0%
logo header
Jumat, 06 November 2026 09:20

OJK Edukasi Mahasiswa UIN Alauddin Kenali Peluang dan Tantangan Pembiayaan Syariah

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman saat menghadiri OJK Mengajar bertajuk “Pembiayaan Syariah: Tantangan, Peluang, dan Prospek”, di UIN Alauddin Makassar, kemarin. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan)
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman saat menghadiri OJK Mengajar bertajuk “Pembiayaan Syariah: Tantangan, Peluang, dan Prospek”, di UIN Alauddin Makassar, kemarin. (Dok. Otoritas Jasa Keuangan)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pemahaman literasi dan inklusi mahasiswa, khususnya pada pengembangan pembiayaan syariah.

Kali ini edukasi tersebut dilakukan dengan menggelar Kuliah Umum bertajuk “Pembiayaan Syariah: Tantangan, Peluang, dan Prospek”. Kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan dari OJK Mengajar yang menyasar mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Dimana juga menjadi rangkaian dari pelaksanaan Indonesia Islamic Finance Summit (IIFS) 2026 di Makassar.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman menekankan pentingnya memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah agar masyarakat tidak hanya memahami prinsip dan karakteristik keuangan syariah, tetapi juga mampu memanfaatkan produk dan layanannya sesuai kebutuhan.

Baca Juga : Konsen Majukan Pendidikan, DM Terima Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia

Menurutnya, keuangan syariah memiliki peran lebih luas dari sekadar menyediakan layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah. Pengembangannya diharapkan dapat menghadirkan kemaslahatan melalui pemerataan akses keuangan, peningkatan kegiatan ekonomi produktif, dan kesejahteraan masyarakat.

“Tantangannya jelas literasi dan edukasi yang pertama. Makanya kami datang ke kampus,” katanya, dalam pertemuan, di Kampus UIN Makassar, kemarin.

Agusman mengajak mahasiswa untuk turut berperan dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai keuangan syariah, termasuk manfaat, karakteristik, dan berbagai produk pembiayaan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif.

Baca Juga : Rangkaian HUT ke-15 NasDem Dimulai di Sidrap, 212 Kader Penggerak Dilantik

“Keuangan syariah memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penguatan berbagai sektor ekonomi yang memiliki potensi berkembang,” ujarnya.

Selain itu, peran perguruan tinggi dan generasi muda menjadi penting dalam mendorong pemanfaatan layanan keuangan syariah agar semakin luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Adapun, berdasarkan data OJK pada Agustus 2026, total aset sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) syariah mencapai Rp134,58 triliun atau 11,77 persen dari total aset industri PVML. Pembiayaan PVML syariah yang disalurkan mencapai Rp125,85 triliun, tumbuh 13,50 persen secara tahunan, dengan jumlah rekening sebanyak 12,31 juta.

Baca Juga : Bupati Gowa Targetkan Kontingen Raih 143 Medali di Porprov XVIII Sulsel

Menurut Agusman, peluang pengembangan PVML syariah masih terbuka luas terutama untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan UMKM, memperluas akses masyarakat yang belum terlayani oleh lembaga keuangan, serta mendukung pembiayaan di sepanjang rantai nilai industri halal.

“Peluang tersebut perlu didukung dengan penguatan kapasitas pendanaan, sumber daya manusia, tata kelola, manajemen risiko, serta inovasi produk dan akad yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Tak hanya itu, dalam rangka memperkuat arah pengembangan industri, OJK sedang menyusun Roadmap PVML Syariah yang diarahkan untuk mendorong pembiayaan produktif dan UMKM, memperkuat ekosistem ekonomi syariah, serta mendorong digitalisasi untuk memperluas akses keuangan.

Baca Juga : Bantu Warga Luar Kota Berobat, YBM PLN UIP Sulawesi Siapkan Rumah Singgah Pasien di Makassar

Ia juga mengajak perguruan tinggi agar dapat berkontribusi melalui riset dan inovasi produk syariah, peningkatan literasi, serta penyiapan talenta yang memiliki kompetensi di bidang akad syariah, manajemen risiko, teknologi, dan analisis pembiayaan.

“Sinergi antara perguruan tinggi, pelaku industri syariah, UMKM, dan industri halal diharapkan dapat memperluas manfaat pembiayaan syariah bagi masyarakat,” ungkapnya.

Dalam memanfaatkan produk dan layanan keuangan, Agusman mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis. Masyarakat perlu memastikan bahwa penyelenggara telah memiliki izin dari OJK serta mencermati kewajaran manfaat dan imbal hasil yang ditawarkan, termasuk mewaspadai penawaran yang menjanjikan keuntungan tinggi dan pasti tanpa risiko.

Baca Juga : Bantu Warga Luar Kota Berobat, YBM PLN UIP Sulawesi Siapkan Rumah Singgah Pasien di Makassar

“Walaupun ada izin, tetap logika dimainkan,” tegas Agusman.

Sementara, Rektor UIN Alauddin Makassar Hamdan Juhannis turut menekankan bahwa pengembangan pembiayaan syariah perlu berlandaskan nilai dan substansi syariah serta menghadirkan kemaslahatan.

“Akses permodalan diharapkan dapat memperkuat tanggung jawab sosial, menjaga martabat penerima pembiayaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya singkat.

Baca Juga : Bantu Warga Luar Kota Berobat, YBM PLN UIP Sulawesi Siapkan Rumah Singgah Pasien di Makassar

Melalui OJK Mengajar dalam rangkaian IIFS, OJK memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi untuk membangun generasi muda yang memahami sektor jasa keuangan, mampu menyebarluaskan literasi keuangan, serta berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi daerah dan keuangan syariah.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646