0%
logo header
Selasa, 22 September 2026 07:31

OJK Sulselbar Ajak Perempuan dan Pelaku UMKM Waspadai Penipuan Berkedok Investasi

Chaerani
Editor : Chaerani
Pelaksanaan GENCARKAN melalui Edukasi Keuangan OJK Sulselbar memfokuskan pada penguatan kelompok perempuan dan UMKM untuk mewaspadai penipuan keuangan berkedok investasi. (Dok. OJK Sulselbar)
Pelaksanaan GENCARKAN melalui Edukasi Keuangan OJK Sulselbar memfokuskan pada penguatan kelompok perempuan dan UMKM untuk mewaspadai penipuan keuangan berkedok investasi. (Dok. OJK Sulselbar)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, BANTAENG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) mengajak masyarakat, khususnya perempuan hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar mewaspadai pola penipuan berkedok investasi.

Hal ini diperkuat dengan menyelenggarakan Edukasi Keuangan bagi masyarakat Kabupaten Bantaeng. Pertemuan tersebut berlangsung di Aula Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bantaeng, belum lama ini.

Asisten Direktur Madya Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi Keuangan, dan Pelindungan Konsumen OJK, Mushadi Nurali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat atau keuntungan yang tidak wajar.

Baca Juga : PLN Terus Perkuat Koordinasi Pelaksanaan Modifikasi Cuaca untuk Jaga Keandalan Pasokan Listrik PLTA

“Saat ada tawaran investasi sebaiknya perlu memperhatikan prinsip Legal dan Logis (2L). Hal ini perlu untuk menghindari penipuan keuangan yang dapat merugikan kita,” ungkapnya, dalam pemaparan materinya terkait “Edukasi Pengelolaan Keuangan dan Waspada Investasi Ilegal”.

Ia menjelaskan, untuk 2L yang dimaksud yakni, prinsip Legal dilakukan dengan memastikan pihak yang menawarkan investasi memiliki izin dari otoritas yang berwenang. Sedangkan, pada prinsip Logis dilakukan dengan memastikan keuntungan yang ditawarkan masuk akal dan sebanding dengan risiko yang melekat pada investasi tersebut.

Lanjutnya, penguatan edukasi keuangan ini diarahkan untuk membekali masyarakat dengan pemahaman mengenai pentingnya perencanaan dan pengelolaan keuangan secara bijak, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali dan menghindari berbagai modus penawaran investasi ilegal yang dapat menimbulkan kerugian.

Baca Juga : OJK Bekali Masyarakat Pesisir Jeneponto Cerdas Kenali Produk dan Layanan Jasa keuangan

“Literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang mampu mengambil keputusan keuangan secara tepat,” tegasnya.

Menurutnya, pemahaman keuangan yang baik perlu diikuti dengan perilaku keuangan yang sehat, termasuk kemampuan menyusun skala prioritas, mengelola pendapatan dan pengeluaran, menyiapkan dana untuk kebutuhan masa depan, serta memahami manfaat dan risiko dari setiap produk dan layanan jasa keuangan.

“Masyarakat yang memiliki literasi keuangan yang baik akan lebih mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, memahami manfaat dan risiko produk jasa keuangan, serta memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai risiko keuangan, termasuk penipuan dan investasi ilegal,” kata Nurali.

Baca Juga : Baruga Market Jadi Wadah Pengembangan UMKM Warga Bukit Baruga Makassar

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi konsumen sektor jasa keuangan yang cerdas, cermat, dan kritis.

“Apabila menemukan tawaran investasi atau aktivitas keuangan yang mencurigakan, masyarakat diimbau untuk melakukan pengecekan legalitas terlebih dahulu dan memanfaatkan kanal informasi serta layanan konsumen OJK,” ujarnya.

Program GENCARKAN merupakan salah satu upaya OJK untuk mengakselerasi peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, lembaga pendidikan, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Melalui sinergi tersebut, edukasi keuangan diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.

Baca Juga : Tak Hanya Pulihkan Sistem, PLN Siapkan Penguatan Jangka Panjang Sulbagsel melalui 5,2 GWp PLTS dan 8,2 GWh BESS

Sementara, Wakil Bupati Bantaeng, Sahabuddin menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan edukasi keuangan yang dilakukan OJK. Peningkatan literasi keuangan menjadi bagian penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

“Kami menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan edukasi keuangan ini. Peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan sangat penting agar masyarakat dapat mengelola pendapatan secara lebih bijak, memanfaatkan layanan jasa keuangan secara tepat, serta terlindungi dari berbagai bentuk penipuan dan investasi ilegal,” ujarnya.

Lebih lanjut, sinergi antara OJK dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng diharapkan dapat terus diperkuat dalam rangka memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan upaya meningkatkan inklusi keuangan yang tidak hanya berorientasi pada perluasan akses, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki pemahaman dan kemampuan untuk menggunakan produk dan layanan jasa keuangan secara bertanggung jawab.

Baca Juga : Tak Hanya Pulihkan Sistem, PLN Siapkan Penguatan Jangka Panjang Sulbagsel melalui 5,2 GWp PLTS dan 8,2 GWh BESS

Melalui pelaksanaan GENCARKAN di Kabupaten Bantaeng, OJK bersama Pemerintah Kabupaten Bantaeng berkomitmen untuk terus membangun masyarakat yang cakap finansial, semakin inklusif, produktif, dan terlindungi, sehingga dapat mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646