REPUBLIKNEWS.CO.ID, BONE — Akibat modernisasi dan perkembangan tekhnologi, secara perlahan kearifan lokal dan kebudayaan mulai tergerus.
Terutama kebudayaan dan kearifan suku Bugis. Kaum muda Millenial sekarang bahkan hampir tidak mengetahui bagaimana cara berkomunikasi, cara memanusiakan manusia dengan bahasa santun Bugis.
Lewat keresahan-keresahan inilah sehingga Film “Sumange The Movie” hadir untuk mengedukasi masyarakat terutama kaula muda soal kearifan lokal suku Bugis.
Film yg di produksi oleh Ayres 99 pictures dan disutradarai Arul Virgo yang pernah menyutradarai film Makassar Undergroun. Ceritanya sendiri diramu oleh Andhy mantra bumi dan mengambil lokasi shooting di daerah kabupaten Bone ini bertujuan untuk mempromosikan Bone khususnya dan Sulawesi Selatan umumnya.
Dengan memperhatikan tutur bahasa yang santun untuk memantik kembali generasi muda agar berbahasa yang penuh pangadereng menjadi salah satu fokus film ini.
Film ini bercerita tentang keluarga yang hidup dengan keterbatasan secara ekonomi, namun tak pernah mundur dalam hal pendidikan anak semata wayangnya. Hal itu dilakukan karena keluarga tersebut sadar akan pentingnya mewariskan ilmu pengetahuan kepada generasinya.
Andhy selaku peramu cerita dan pemeran utama mengatakan bahwa dengan berpegang pada paseng-paseng to riolo ta yang dituangkan kedalam setiap scene adegan film ini menjadikan film ini sebagai pemicu “mappalisu sumange” atau dengan kata lain membawa penonton memasuki portal masa lalu.
“Lewat keresahan akan hilangnya nilai-nilai kearifan lokal maka Film ini kami buat sebagai edukasi dengan berpegang pada paseng-paseng to riolo ta yang dituangkan kedalam setiap scene adegan film ini menjadikan film ini sebagai pemicu “mappalisu sumange” atau dengan kata lain membawa penonton memasuki portal masa lalu”, ujarnya, Kamis (12/11/2020).
Andhy melanjutkan, film “Sumange The Movie” Ini rencananya akan ditayangkan di 27 kecamatan di Kabupaten Bone .
“Film ini sangat mengedukasi dan rencananya akan diputar di-27 kecamatan di Bone dengan konsep layar tancap” imbuhnya.
Kabupaten Bone patut berbangga karena film ini akan mengikuti ajang festival film diluar negeri sebagai film budaya yang menawarkan edukasi nilai-nilai kearifan bangsa bugis pada umumnya.
Film yang digarap oleh generasi muda kreatif kabupaten Bone ini layak diberikan apresiasi yang tinggi mengingat seluruh pemain adalah orang Bone. (Andi Sinar)
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646
