REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Sebanyak tiga putra-putri lokal diberangkatkan Pemerintah Kabupaten Gowa untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Sampoerna. Ketiganya merupakan pelajar terbaik di sekolahnya masing-masing.
Hal yang dilakukan pemerintah daerah ini sebagai langkah taktis untuk memperkuat investasi Sumber Daya Manusia (SDM) dan memastikan keberlanjutan pembangunan daerah melalui sektor pendidikan. Ketiga siswa-siswi tersebut yakni Muhammad Fahri Yasin dari SMA Al-Fityan School Gowa, Nurfaadhilah Izzatun Kaishar dari SMAN 1 Gowa, dan Nurul Resky Aulia dari SMAN 14 Gowa.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengatakan, kebijakan beasiswa ini merupakan intervensi langsung pemerintah daerah untuk menjamin akses pendidikan tinggi berkualitas bagi siswa berprestasi. Apalagi peningkatan SDM berbasis pendidikan adalah program prioritas strategis dari pemerintah.
Baca Juga : Bursa Sajadah Kini Hadir di Makassar, Usung Konsep Modern dan Premium dengan Harga Kompetitif
“Pemberian beasiswa adalah bentuk keseriusan dan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM. Karena kami sadar bahwa masa depan Kabupaten Gowa ada di tangan generasi muda yang cerdas, disiplin, dan berpendidikan,” katanya, saat menerima tiga pelajar penerima beasiswa kerja sama Pemerintah Kabupaten Gowa dan Yayasan Putera Sampoerna, di Ruang Kerja Bupati Gowa, Kantor Bupati Gowa, kemarin.
Lanjutnya, melalui alokasi anggaran daerah dan skema kolaborasi, pemerintah menutup celah agar tidak ada aset SDM potensial yang terbuang sia-sia. Selain itu, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa tidak ada putra dan putri daerah yang cerdas dan memiliki potensi akademik yang tinggi namun harus putus kuliah karena keterbatasan biaya.
“Beasiswa ini adalah amanah, maka gunakan beasiswa ini dengan -baiknya untuk menunjang kebutuhan akademik. Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Jadilah agen perubahan, berprestasi, dan jadikan ilmu kalian sebagai bekal untuk membangun daerah,” pesannya.
Baca Juga : Respons Positif Rekomendasi Komisi E DPRD Sulsel, RSUD Haji Makassar Kini Fokus Benahi Layanan Publik
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufiq Mursad memaparkan bahwa program ini menggunakan skema pembiayaan kolaboratif dengan proses seleksi yang sangat ketat dan objektif.
“Untuk rencana penerimaan kerja sama Pemkab Gowa dengan Sampoerna Foundation itu adalah lima orang. Dua yang kita biayai dari pemerintah daerah, dan tiga dibiayai oleh Sampoerna Foundation. Adapun seleksinya itu dilaksanakan sepenuhnya oleh Sampoerna Foundation,” jelas Taufiq.
Tingkat kompetisi program ini cukup tinggi, memastikan hanya kandidat yang memenuhi standar akademik yang lolos.
Baca Juga : Tolak Framing Media yang Menyesatkan, NasDem Sulsel Gelar Aksi Damai di Makassar
“Kalau pendaftaran kemarin kurang lebih ada 40 orang, dan setelah diseleksi, kita berhasil mendapatkan tiga orang terbaik,” tambahnya.
Taufiq memproyeksikan investasi pendidikan ini akan menghasilkan lulusan yang secara akademis dan teknis siap berkontribusi pada program-program strategis di Gowa.
Mewakili rekan-rekannya, Nurfaadhilah Izzatun Kaishar menyuarakan komitmennya untuk mengembalikan nilai investasi daerah tersebut dalam bentuk pengabdian.
Baca Juga : Lewat Program Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Pastikan Pemenuhan Gizi Masyarakat
“Saya sangat bangga dan sangat senang karena dapat mengharumkan nama keluarga. Saya juga dapat membawa nama Gowa dengan harapan saya bisa belajar dengan baik di sana, dan kembali untuk membangun Gowa,” tutup Nurfaadhilah.
