0%
logo header
Senin, 31 Agustus 2020 19:30

LPKP Kembali Tanyakan Dana Covid-19 di Buton Tengah

LPKP Kembali Tanyakan Dana Covid-19 di Buton Tengah

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BUTON TENGAH — Lembaga Pemerhati Kebijakan Pemerintah (LPKP) Buton Tengah (Buteng) kembali melakukan aksi unjuk rasa untuk memperjelas reloakasi anggaran dana covid-19 di Buteng, aksi dilakukan di depan kantor Bupati Buton Tengah dan Kantor DPRD Buton Tengah.

“Kami kembali turun kejalan kembali untuk mempertanyakan dana covid-19 di Buteng. Hingga saat ini belum ada kejelasan padahal kami telah melakukan beberapa aksi (6 Juli dan 18 Agustus),” jelas Hasan korlap LPKP dalam orasinya, Senin (31/08/2020).

Gelombang aksi yang dilakukan LPKP di depan kantor Bupati Buton Tengah kemudian tidak mengalami titik temu karena tujuan massa aksi bertemu sekda Buton Tengah tidak terlaksana karena sekda terkonfirmasi Positif Covid-19 sehingga harus melakukan karantina mandiri. Massa Enggan diterima Asisten I Pemerintah Kabupaten Buton Tengah

Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Buton Tengah, menyuarakan realisasinya dari seluruh anggaran Covid 19 di Buton Tengah.

“Kami selalu dijanji dan kami tidak butuh itu, kami datang kesini bukan pertama kalinya. Olehnya itu, kami minta pak Sekda untuk mempertanggungjawabkan pernyataannya pada 6 Juli lalu yang mengatakan akan secepatnya merealisasikan dana covid-19,” kata Hasan.

Menanggapi tersebut, sempat terjadi adu mulut antara peserta aksi dan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Buton Tengah, akhirnya disepakati DPRD melakukan rapat internal untuk memutuskan tuntutan massa aksi di DPRD Buton Tengah.

Tasman, ketua komisi III DPRD Buteng yang menemui massa aksi meyampaikan usai melakukan rapat internal DPRD Buton Tengah meminta waktu bukan tanpa alasan.

“Karena kemarin ada beberapa anggota DPRD yang terpapar covid-19 beberapa waktu lalu ditambah lagi dengan beberapa tim gugus tugas juga terpapar diantaranya, jubir covid Dirut RSUD Buteng dan pak Sekda, sehingga membuat lamban pembahasan realisasi anggaran” jelasnya.

Mendengar hal itu, kemudian massa aksi memberi pemakluman dengan memberikan waktu pada pihak DPRD menggelar rapat internal.

Ia mengatakan, sesuai hasil rapat internal yang baru di gelar pihak DPRD telah mufakat dan rencananya akan menggelar rapat pada Senin depan menunggu selesai masa karantina Sekda dan ketua Tim Gugus, Dirut RSUD Buteng.

“Saat ini kan Sekda selaku ketua TAPD (tim anggaran pemerintah daerah) dan beberapa pihak terkait masih terpapar covid, dan kabarnya masa karantina mereka selesai pada hari minggu. Olehnya itu hari Senin kita sudah bisa agendakan untuk memanggil mereka dan berdialog,” jelasnya di hadapan massa aksi.

“Jadi hari senin depan ya menunggu selesai masa karantina pak sekda. Sebab beliau yang mengetaui semua anggaran termaksud refocusing yang kemarin. Kalau dinas lain saya yakin mereka tidak akan berani bicara anggaran ini,” tutupnya (Dzabur Al Butuni)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646