0%
logo header
Jumat, 22 Maret 2024 13:48

Pepsodent Edukasi Santri Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Bulan Ramadan

Chaerani
Editor : Chaerani
Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2024 yang digelar Pepsodent bersama PDGI, AFDOKGI, dan ARSGMPI dirangkaikan dengan Edukasi Kesehatan Gigi Gratis oleh dokter dari RSGM FKG Unpad kepada santri, di Rumah Tahfidz Qur'an Anak Bandung, kemarin. (Dok. PT Unilever)
Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2024 yang digelar Pepsodent bersama PDGI, AFDOKGI, dan ARSGMPI dirangkaikan dengan Edukasi Kesehatan Gigi Gratis oleh dokter dari RSGM FKG Unpad kepada santri, di Rumah Tahfidz Qur'an Anak Bandung, kemarin. (Dok. PT Unilever)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — PT Unilever melalui brand Pepsodent melanjutkan kampanye “Senyum Sehat Indonesia” untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut bagi 2 juta anak sekolah dan santri di Indonesia. Kampanye ini pun dilakukan di momen perayaan guna mengajak para santri untuk tetap menjaga kesehatan gigi dan mulut selama menjalankan puasa.

Kampanye “Senyum Sehat Indonesia” ini pun digelar pada Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2024 yang digelar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), dan Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI).

Ketua Pengurus Besar PDGI drg. Usman Sumantri mengatakan, kesadaran masyarakat Indonesia dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut masih sangat rendah. Padahal besar pengaruhnya terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh, termasuk di tengah menjalani ibadah puasa Ramadan.

Baca Juga : 13 Fakultas Deklarasikan Ikatan Alumni UMI

Lanjutnya, mengingat tahun ini Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia bertepatan dengan Ramadan. Sehingga secara khusus pihaknya memberikan edukasi untuk menjawab kegelisahan masyarakat mengenai perawatan dokter gigi selama berpuasa.

“Edukasi berkelanjutan masih menjadi prioritas guna membantu masyarakat memperbaiki perilaku dan kebiasaan merawat kesehatan gigi dan mulut. Untuk itu, kami terus mengajarkan pentingnya sikat gigi dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, serta rutin konsultasi ke dokter gigi setiap enam bulan sekali,” ujarnya, di sela-sela Peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2024, di Ballroom Masjid Agung Trans Studio Bandung, kemarin.

Ia mengungkapkan, sebagai latar belakang, pada 2018 kegelisahan ini telah mendorong PDGI Bandung untuk meminta fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung.

Baca Juga : Pekerja Rentan di Desa Akan Dijamin Perlindungan Ketenagakerjaan

“Setelah dikaji dari sisi medis dan agama, sejumlah tindakan seperti pembersihan karang gigi, pencabutan maupun penambalan gigi, hukumnya tidak membatalkan puasa. Pembahasan secara detil tercantum dalam Fatwa MUI Kota Bandung Nomor: 250/E/MUI-KB/V/2018 mengenai Tindakan Kedokteran Gigi,” terangnya.

Menurutnya, selama 90 tahun, Pepsodent secara konsisten telah berkontribusi positif membawa kebaikan bersama seluruh mitranya, dan telah menjaga lebih dari 30 juta senyum sehat masyarakat Indonesia. Pencapaian ini dilakukan melalui program tahunan yang mencakup edukasi dalam membiasakan sikat gigi dua kali sehari sesudah sarapan dan sebelum tidur, serta rutin periksa ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekali, hingga penyediaan pelayanan kesehatan gigi dan mulut gratis.

“Kami berharap masyarakat tidak lagi bimbang pergi ke dokter gigi selama Ramadan karena tindakan perawatan yang dilakukan secara berhati-hati dan tidak berlebihan, tidak akan membatalkan puasa. Besar pula harapan kami seluruh agenda yang telah direncanakan PDGI dengan AFDOKGI, ARSGMPI dan Unilever Indonesia melalui brand Pepsodent dapat terlaksana dengan baik sehingga bersama-sama kita semua mampu mewujudkan senyum sehat Indonesia,” harap drg. Usman.

Baca Juga : Teliti Soal Perilaku Politisi Perempuan, Desy Ratnasari Jadikan DPRD Sulsel Sebagai Lokus Penelitian Doktornya

Sementara, Da’i Nasional bersertifikasi MUI & Kemenag RI Ustad Zulkarnain Muhammad Ali menyampaikan, bahwa sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan begitu banyak karunia pada manusia. Sehingga, merupakan sebuah tanggung jawab untuk merawat pemberian Allah, termasuk gigi agar selalu dijaga kebersihannya.

“Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam yang senantiasa bersiwak setiap berwudhu, meski sedang berpuasa. Selain itu, seorang muslim wajib mengutamakan kemaslahatan dirinya, tidak terkecuali perihal gigi,” katanya.

Ia mengungkapkan, dalam satu riwayat Imam Madzhab seperti Imam Maliky bahwa puasa makruh bagi orang dengan uzur untuk segera mengobati sakit gigi guna menghindari kemudharatan lain seperti timbul penyakit baru, penyakit bertambah parah, atau menderita sakit luar biasa.

Baca Juga : The 3rd Mayor Meeting for Eastern Indonesia di Makassar Bahas Implementasi KTR

“Jangan menjadikan puasa sebagai halangan merawat kesehatan gigi, justru bersemangatlah memastikan gigi dan mulut tetap sehat agar dapat memaksimalkan fokus ketika menjalankan segala amal ibadah Ramadan yang hanya setahun sekali, dan kita pun dapat bersilaturahmi bersama keluarga dan kerabat dengan nyaman,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua ARSGMPI drg. Julita Hendrartini mengungkapkan, saat ini terjadi penurunan jumlah kunjungan pasien di sejumlah RSGM FKG Universitas di berbagai kota selama bulan Ramadan. Salah satunya, di RSGM FKG Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, dimana presentasenya turun sebesar 20 persen, sedangkan di RSGM FKG Universitas Padjadjaran, Bandung, turun sebanyak 35 persen. Bahkan di RSGM FKG Universitas Sumatera Utara, Medan, penurunannya mencapai hingga 50 persen.

“Padahal, kunjungan ke dokter gigi tetap dapat dilakukan dan justru tidak boleh ditunda bagi yang giginya bermasalah agar kondisinya tidak makin parah. Jika permasalahan gigi bertambah lebih serius, maka akan membutuhkan lebih banyak waktu, tenaga dan biaya untuk mengobatinya,” katanya tegas.

Baca Juga : The 3rd Mayor Meeting for Eastern Indonesia di Makassar Bahas Implementasi KTR

Head of Professional Marketing Personal Care Unilever Indonesia drg. Ratu Mirah Afifah mengatakan, pihaknya mengawali kampanye ‘Senyum Sehat Indonesia’ dengan ‘Pelatihan Santri Berseri; Bercahaya, Sehat, dan Percaya Diri’ sejak Januari 2024 di 11 kota di Indonesia.

“Hingga kini, sebanyak 10.000 santri telah menerima manfaat positif dari program tersebut,” katanya.

Lanjut drg. Ratu, saat ini dengan dukungan 65 PDGI cabang, 30 FKG serta RSGM di seluruh Indonesia, pada peringatan Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2024 menargetkan untuk menjangkau lebih dari 50.000 santri di 100 pesantren yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga : The 3rd Mayor Meeting for Eastern Indonesia di Makassar Bahas Implementasi KTR

Ia mengungkapkan, guna mengedukasi masyarakat agar tidak lagi ragu ke dokter gigi meski sedang berpuasa, pihaknya menyediakan akses perawatan gigi dan mulut melalui layanan teledentistry. Kemudian, di Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2024, PDGI, AFDOKGI, ARSGMPI bersama Pepsodent melanjutkan rangkaian kampanye “Senyum Sehat Indonesia” yang menargetkan untuk memberikan manfaat ke 2 juta anak sekolah dan santri di Indonesia.

Citra Kirana, selebritas yang sangat peduli dengan kesehatan diri dan keluarganya mengaku bahwa dirinya percaya senyum sehat adalah kunci dari tubuh yang kuat.

“Karena aku pernah sakit gigi sampai nggak ngenakkin banget dan jadi susah beraktivitas. Apalagi sakit gigi nggak kenal waktu, pernah juga terjadi saat Ramadan. Pastinya sempat galau ya, kalau ke dokter gigi apakah puasaku jadi batal? Jadi lega setelah menyimak diskusi hari ini, aku dan keluarga lebih mantap untuk tetap berkonsultasi ke dokter gigi, meski di bulan Ramadan,” katanya.

Baca Juga : The 3rd Mayor Meeting for Eastern Indonesia di Makassar Bahas Implementasi KTR

Selain itu, katanya, tentunya diiringi kebiasaan merawat kesehatan gigi dengan produk berkualitas yang memberikan banyak kebaikan seperti Pepsodent Herbal.

“Kandungan alaminya membantu gigi tetap sehat dan membuat nafas segar seharian. Insyaa Allah saya dan keluarga bisa lebih optimal mengejar keberkahan Ramadan, tanpa gangguan,” katanya.

Hal senada dikatakan Ketua AFDOKGI Prof. drg. Suryono. Ia menekankan, kolaborasi dan rangkaian kampanye ‘Senyum Sehat Indonesia’ sangat penting karena bersama-sama menyasar komunitas yang membutuhkan edukasi dan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut, seperti pesantren.

Baca Juga : The 3rd Mayor Meeting for Eastern Indonesia di Makassar Bahas Implementasi KTR

“Para santri putra atau putri hidup secara komunal, sehingga jika gaya hidupnya kurang sehat maka dapat memengaruhi kualitas kesehatan hingga proses belajar mereka,” ujarnya.

Selain kunjungan secara langsung, dokter gigi dari 30 FKG di Indonesia juga akan membuka layanan teledentistry secara bergantian untuk memudahkan masyarakat berkonsultasi dengan tenaga profesional yang mungkin jumlahnya masih terbatas di beberapa wilayah.

“Hari ini secara simbolis kegiatan kami mulai bersama FKG RSGM UNPAD dengan memeriksa kesehatan gigi dan mulut 50 santri dan santri putri dari Rumah Tahfidz Qur’an Anak Bandung,” tutupnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646