0%
logo header
Jumat, 25 November 2022 07:41

Percepatan Penurunan Stunting di Enrekang, Bupati Muslimin Bando Raih Diamond Award IHIA VI-2022

Asril Astian
Editor : Asril Astian
Bupati Enrekang Muslimin Bando, saat menerima penghargaan dari Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo, Kamis (24/11/2022). (Istimewa)
Bupati Enrekang Muslimin Bando, saat menerima penghargaan dari Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo, Kamis (24/11/2022). (Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Kabupaten Enrekang meraih penghargaan pada Indonesia Healthcare Innovation Award (IHIA) VI-2022.

Bupati Enrekang Muslimin Bando, menghadiri dan menerima trophy serta piagam penghargaan, di The Ballroom Djakarta Theater, Kamis (24/11/2022) malam. Hadir mendampingi Bupati, Kadis Kesehatan Sutrisno dan Sekretaris Disdalduk-KB Enrekang.

Penghargaan langsung diserahkan oleh Kepala BKKBN Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K). Acara itu juga dihadiri Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, dan Dirjen Tenaga Kesehatan Kemenkes drg Arianti Anaya,M.KM.

Baca Juga : BKKBN Akui Provinsi Sulsel Tercepat Bentuk Tim Penurunan Sunting

Enrekang meraih Platinum Award, karena menjadi satu dari tiga daerah terbaik dalam Kategori Percepatan Penurunan Stunting.

“Alhamdulillah penghargaan ini kita persembahkan untuk Kabupaten Enrekang, khususnya pada semua pihak yang telah bekerja keras dalam upaya kita menekan angka prevalensi stunting,” kata Bupati.

Bupati memaparkan, Prevalensi Stunting Enrekang dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan cukup baik. Pada tahun 2021 berada di kisaran 21,50 persen. Tahun 2022 ini telah turun ke 19,45 persen.

Baca Juga : Muslimin Bando: Ponpes Rahmatul Asri Siap Menyambut Visi Indonesia Emas 2045

“Kita berharap dengan penghargaan-penghargaan dan apresiasi dari pelbagai pihak, menjadi pemacu kita untuk terus bekerja keras, tidak berpuas diri, sampai target nasional prevalensi stunting dibawah 14 persen di tahun 2024 bisa dicapai,” kata Bupati MB.

Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasi atas kinerja pemerintah daerah dalam upaya percepatan penurunan stunting. Menurutnya, target dibawah 14 persen pada 2024 sangat realistis jika semua pihak bekerja sama dengan baik.

Penghargaan ini, kata Dr. Hasto, adalah salah satu upaya mendorong agar pencegahan dan penanganan stunting bisa terus dimaksimalkan.

Baca Juga : Mahasiswa KKN Umpar di Desa Pabaloran Gelar Seminar Program Kerja

IHIA Awards yang kini memasuki tahun ke-enam, merupakan penghargaan prestisius. Penilaiannya sudah dimulai sejak April lalu. Dan khusus kategori ini dinilai langsung oleh pihak BKKBN bersama dewan juri yang berasal dari 16 organisasi mitra.

Ketua Umum IndoHCF, Dr. dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS, mengatakan IHIA Awards merupakan penghargaan di bidang kesehatan yang digelar rutin oleh Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF), sejak 2017.

Berlangsungnya IHIA hingga tahun keenam ini menjadi bukti komitmen IndoHCF untuk memacu inovasi dan teknologi di bidang kesehatan yang berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Baca Juga : 1 Meninggal dan 9 Luka-luka, Gubernur Andi Sudirman Salurkan Bantuan untuk korban Pohon Tumbang di Enrekang

Pada Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2022 pekan lalu, Kabupaten Enrekang juga memborong 11 penghargaan bidang kesehatan. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646