0%
logo header
Minggu, 16 Januari 2022 15:01

Muswil KAHMI Sulsel Tetapkan Muhammad Natsir Peraih Suara Terbanyak

Rizal
Editor : Rizal
Tujuh presidium KAHMI Sulsel yang terpilih dalam Muswil ke-X di Hotel Novotel Makassar, Sabtu (15/1/2022).
Tujuh presidium KAHMI Sulsel yang terpilih dalam Muswil ke-X di Hotel Novotel Makassar, Sabtu (15/1/2022).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-X Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Selatan menetapkan tujuh presidium terpilih, Sabtu (15/1/2022) malam. Bertempat di Hotel Novotel, Jalan Chairil Anwar, Makassar.

Pemilihan ketujuh presidium tersebut dilakukan melalui pemungutan suara oleh Majelis Daerah (MD) KAHMI se-Sulsel.

Berdasarkan perhitungan suara, dari 10 calon presidium yang dipilih hanya ada 7 calon yang dinyatakan oleh pimpinan sidang sebagai presidium terpilih.

Baca Juga : Manjakan Lidah, Ketua Umum IKA-Rektor Unhas Ketagihan Bubur Ayam dan Nasi Kuning The Icon

Dari tujuh presidium KAHMI Sulsel yang terpilih, Muhammad Natsir memperoleh 20 suara, disusul Prof Mustari Mustafa dengan jumlah dukungan 19 suara, Fadriati 18 suara, Muhammad Fauzi 18 suara, Aminuddin Syam 17 suara, Ni’matullah 15 suara, serta Bachtiar Manajeng 14 suara.

Dari 10 calon presidium tersebut, ada 3 calon memperoleh dukungan suara paling sedikit. Mereka adalah Bahrianto Bahtiar yang hanya memperoleh 12 suara, Muhammad Yunus Tiro yang hanya meraih 10 suara, serta Syahrir Cakkari yang hanya meraih 9 suara.

Presidium KAHMI periode sebelumnya, Abbas Hady saat dimintai keterangannya berkenaan dengan hasil Muswil ini menjelaskan bahwa peraih suara terbanyak otomatis ditetapkan sebagai koordinator presidium.

Baca Juga : Di Pelantikan MW KAHMI Sulsel, Ahmad Doli Titip Pesan Khusus

“Komposisi presidium diatur sesuai anggaran rumah tangga KAHMI yang menyatakan bahwa koordinator presidium adalah peraih suara terbanyak,” tegas Abbas.

Menurutnya, hasil Muswil tidak boleh mengabaikan konstitusi KAHMI. Semua pihak harus tunduk dan patuh pada aturan main organisasi.

“Jangan sampai karena kepentingan dan manuver politik internal presidium mengabaikan aturan baku di AD/ART KAHMI,” demikian Abbas. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646