REPUBLIKNEWS.CO.ID, BUTON TENGAH – Tiga hektare persawahan pembudidayaan padi di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, mengalami gagal panen. Tiga dari sepuluh hektare persawahan tersebut sebagai ujicoba yang telah dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Buton Tengah (Buteng) pada tahun 2019 lalu.
Kepala Dinas Pertanian Buton Tengah, Razuddin membenarkan hal tersebut. Dirinya mengatakan kurangnya pengetahuan para petani dalam pembudidayaan tanaman padi dan air masuk dipersawahan yang cukup besar yang tidak memiliki pembuangan terisolir adalah penyebab terjadinya gagal panen.
“Gagal panen ini diakibatkan irigasinya lebih tinggi dari sawahnya dan kurangnya pengetahuan dari petani sawah,” kata Razuddin saat dikonfirmasi diruang kerjanya pada, rabu (26/08/2020) kemarin.
Baca Juga : Penilaian Berbasis IYB Jadikan Bone Role Model Tata Kelola Perkebunan Berkelanjutan
Razuddin mengatakan bahwa pihaknya berencana akan melakukan evaluasi kepada para petani di Buteng. Rencananya, ia akan memberikan bimbingan kepada para petani sekaligus melakukan pembenahan terhadap lahan sawah yang mengalami gagal panen.
“Dua hal penyebab gagal panen ini perlu kita evaluasi. Namun, hal ini bukan berarti kinerja para petani tidak baik karena persentase keberhasilannya itu lebih besar dibanding gagalnya”, ucapnya.
“Bagaimanapun, para petani ini kebanyakan mereka bermata pencaharian nelayan. Jadi, masih butuh proses untuk hasil maksimal,” tambahnya.
Baca Juga : OJK Beri Kepastian Hukum dan Pelindungan Bagi Nasabah Dana Pensiun
Sejauh ini, lanjutnya, perbaikan lahan sawah gagal panen belum bisa dilakukan karena anggaran masih dialihkan untuk penanganan Covid-19. Ia juga menambahkan termasuk anggaran uji coba dan perbaikan lahan persawahan dialihkan dan tidak dapat dilaksanakan lagi di tahun ini.
“Insya Allah tahun depan bisa kita laksanakan. Begitu juga dengan pelatihan atau bimbingan bagi para petani. Untuk tahun ini belum bisa dilakukan uji coba, karena anggarannya di alihkan untuk penanganan Covid 19”, pungkasnya. (Muh. Hafiz)
