REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Pemerintah Kabupaten Gowa bersama lintas sektor melalui berbagai kerjasama berhasil menciptakan rumah layak huni kepada keluarga miskin ekstrem.
Dalam bentuk bedah rumah, program ini sebagai upaya nyata dalam pengentasan kemiskinan ekstrem. Dimana menjadi program prioritas kepemimpinan Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang dan Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin (Hati Damai).
Perbaikan rumah layak huni ini pun menjadi bagian dari sub program Gowa Sejahtera. Hingga kini program ini berhasil dilaksanakan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dengan sejumlah pihak, terutama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gowa.
Baca Juga : Bupati Gowa Lantik 124 Pejabat, Harap Kedepankan Bekerja Loyal dan Profesional
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Gowa dan Baznas Gowa telah melakukan perbaikan rumah yakni 62 unit dari kolaborasi pemerintah dengan pengembang, kemudian Baznas Gowa 35 unit dan 2 sementara berproses, Inisiatif Orang Tua Asuh (OTA) sebanyak 19 unit rumah, serta bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) berdasarkan Data aspirasi sebanyak 195 unit, dan data Kemensos sebanyak 137 unit.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengatakan, pemerintah daerah akan terus bergerak dan berkomitmen menyelesaikan persoalan miskin ekstrem. Utamanya dalam memberikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat Kabupaten Gowa.
“Program ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Gowa untuk menghadirkan tempat tinggal yang layak, sehat, dan aman bagi masyarakat Kabupaten Gowa yang membutuhkan,” ujarnya, saat mengunjungi lokasi salah satu penerima bantuan bedah rumah, di Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, kemarin.
Baca Juga : Peringati HUT Ke-8 Tahun, NIPAH PARK Gagas Aksi Sosial Lewat Donor Darah
Ia menyebutkan bahwa program ini melibatkan sejumlah pihak yaitu, para pimpinan SKPD, pejabat, atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ditunjuk menjadi Orang Tua Asuh (OTA), Baznas Kabupaten Gowa sebagai mitra kolaborasi pendanaan dan teknis masuk dalam program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) dan pihak ketiga/pengembang.
“Mudah-mudahan ini terus disupport oleh semua kalangan di Kabupaten Gowa bahkan dari luar. Kami mengajak semuanya untuk bergotong-royong, dan saling berkontribusi, berkolaborasi untuk Gowa maju,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkimtan Kabupaten Gowa, Abdullah Sirajuddin menyebutkan sumber pendanaan bedah rumah berasal kolaborasi dari berbagai pihak. Antara lain, Baznas Kabupaten Gowa sebagai sumber pendanaan yang paling konsisten.
Baca Juga : OJK: Hasil Asesmen MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia
“Dimana dana berasal dari pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya yang dikumpulkan dari para ASN di lingkup pemerintah daerah. Baznas bertindak sebagai penyalur dana untuk program RLHB,” jelasnya.
Kemudian pihak ketiga atau sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) melaksanakan program tersebut.
“Para pengembang di wilayah Gowa diarahkan untuk menyalurkan tanggung jawab sosial mereka dalam bentuk material bangunan atau pembiayaan penuh untuk satu atau lebih unit rumah (bedah rumah),” ujarnya.
Baca Juga : Siswa SMP 1 Takalar Belajar Sejarah dan Budaya Gowa di Museum Balla Lompoa
Sementara untuk sumber pendanaan juga bersumber dari kontribusi pribadi OTA yang terdiri dari pimpinan SKPD, pejabat, atau ASN yang ditunjuk menjadi OTA bagi keluarga miskin ekstrem.
“Tidak jarang orang tua asuh menggunakan dana pribadi atau swadaya di internal instansi mereka untuk menambah kelengkapan rumah yang tidak ter-cover oleh bantuan pokok. Misalnya untuk membeli perabotan, kasur, atau penyambungan listrik,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, bedah rumah ini bertujuan untuk membantu keluarga keluar dari status kemiskinan ekstrem guna mencapai target Zero Percent di Kabupaten Gowa. Selain itu, meningkatkan kesehatan dengan mewujudkan hunian yang sehat melalui sanitasi dan ventilasi baik yang tujuannya meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup penghuni.
Baca Juga : Siswa SMP 1 Takalar Belajar Sejarah dan Budaya Gowa di Museum Balla Lompoa
Kemudian menciptakan keamanan dan layak huni guna memberikan perlindungan fisik dan rasa aman bagi keluarga melalui standar bangunan yang kokoh. Termasuk menciptakan keadilan sosial yaitu mengembalikan harkat dan martabat masyarakat melalui pemenuhan hak atas tempat tinggal yang layak.
“Program ini juga untuk meningkatkan sinergitas, dan kolaborasi dan memperkuat budaya gotong royong antara pemerintah, pihak swasta, dan lembaga sosial dalam menciptakan landasan hidup yang layak agar keluarga tersebut mampu berdaya dan mandiri di masa depan,” tambahnya.
Mirwan Idam, penerima bantuan bedah rumah yang dikunjungi, mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Gowa. Dengan adanya bantaun bedah rumah ini dirinya dan keluarga bisa merasakan tempat tinggal yang lebih layak.
Baca Juga : Siswa SMP 1 Takalar Belajar Sejarah dan Budaya Gowa di Museum Balla Lompoa
“Alhamdulillah saya berterimakasih banyak kepada Ibu Bupati Gowa, Tim Baznas dan Perkimtan serta seluruh Pemerintah Kabupaten Gowa atas bantuan bedah rumah yang di berikan kepada saya dan keluarga,” katanya.
