini stabil dari awal Ramadan sampai dengan menjelang Idulfitri. Kita bersama-sama pemerintah daerah selalu melakukan pemantauan harga di setiap pasar di Kota Makassar ini dan seluruhnya masih dalam kondisi harga yang stabil,” tambahnya.

Salah satu Pedagang Pasar Terong Haidir mengatakan, harga telur kali ini mencapai Rp58 ribu per rak. Harga tersebut mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir.

Baca Juga : Aktif Kawal Kebijakan, Kadir Halid Masuk 10 Besar Legislator Golkar Tervokal se-Indonesia

“Tapi untuk stok telur banyak, kami suplai dari Kabupaten Sidrap,” terangnya.

Permintaan telur yang banyak dari konsumen dianggap selain dipengaruhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan juga karena adanya program MBG.

“Selama Ramadan ini penjualan telurnya bisa 100 rak per hari, sementara di hari normal itu hanya sekitar 70 rak,” ujarnya.

Baca Juga : Aktif Kawal Kebijakan, Kadir Halid Masuk 10 Besar Legislator Golkar Tervokal se-Indonesia

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646