0%
logo header
Jumat, 26 November 2021 13:51

Polda Metro Jaya Amankan 15 Tersangka Anggota Ormas Pemuda Pancasila

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus, bersama Kabid Humas Kombes Pol Endra Zulpan, menggelar jumpa pers, Kamis (25/11/2021).
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus, bersama Kabid Humas Kombes Pol Endra Zulpan, menggelar jumpa pers, Kamis (25/11/2021).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 21 orang massa Pemuda Pancasila (PP) dan menetapkan 15 orang sebagai tersangka dalam aksi anarkis yang melukai anggota polisi berpangkat AKBP. Bahkan, sebanyak enam buah senjata dan dua butir peluru kaliber 38 revolver ikut diamankan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, dari 21 orang yang telah diamankan polisi, 15 orang ditetapkan jadi tersangka.

“Diamankan 21 orang yang diamankan ini dugaan pelanggaran UU Darurat yakni bawa senjata yakni sajam penikam, senjata pemukul, dan senjata penusuk,” kata Kombes Pol Tubagus bersama Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Baca Juga : Beredar Pamflet KLB PC PMII Baubau, Ketua Komsat PMII UMB: Itu Mengada-ngada

Sejumlah barang bukti yang diamankan yakni tiga buah sangkur, satu buah golok, satu buah stik golf, satu buah linggis. Polisi juga mengamankan dua buah butir peluru senjata api.

“Barbuk (barang bukti) di depan salah satunya bawa dua butir peluru yan diduga kaliber 38 revolver. Tentunya barbuk saat ini akan kami kembangkan pertama dari mana diperoleh dan untuk apa digunakan bisa mungkin senjatanya,” ujarnya.

Sebelumnya, polisi mengamankan 21 orang massa aksi Pemuda Pancasila dan menetapkan 15 orang tersangka. Peristiwa bermula pada akhir aksi demo Pemuda Pancasila di depan gedung DPR telah terjadi penyerangan terhadap petugas dengan cara brutal.

Baca Juga : Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara, Polisi Amankan Tiga Orang

“Dalam demo tadi terjadi penyerangan terhadap petugas. Ada satu anggota Polda Metro atas nama AKBP Dermawan Karosekali jabatannya Kabagops Ditlantas Polda Metro dilakukan pemukulan oleh oknum Pemuda Pancasila,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan di Polda Metro Jaya.
Saat ini AKBP Dermawan mengalami luka dan tengah dirawat di Rumah Sakit Kramatjati, Jakarta Timur. AKBP Dermawan mengalami luka serius di kepala bagian belakang yang harus dirawat secara intensif.

“Kemungkinan beberapa hari ke depan yang bersangkutan menjalankan tugas seperti biasa karena di dalam rumah sakit,” tambahnya.

Kombes Zulpan pun mengecam ormas Pemuda Pancasila, mereka yang melawan aparat hukum akan dipidana dengan sangkaan Pasal 170 KUHP.

Baca Juga : Tembus ke Pelatnas Bulutangkis, Reza dan Sofy Harumkan Nama Sulsel

“Jadi tidak boleh ada organisasi mana pun yang menempatkan dirinya di atas hukum, ini perlu menjadi catatan kita bahwa ormas Pemuda Pancasila dalam kegiatan hari ini seolah-olah menempatkan mereka di atas daripada hukum,” kata Kombes Zulpan.

Kemudian perlu saya tekankan, Polda Metro menjunjung tinggi supremasi hukum. Kegiatan penyampaian pendapat di muka umum didukung oleh peraturan dan ketentuan yang berlaku ini dilakukan dengan kegiatan-kegiatan yang tidak benar, ini akan kita lakukan penindakan,” tegas Kombes Zulpan. (Wahyu Widodo)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 852-9999-3998