REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Seorang warga yang bekerja sebagai Buruh Tani, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, nyaris tewas dimangsa ular piton berukuran besar di tengah hutan.
Korban diketahui bernama Bakri Dg. Nassa (62) Tahun, Warga Dusun Pakkolompo, Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe.
Ia digigit ular piton berukuran besar dengan panjang sekitar 7 meter saat membersihkan lahan yang akan dijadikan tempat penanaman atau peremajaan pohon yang berada di Tanah Kulang yang dikuasai oleh PT. Inhutani.
Baca Juga : Pemkab Gowa Terima Opini WTP dari BPK RI, Capaian Ke-14 Kalinya
Kapolsek Parangloe Iptu Mudatsir yang dikonfirmasi membenar kejadian tersebut.
“Iya benar, ada warga Dusun Pakkolompo, Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa nyaris tewas dimangsa ular piton berukuran besar sepanjang 7 meter pada hari Sabtu 14 Mei 2022 kemarin,” kata Iptu Mudatsir, Minggu (15/05/2022).
Perwira Polri berpangkat dua balok inipun menceritakan, jika Bakri dg Nassa bersama sekitar 30 orang warga, dipekerjakan oleh PT. Inhutani untuk pembersihan hutan untuk dijadikan lahan produktif.
Baca Juga : Satpol PP Gowa Diminta Jaga Keamanan Daerah dari Geng Motor dan Peredaran Narkoba
Mereka kemudian dibagi atas beberapa kelompok. Bakri daeng Nassa, Daeng Bella, Daeng Mansia dan Daeng Gau digabung dalam satu kelompok.
Mereka pun memulai pembersihan hutan, dengan membagi diri di sekitar lokasi yang ditentukan.
Namun naas, Bakri Daeng Nassa yang membersihkan semak-semak tidak menyadari keberadaan ular piton sepanjang 7 meter itu, dan ia pun langsung diserang.
Baca Juga : Dalami Sejarah Kerajaan Gowa, Pelajar SMPN Ikut Kajian Koleksi Museum Balla Lompoa
“Korban lagi bersihkan hutan, mungkin karena terusik dan korban juga tidak lihat ada ular piton itu, ia pun diserang oleh ular dengan menggigit korban dibagian punggung dan lengannya,” katanya.
Korban yang sudah tergigit oleh ular piton berukuran besar itu lansung berteriak meminta tolong.
Beruntung teriakan bakri didengar oleh tiga orang rekannya, mereka terkejut melihat Bakri yang sudah tergigit ular dan kondisinya sudah lemah dan merintih kesakitan.
Baca Juga : 200 Paket Makanan Bergizi Dari Wabup Gowa untuk Keluarga Berisiko Stunting
Dijelaskannya, kata Kapolsek, Proses penyelamatan Bakri pun berjalan dramatis. Untuk melepaskan gigitan ular besar itu, rekan rekan korban memukul kepala ular piton menggunakan ranting pohon.
Berulang kali memukul kepala ular poton justru tak membuat ular tersebut melepaskan gigitannya.
Salah seorang rekan korban yang sudah kasihan bercampur panik melihat korban sudah tidak berdaya itu, lansung mengambil keputusan dengan cara memotong ular menggunakan parang hingga ular piton dan nyaris terbelah menjadi dua bagian.
Baca Juga : 200 Paket Makanan Bergizi Dari Wabup Gowa untuk Keluarga Berisiko Stunting
Upaya itupun berhasil, gigitan ular yang tadinya sangat kuat, seketika lemas, dan akhirnya bisa terlepas sehingga korban bisa selamat.
Akibat gigitan ular piton tersebut korban langsung dilarikan ke Puskesmas Parangloe lalu kemudian dimerujuk ke RS Yapika karena luka yang dialami cukup parah dan dikhawatirkan mengandung racun.
“Korban dirujuk ke Rumah Sakit YAPIKA guna mengantisipasi adanya racun yang ada pada bekas gigitan ular pada badan korban.” Terang Kapolsek.
Baca Juga : 200 Paket Makanan Bergizi Dari Wabup Gowa untuk Keluarga Berisiko Stunting
Atas kejadian tersebut, korban mengalami 6 lukan robek dan mendapatkan 10 jahitan.
