REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar menilai bahwa dukungan sektor jasa keuangan terhadap perekonomian daerah di Sulawesi Selatan tetap terjaga.
Hal ini salah satunya tercermin dari penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mencapai Rp62,30 triliun pada Juni 2026.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin mengatakan, peningkatan penyaluran kredit UMKM tersebut setara dengan 36,06 persen dari total kredit perbankan di Sulawesi Selatan. Selain itu, meski pertumbuhan kredit UMKM masih relatif moderat, yakni sebesar 1,12 persen secara tahunan atau year on year (yoy), sektor tersebut tetap menjadi salah satu fokus utama pembiayaan perbankan.
Baca Juga : Konsolidasi Jalan Terus, Mardiono Tegaskan PPP Tak Risau Wacana Parliamentary Threshold
“UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam menggerakkan perekonomian daerah, menyerap tenaga kerja, dan menopang aktivitas usaha masyarakat. Karena itu, keberlanjutan akses pembiayaan bagi UMKM perlu terus diperkuat,” ujarnya, dalam keterangannya, kemarin.
Adapun pada kondisi kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) relatif terjaga sebesar 4,54 persen. Sementara, jumlah penyaluran kredit pada posisi tersebut telah diakses 902.581 debitur atau pelaku UMKM. Besarnya jumlah debitur tersebut menunjukkan luasnya peran sektor UMKM dalam aktivitas ekonomi masyarakat Sulawesi Selatan.
“Dengan dukungan pembiayaan yang lebih kuat, UMKM diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan keberlangsungan usaha, tetapi juga meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan kerja baru,” terang Muchlasin.
Baca Juga : Tak Gentar, PPP Sulsel Nilai Isu Parliamentary Threshold 5 Persen Baru Sekadar Cek Ombak
Ia menjelaskan, berdasarkan skala usaha, penyaluran kredit UMKM di Sulawesi Selatan masih didominasi oleh segmen usaha mikro, porsinya mencapai 56,50 persen dari total kredit UMKM. Jumlah penyaluran kredit di segmen tersebut sebesar Rp35,20 triliun yang diakses oleh 841.081 debitur.
Sementara itu, kredit untuk usaha kecil memiliki pangsa 28,98 persen, sedangkan usaha menengah sebesar 14,52 persen.
“Penyaluran kredit untuk usaha kecil sebesar Rp18,05 triliun dengan menyasar 57.103 debitur, adapun penyaluran di usaha menengah sebesar Rp9,04 triliun yang diakses 4.397 debitur,” jelasnya.
Baca Juga : Aktif Kawal Kebijakan, Kadir Halid Masuk 10 Besar Legislator Golkar Tervokal se-Indonesia
Muchlasin menilai dominasi kredit pada segmen usaha mikro menunjukkan masih besarnya kebutuhan pembiayaan dari pelaku usaha skala kecil. Kondisi tersebut, kata dia, sekaligus menjadi peluang untuk memperkuat ekosistem pembiayaan dan pendampingan usaha.
“Dominasi pembiayaan pada usaha mikro menunjukkan bahwa kebutuhan akses keuangan bagi pelaku usaha skala kecil masih besar. Ini menjadi peluang untuk terus memperkuat ekosistem pembiayaan dan pendampingan agar UMKM dapat berkembang dan naik kelas,” jelasnya.
OJK Sulselbar pun terus mendorong agar akses pembiayaan berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas pelaku usaha. Dengan demikian, pembiayaan yang diberikan sektor perbankan dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap penguatan ekonomi daerah dan mendorong semakin banyak UMKM untuk naik kelas.
