0%
logo header
Senin, 04 Mei 2020 23:22

Penerima BLT di Wajo Berdasarkan Data Tahun 2015, Bupati Amran Mahmud Gelar Rapat Mendadak

Penerima BLT di Wajo Berdasarkan Data Tahun 2015, Bupati Amran Mahmud Gelar Rapat Mendadak

REPUBLIKNEWS.CO.ID, WAJO — Rapat pemantapan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) digelar dalam rangka membahas mekanisme penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Wajo.

Rapat Offline tersebut dipimpin Bupati Wajo Amran Mahmud, yang diikuti Wabup Wajo, Sekda Wajo, Inspektur, Kepala OPD, Para Camat, Ketua Apdesi, Kepala Pos Sengkang/Bone, Kepala BNI dan BRI Wajo dan Kepala Bappelitbangda Wajo, di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Senin (04/05/2020).

Bupati Wajo Amran Mahmud, dalam arahannya menyampaikan permohonan maaf karena rapat digelar secara Offline namun yang seharusnya dilakukan secara Online.

Baca Juga : Penilaian Berbasis IYB Jadikan Bone Role Model Tata Kelola Perkebunan Berkelanjutan

Dikatakan bahwa rapat kali ini dianggap Urgen karena bantuan BLT syarat dengan potensi konflik dikarenakan menyangkut soal perasaan, sementara pemicunya yaitu Data yang diturunkan masih Data tahun 2015.

“Saya harap Camat dan Kades mengawal kegiatan ini dan Data ditempel di papan Informasi sehingga masyarakat mengetahui siapa saja yang berhak menerima BLT,” kata Amran Mahmud.

“Begitupun posko pengaduan dan posko tim cepat penyelesaian pengaduan dibentuk mulai tingkat Desa hingga tingkat Kecamatan,” tambahnya.

Baca Juga : OJK Beri Kepastian Hukum dan Pelindungan Bagi Nasabah Dana Pensiun

Sementara Wakil Bupati Wajo Amran, mengatakan bahwa Rumah Jabatannya dijadikan posko pengaduan karena sebelumnya telah menyampaikan kepada masyarakat bahwa bantuan BLT disalurkan sebelum Bulan Puasa.

“Berbagai macam keluhan yang saya terima, olehnya itu Inspektorat mengawasi bantuan ini,” ucap Amran.

Sekda Wajo Amiruddin, berpendapat bahwa untuk memastikan keberhasilan penyaluran adalah tepat sasaran sehingga sangat diharapkan dukungan tentang bagaiman mengantisipasi persoalan dilapangan.

Baca Juga : Diskominfo-SP Gowa Dorong Penyediaan Data Statistik Sektoral Lebih Akurat dan Lengkap

“Pasti ada yang protes, makanya itu harus ada jawaban disiapkan, contohnya di Data masih tercantum namanya padahal dia sudah meninggal,” sebut Jenderal PNS di Kabupaten Wajo ini. (Yusuf)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646