0%
logo header
Sabtu, 21 Februari 2026 12:48

Pertanian Hingga Konstruksi Bertahan Topang Pertumbuhan Ekonomi Sulsel

Chaerani
Editor : Chaerani
Sektor pertanian sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan. (Dok. Istimewa)
Sektor pertanian sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan. (Dok. Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Sebanyak tiga sektor yang terus bertahan dalam menopang pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan pada triwulan IV 2025.

Ketiga sektor tersebut jika dilihat pada sisi lapangan usaha yakni pertanian perdagangan hingga konstruksi. Pada sektor pertanian berkkontribusi 23,01 persen, kemudian perdagangan sebesar 14,61 persen, sementara konstruksi sebesar 13,09 persen.

“Ketiga sektor ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah, khususnya dalam menjaga stabilitas produksi dan distribusi barang serta jasa,” terang Kepala Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, dalam BIncang Bareng Media “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi, Mempertahankan Stabilitas”, di House of Rewako Makassar, kemarin.

Baca Juga : OJK Tegaskan Debitur Pelaku Kejahatan Perbankan Bisa Dipidana

Di sisi lain, terdapat sektor yang juga mencatat pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan sektor lainnya pada periode yang sama yaitu pertambangan dengan kontribusi 4,29 persen.

Lanjut Rizki, perekonomian Sulawesi Selatan pada periode yang sama menunjukkan akselerasi yang signifikan. Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,99 persen (qtq), meningkat dibandingkan triwulan III 2025 yang tumbuh 5,01 persen.

Kemudian, secara tahunan atau year on year (yoy), pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan berada di angka 5,18 persen. Capaian tersebut mencerminkan daya tahan ekonomi daerah yang tetap solid di tengah dinamika perekonomian global.

Baca Juga : PLN UPP Sulsel Berbagi Santunan bagi Anak Panti di Momen Ramadan

Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan menempati peringkat ke-10 dibandingkan provinsi lainnya. Hal ini menegaskan posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu motor ekonomi di kawasan Indonesia Timur.

“Pertumbuhan pada triwulan IV 2025 menunjukkan penguatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini didukung oleh permintaan domestik yang tetap terjaga serta aktivitas usaha yang semakin membaik,” ujarnya.

Ia mengatakan, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan terutama didorong oleh konsumsi rumah tangga sebesar 53,60 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 35,85 persen, dan ekspor sebesar 9,59 persen

Baca Juga : Pimpin Konsolidasi Kader di Takalar, Syaharuddin Alrif Targetkan NasDem Tambah Kursi di Dapil Sulsel I

“Kami melihat konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama pertumbuhan, didukung oleh daya beli masyarakat yang relatif terjaga serta momentum akhir tahun,” katanya.

Namun demikian, terdapat beberapa komponen pengeluaran yang mengalami kontraksi, antara lain, ekspor yang terkontraksi sebesar 1,85 persen, impor yang minus 5,96 persen, dan konsumsi pemerintah dengan kontraksi 0,48 persen

“Kontraksi tersebut dipengaruhi oleh normalisasi belanja pemerintah dan dinamika perdagangan luar negeri pada akhir tahun,” terangnya.

Baca Juga : Ini Profil Fadel Tauphan Anshar, Legislator DPRD Sulsel yang Kini Nakhodai KNPI Sulawesi Selatan

Ia menambahkan, ke depan pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas harga, mendorong investasi, serta memperluas akses pembiayaan.

“Upaya-upaya ini kita lakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan,” katanya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646