0%
logo header
Sabtu, 14 Februari 2026 17:05

OJK Fasilitasi Kolaborasi Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Lembaga Pendidikan

Chaerani
Editor : Chaerani
Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Foto: istimewa
Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Foto: istimewa

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjembatani penandatanganan kerja sama antara perusahaan asuransi dengan lembaga pendidikan dalam rangka peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

Hal ini dilakukan di sela-sela Kuliah Umum PPDP bertajuk “Insights for the Future” yang diselenggarakan di Universitas Jember (UNEJ).

Kerjasama tersebut dilakukan antara UNEJ dengan Asuransi Central Asia (ACA) dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Langkah yang dilakukan OJK ini pun sebagai bentuk konkret sinergi antara regulator, perguruan tinggi, dan industri.

Baca Juga : Pasca Diskresi Ketum Bahlil, AMPG Sulsel All Out Dukung IAS Pimpin Golkar Sulsel

“Kerjasama tersebut menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan, sekaligus memperluas ruang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia,” terang Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono, dalam keterangannya, kemarin.

Dalam kerja sama dengan AAJI, turut diperkenalkan Beasiswa Harry Dyah, yang ditujukan bagi mahasiswa UNEJ yang menyusun skripsi dengan tema Asuransi Jiwa. Program ini diharapkan dapat mendorong lahirnya karya akademik yang relevan dengan dinamika industri, memperkaya kajian asuransi jiwa di Indonesia, serta menjadi jembatan antara dunia akademik dan praktik industri.

Sementara itu, kerja sama dengan ACA mencakup peluang penelitian bersama, pengembangan produk dan model bisnis asuransi yang lebih inklusif, serta kegiatan akademik terapan, seperti kuliah praktisi dan diskusi tematik, sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Baca Juga : Pantas Nakhodai Golkar Sulsel, Politisi Golkar Palopo Sadam Sebut IAS Figur Pemersatu

Melalui penyelenggaraan kuliah umum dan sinergi peningkatan peran asuransi di UNEJ, OJK menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan yang berkelanjutan di daerah.

“Termasuk memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dan industri, serta memperkecil kesenjangan literasi dan inklusi keuangan di sektor perasuransian,” katanya.

Sebelumnya, OJK terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di sektor perasuransian bagi generasi muda sebagai fondasi ketahanan keuangan masyarakat dan perekonomian nasional.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Lantik 153 Imam Kelurahan, Bakal Dapat Insentif dan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Edukasi sejak dini dinilai penting agar generasi muda mampu mengelola keuangan secara bijak, memahami perlindungan risiko, serta mengambil keputusan keuangan yang sehat bagi masa depan.

“Risiko merupakan bagian dari kehidupan. Yang membedakan adalah kesiapan dalam mengelolanya. Asuransi hadir sebagai instrumen perlindungan agar masyarakat tidak menghadapi risiko sendirian ketika hal yang tidak diharapkan terjadi,” ujar Ogi.

Ogi menjelaskan, melalui asuransi, masyarakat dapat mengalihkan potensi kerugian finansial akibat risiko kepada perusahaan asuransi, sehingga stabilitas keuangan tetap terjaga. Meski demikian, peran strategis sektor perasuransian tersebut masih perlu didukung oleh peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

Baca Juga : Reformasi Pasar Modal Nasional Masuk Kategori Emerging Markets

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, indeks literasi asuransi tercatat sebesar 45,45 persen, sementara indeks inklusi asuransi masih berada pada level 28,50 persen. Data tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan yang perlu terus dipersempit melalui edukasi yang berkelanjutan, khususnya kepada generasi muda.

“Karena siklus hidup manusia membutuhkan perlindungan terhadap risiko jiwa, kesehatan, dan keuangan, kami mendorong generasi muda untuk mengelola keuangannya secara efektif, serta perlu memikirkan mitigasi terhadap potensi kerugian terjadinya risiko di masa depan,” lanjut Ogi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, asuransi memiliki peran strategis bagi ketahanan ekonomi Indonesia, karena asuransi bertujuan membangun sense of relevance dalam melindungi masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendukung pembangunan nasional.

Baca Juga : Reformasi Pasar Modal Nasional Masuk Kategori Emerging Markets

Sementara itu, Rektor UNEJ Iwan Taruna dalam sambutannya menegaskan, kegiatan ini memiliki nilai strategis di tengah dinamika ekonomi nasional dan global yang fluktuatif. Menurutnya, sektor keuangan memegang peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus melindungi masyarakat dari berbagai risiko perekonomian.

“Kegiatan ini sangat strategis di tengah dinamika ekonomi yang sangat fluktuatif, baik nasional maupun global. Sektor keuangan berperan vital untuk mendorong pertumbuhan serta melindungi masyarakat dari berbagai isu perekonomian,” ujarnya.

Iwan menambahkan, konsep manajemen risiko dan economic engagement sejatinya tidak asing bagi generasi muda. Namun, pemahaman mendalam tentang peran strategisnya masih perlu diperkuat. Ia berharap, melalui kolaborasi ini mahasiswa UNEJ mampu memahami pentingnya mitigasi risiko sebagai fondasi dalam membangun ketahanan ekonomi bangsa.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646