REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar menilai kinerja sektor jasa keuangan turut mendukung penguatan aktivitas ekonomi di Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya pada Triwulan I 2026.
“Kinerja sektor keuangan hingga triwulan pertama tahun ini tetap solid dengan pertumbuhan yang positif di berbagai sektor,” ujar Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, dalam keterangannya, kemarin.
Stabilitas sektor jasa keuangan ini tercermin dari kinerja positif pada sektor perbankan, pasar modal, dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) yang terus menunjukkan pertumbuhan secara berkelanjutan. Sehingga, kondisi tersebut turut mendukung aktivitas ekonomi daerah serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi regional.
Baca Juga : Matangkan Draft Ranperda Kebudayaan, Pansus DPRD Sulsel Konsultasi Langsung ke Menbud Fadli Zon
“Di triwulan I 2026 pertumbuhan ekonomi sebesar 6,88 persen secara year on year (yoy). Ini meningkat dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,78 persen yoy,” terangnya.
Sementara, secara garis besar pada kinerja sektor keuangan seperti perbankan yaitu pada total aset tumbuh sebesar 4,12 persen yoy menjadi Rp213,44 triliun. Kemudian,Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,33 persen yoy menjadi Rp147,41 triliun.
“Di sisi penyaluran dana, kredit perbankan tumbuh sebesar 5,19 persen secara yoy menjadi Rp174,39 triliun,” terang Muchlasin.
Baca Juga : Wali Kota Munafri Tawarkan Kolaborasi dengan BMKG, Cuaca Harian Masuk Superapps Lontara Plus
Selanjutnya, pada kinerja Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) di Sulawesi Selatan pada Triwulan I 2026 tumbuh positif di berbagai industri. Penyaluran pembiayaan pada perusahaan pembiayaan tercatat sebesar Rp19,26 triliun tumbuh 0,79 persen yoy, sementara itu, total pembiayaan pada perusahaan modal ventura mencapai Rp368 miliar atau tumbuh 0,56 persen yoy.
Pertumbuhan tertinggi tercatat pada industri pergadaian dengan total pembiayaan mencapai Rp12,57 triliun atau tumbuh sebesar 61,08 persen yoy. Sedangkan, pada kinerja pasar modal juga menunjukkan perkembangan yang positif seiring meningkatnya minat dan partisipasi masyarakat dalam aktivitas investasi.
Pada posisi Maret 2026, jumlah investor atau Single Investor Identification (SID) tercatat mencapai 525.596 SID atau tumbuh 57,63 persen (yoy).
Baca Juga : Dari Skutik hingga Motor Sport Jadi Jawara, Yamaha Borong Tujuh Penghargaan Otomotif 2026
“Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan dan antusiasme masyarakat terhadap instrumen pasar modal sebagai alternatif pengelolaan keuangan dan investasi jangka panjang,” ungkapnya.
