0%
logo header
Rabu, 12 Agustus 2026 15:02

Makassar Jadi Kota Penyaluran Kredit Terbesar di Sulsel

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Moch. Muchlasin. (Dok. Istimewa)
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar, Moch. Muchlasin. (Dok. Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Penyaluran kredit perbankan di wilayah Sulawesi Selatan didominasi di Kota Makassar dengan share 53,04 persen dari total penyaluran hingga Juni 2026 sebesar Rp176,30 triliun.

Jumlah penyaluran di wilayah tersebut pun mengalami peningkatan secara tahunan atau year on year (yoy) sebesar 7,15 persen dari Rp77,83 triliun di Juni 2025 menjadi Rp88,40 triliun di periode yang sama tahun ini.

“Makassar masih menjadi satu-satunya dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan yang mendapatkan penyaluran kredit yang cukup banyak,” terang Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, dalam keterangannya.

Baca Juga : Edward Horas Lakukan Pengawasan APBD di Kelurahan Losari, Pastikan Pembangunan Merata dan Berkualitas

Meski demikian, pihaknya peningkatan penyaluran kredit inipun dinilai bertahap. Hal lainnya disebabkan karena banyaknya perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Makassar.

“Tapi itu juga bertahap, misalnya dari 9 jutaan jiwa di Sulawesi Selatan 2,5 juta kurang lebih di Makassar, belum lagi banyak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Makassar, belum lagi usaha-usaha di Sulawesi Selatan itu berpusat di Makassar,” katanya,

Penyaluran kredit kemudian disusul di Kota Palopo sebesar Rp10,41 triliun dengan share 6,63 persen. Dimana secara pertumbuhan tumbuh 4,01 persen secara tahunan atau hanya Rp10,01 triliun di periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga : BI Sulsel Kenalkan Peserta Sultan QRIS Run 7 Tahun Perjalanan Kampanye Transaksi Digital

“Kota lainnya ada Bone dengan penyaluran Rp6,2 triliun yang tumbuh cukup baik di 8,54 persen dengan share 3,94. Selanjutnya, Parepare dengan pertumbuhan penyaluran 1,75 persen yang di Juni 2026 mencapai Rp6,1 triliun dengan kontribusi 3,89 persen,” jelas Muchlasin.

Lanjutnya, sementara Kabupaten Bulukumba, meskipun tercatat dengan daerah penyaluran kredit terbanyak di Sulawesi Selatan yang mencapai Rp5,4 triliun, tetapi jika dilihat secara pertumbuhan tahunan mengalami kontraksi -2,23 persen.

“Ada penurunan penyaluran kredit di wilayah ini yang di tahun lalu sebesar Rp5,6 triliun menjadi hanya Rp5,4 triliun di tahun ini pada periode yang sama,” ujarnya.

Baca Juga : Lewat Pengawasan APBD, Edward Horas Dorong Pembangunan yang Efektif dan Transparan

Kemudian, adapun daerah yang jumlah penyaluran kreditnya masih kecil yakni Toraja Utara dengan Rp498 miliar, Kabupaten Luwu sebesar Rp729 miliar, dan Kepulauan Selayar sebesar Rp780 miliar.

Sebelumnya, penyaluran kredit perbankan di Sulawesi Selatan pada Juni 2026 masih didominasi sektor perdagangan besar dan eceran. Kredit yang disalurkan ke sektor tersebut mencapai Rp37,98 triliun atau memiliki share sebesar 21,53 persen dari total penyaluran kredit.

Kendati menjadi sektor dengan porsi penyaluran kredit terbesar, pertumbuhan kredit perdagangan besar dan eceran tercatat sedikit mengalami kontraksi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar 1,24 persen.

Baca Juga : PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen ke Pelanggan di Kemerdekaan RI

Muchlasin mengatakan, penurunan tersebut tidak menjadi gambaran keseluruhan perkembangan kredit berdasarkan lapangan usaha. Sejumlah sektor strategis justru menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat.

“Ada beberapa yang turun seperti perdagangan besar dan eceran, tapi pertanian dan perburuan lumayan tinggi dibanding tahun lalu, naiknya 11,23 persen. Saya kira pertanian ini akan selalu bagus karena kita pahami salah satu sumber dan sektor kekuatannya Sulawesi Selatan adalah pertanian,” katanya.

Penyaluran kredit ke sektor pertanian mencapai Rp16,51 triliun atau dengan share 9,13 persen. Karakteristik ekonomi Sulawesi Selatan yang kuat di sektor pertanian menjadi salah satu faktor yang membuat penyaluran kredit pada sektor tersebut tetap tumbuh. Produksi pertanian, khususnya padi, juga memiliki peran penting tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sulsel, tetapi juga memasok kebutuhan daerah lain.

Baca Juga : PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen ke Pelanggan di Kemerdekaan RI

“Produksi panen padi kita saja sampai tiga kali dalam setahun, bahkan kita menjadi daerah distribusi ke daerah-daerah lain di nasional, termasuk di Indonesia Timur,” katanya.

Selain pertanian, perburuan, dan kehutanan sektor lainnya yang mengalami pertumbuhan yakni real estate, usaha persewahan, dan jasa perusahaan sebesar 16,85 persen atau sebesar Rp4,28 triliun dengan share 2,34 persen. Sementara, penyaluran kredit pada lapangan usaha transportasi, perundangan dan komunikasi sebesar Rp3,08 triliun dengan share 1,75 persen serta pertumbuhan 18,07 persen secara tahunan.

“Pertumbuhan di sektor lainnya yang mendominan yakni penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar Rp3,65 triliun atau dengan pertumbuhan 14,83 persen. Di sektor ini share penyaluran kreditnya telah mencapai 2,97 persen,” terangnya.

Baca Juga : PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen ke Pelanggan di Kemerdekaan RI

Disisi lain, pada sektor perikanan juga mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 5,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan jumlah penyaluran Rp2,20 triliun.

“Perkembangan tersebut menunjukkan mulai menguatnya peran sektor perikanan sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah,” ujarnya.

Muchlasin menilai pertumbuhan kredit di berbagai sektor tersebut menunjukkan penyaluran pembiayaan perbankan mulai bergerak lebih seimbang dan sesuai dengan struktur ekonomi Sulawesi Selatan. Selain itu, menunjukkan bahwa intermediasi perbankan tidak hanya terkonsentrasi pada sektor perdagangan, tetapi juga mulai mengalir lebih kuat ke sektor-sektor produktif yang menjadi kekuatan ekonomi Sulawesi Selatan, seperti pertanian dan perikanan.

Baca Juga : PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen ke Pelanggan di Kemerdekaan RI

“Kalau kami melihat kenaikan pada beberapa sektor lapangan usaha ini seimbang, dan mulai menunjukkan bahwa industri kita di Sulawesi Selatan sudah mendapatkan kredit dengan baik sesuai profil ekonomi daerah kita,” ujarnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646