OPINI: Di Balik Valentine Days

0

Oleh: Muh. Hafiz (Reporter Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, — Di era kini (zaman now), Valentine Days biasa diartikan dengan hari dimana sepasang kekasih saling mengekspresikan perasaan cinta, kasih sayang, romantisme. Valentine Days diperingati pada tanggal 14 februari. Namun suhu Valentine Days ini bahkan sudah terasa jauh sebelum harinya tiba. Warna-warni hiasan bunga, kue, coklat, boneka, kado, cincin, kalung, dan tempat-tempat lending sudah melekat menjadi identitas tersendiri dari Valentine days.

Banyak kalangan anak muda yang menganggap Hari Valentine ini sebagai waktu yang tepat dalam mengekspresikan cintanya, menaikan level kasih sayangnya, dan melakukan ritual romantis atau mungkin ritual porno bareng manusia yang dianggapnya “kekasih”.

Namun, apakah ada yang pernah mengetahui bagaimana sejarah valentine days? Bukan maksud menggurui, tapi ini hanyalah persoalan sudut pandang, bagaimana kita menempatkan atau mengasumsikan makna dari suatu peristiwa (facta historis).

Ada banyak versi yang coba menjelaskan bagaimana sejarah Valentine Days. Seperti yang disebutkan di atas tadi, ini hanyalah persoalan sudut pandang, bagaimana seharusnya kita menempatkan makna dari suatu peristiwa! Apakah kita bersepakat dengan pemaknaan bahwa Valentine Days adalah hari untuk mengekspresikan cinta, menaikan level cinta, membeli boneka, coklat untuk pasangan, melakukan hal-hal yang romantis atau bahkan ritual porno bersama kekasih. Ataukah kita akan bersepakat pada pemaknaan yang lain, pemaknaan yang lebih humanis dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan?

Ada versi yang menghubungkan Valentine Days dengan hari raya paganisme di era Romawi kuno, Lupercus, dewa kesuburan dalam kepercayaan Romawi kuno. Ada juga versi yang menghubungkan Valentine Days dengan bulan Gamelion dalam kalender Yunani kuno, dimana dibulan Gamelion tersebut diadakan perayaan untuk memperingati pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Perlawanan Santo Valentinus

Dari sekian versi diatas, ada versi yang paling terkenal dan lebih mendunia. Kisah Saint Valentinus atau Santo Valentinus. Dia adalah seorang pemuka agama yang hidup diantara masyarakat Roma pada abad ke-3 Masehi.

Pada waktu itu, Roma dikuasa oleh seorang kaisar yang bernama Claudius II. Sebagaimana layaknya kaisar Roma lainnya, Kaisar Claudius II juga gemar berperang demi memperoleh suplai tenaga budak guna menggerakkan sistem produksi masyarakat Romawi Kuno.

Tidak bisa dipungkiri, di era Yunani dan Romawi kuno peperangan menjadi salah satu senjata utama dalam corak produksi perbudakan, semakin banyak pihak yang berhasil dikalahkan, maka semakin banyak pula budak yang berhasil diperoleh.

Dalam Wikipedia, dikisahkan bahwa Claudius II adalah seorang kasiar yang berambisi menjadikan semua pria dalam kekaisaran Roma sebagai prajurit perang. Bahkan demi mewujudkan ambisi itu, claudius II mengeluarkan sebuah peraturan tentang pelarangan bagi kaum pria untuk berkeluarga atau menikah.

Dalam kondisi yang demikian, banyak masyarakat roma yang menentang peraturan tersebut. Termasuk didalamnya adalah Santo Valentinus. Secara sembunyi-sembunyi Santo Valentinus melangsungkan upacara/ritual pernikahan bagi para pria dan prajurit roma yang memiliki kekasih.

Berita tentang upacara pernikahan tersebut sampai ditelinga Kaisar Claudius II dan berhujung ditangkapnya santo valentinus. Akhirnya, pada tanggal 14 februari, santo valentinus dihukum mati dengan cara dipenggal.

Hal yang bisa kita ambil dari kisah Santo Valentinus diatas adalah “Semangat perlawanan” terhadap kekuasaan yang pongah, merenggut hak asasi, dan fasis. Keberaniannya menikahkan para serdadu yang dilarang menikah oleh kaisar dapat dipandang sebagai bentuk perlawanan terhadap struktur perbudakan yang melestarikan peperangan hingga mengorbankan kebahagiaan privat warga Roma.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here