Sebatang Kara, Kisah Warga Sinjai Tinggal di Gubuk Kecil: Makan dari Belas Kasihan Tetangga

  • Bagikan
kakek Palewai (52).

REPUBLIKNEWS.CO.ID, SINJAI – Kisah pilu dialami kakek Palewai (52) warga kabupaten Sinjai. Dia kini hidup sebatang kara di Gubuk kecil di Lingkungan Manggarabombang, kelurahan Samataring, Kecamatan Sinjai Timur.

Gubuk kecil nan sempit berukuran 3×2 dengan kondisi yang sangat memprihatikan menjadi tempat peristirahatan diisi beberapa pakaian yang sedang tergantung rapi.

Untuk makan sehari-hari saja, kakek Palewai terkadang mendapatkan pemberian dari tetangga. Bahkan, menjadi buruh untuk memberi pakan ternak tetangga dengan upah seikhlasnya.

“Tempat tinggalnya tidak ada dan untuk makan tiap hari, terkadang diberi oleh tetangganya,” kata Fakri salah satu tetangganya saat ditemui wartawan, kamis (25/11/2021).

Fakri menurutkan untuk bantuan dari pemerintah daerah maupun pusat bagi Palewai tidak pernah didapatnya dikarenakan kakek paruh Bayah ini tidak memiliki identitas Kartu Keluarga (KK) maupun Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Kami berharap agar ada perhatian dari pemerintah baik bantuan bahan pokok ataupun pakaian bahkan untuk tempat tinggal,” ungkapnya.

Sementara itu, kakek Palewai yang ditemui di gubuk kecilnya mengatakan belum pernah mendapatkan bantuan baik dari kelurahan maupun pemerintah Kabupaten.

“Iye, tidak pernah mendapatkan bantuan,” ucap dengan nada kecil.

Terpisah, Sekretaris Kelurahan Samataring, Alamsyah mengungkapkan belum mendapatkan laporan adanya warga dalam keadaan hidup sebatang kara dari kepala lingkungan maupun RT.

“Hari ini juga kami akan melakukan kunjungan dan melihat kondisinya,” jelas Alamsyah.

Jika memang warganya belum memiliki indentitas, kata Alam maka pihaknya akan berkoordinasi dengan kepala lingkungan untuk melihat data awal dan bergerak cepat untuk memberikan bantuan.

Insaallah, langkah awal kita akan memberikan bantuan sosial dengan inisiatif pribadi kami,” kuncinya. (Asrinto)

  • Bagikan