0%
logo header
Rabu, 25 Februari 2026 17:49

Tekan Angka Kemiskinan dan Penanganan Stunting Jadi Fokus Pembangunan Pemkab Gowa

Chaerani
Editor : Chaerani
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang di sela-sela membuka Musrenbang Tematik Kemiskinan dan Stunting, di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu (25/02/2026). (Dok. Humas Gowa)
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang di sela-sela membuka Musrenbang Tematik Kemiskinan dan Stunting, di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu (25/02/2026). (Dok. Humas Gowa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Penekanan angka kemiskinan ekstrem hingga penanganan stunting menjadi skala prioritas yang akan didorong Pemerintah Kabupaten Gowa dalam perencanaan pembangunan kedepannya.

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengatakan, kemiskinan dan stunting merupakan dua persoalan yang berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia, serta keberlanjutan pembangunan daerah.

Menurutnya, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik ini dilaksanakan karena kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan pendapatan, tetapi juga akses terhadap pangan bergizi, layanan kesehatan, pendidikan, dan hunian layak. Sementara stunting bukan sekadar persoalan pertumbuhan fisik tapi menyangkut perkembangan kognitif, kemampuan belajar, serta produktivitas.

Baca Juga : OJK Tegaskan Debitur Pelaku Kejahatan Perbankan Bisa Dipidana

“Persoalan keduanya kami anggap bukan hanya urusan hari ini, tetapi menyangkut masa depan Kabupaten Gowa dimasa mendatang,” katanya, di sela-sela membuka Musrenbang Tematik Kemiskinan dan Stunting, di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Rabu (25/02/2026).

Ia menyebutkan, saat ini, jumlah Keluarga Miskin Ekstrem (KME) di Kabupaten Gowa tercatat sebanyak 1.015 keluarga. Pemerintah daerah menargetkan penanganan terarah agar angka tersebut terus berkurang sehingga pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat meningkat.

Sedangkan, untuk kondisi prevalensi stunting di Kabupaten Gowa menunjukkan tren penurunan hingga berada di angka 17 persen.

Baca Juga : PLN UPP Sulsel Berbagi Santunan bagi Anak Panti di Momen Ramadan

“Capaian ini patut kita syukuri, namun belum cukup. Selama masih ada keluarga yang belum sejahtera dan anak berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang, maka perhatian dan keberpihakan harus terus diperkuat,” tambah orang nomor satu di Gowa ini.

Ia menyampaikan, penanganan kemiskinan harus dilakukan secara spesifik dan berbasis kebutuhan riil di lapangan. Dimana intervensi tidak bisa dilakukan secara seragam, namun harus dipilah berdasarkan kondisi masing-masing keluarga.

“Kita sudah melakukan berbagai langkah secara teknis, namun memang perlu kajian mendalam dan pembagian tugas yang lebih spesifik dengan SKPD terkait. Menangani kemiskinan bukan berarti semua harus dibedah rumahnya, tapi dipilah mana yang perlu perbaikan rumah, mana yang perlu peningkatan akses kesehatan, pendidikan, perbaikan sanitasi seperti jamban, maupun mana yang perlu penguatan ekonomi keluarga. Intervensinya harus tepat sasaran,” tegasnya.

Baca Juga : Pimpin Konsolidasi Kader di Takalar, Syaharuddin Alrif Targetkan NasDem Tambah Kursi di Dapil Sulsel I

Tujuan utama intervensi pemerintah untuk KME bukan menjadikan masyarakat bergantung, melainkan mendorong kemandirian masyarakat itu sendiri agar mampu keluar dari kemiskinan.

“Kita tidak berbicara menghilangkan kemiskinan sampai nol, Minimal kita mengarahkan mereka agar tidak nyaman dengan zonanya, mau bergerak, mau bekerja, dan berusaha. Pemerintah hadir untuk memperbaiki kualitas hidupnya, setelah itu mereka harus tumbuh menjadi masyarakat Gowa yang mandiri,” ujarnya.

Olehnya ia berharap melalui Musrenbang Tematik ini terbangun kesepahaman dan komitmen nyata untuk membebaskan keluarga dari kemiskinan serta menyelamatkan generasi dari stunting, demi mewujudkan generasi Gowa yang sehat, cerdas, dan produktif.

Baca Juga : Ini Profil Fadel Tauphan Anshar, Legislator DPRD Sulsel yang Kini Nakhodai KNPI Sulawesi Selatan

Sementara, Kepala Bappeda Kabupaten Gowa, Sujjadan menjelaskan, Musrenbang Tematik Kemiskinan dan Stunting ini merupakan bagian dari tahapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Gowa Tahun 2027.

“Kita ingin mengidentifikasi akar permasalahan berbasis data, menyelaraskan intervensi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan, menetapkan prioritas program tepat sasaran, serta menghasilkan rekomendasi yang akan diintegrasikan dalam RKPD Tahun 2027,” ungkapnya.

Mengusung tema “Bebaskan Keluarga dari Kemiskinan, Selamatkan Generasi dari Stunting”, ini merupakan komitmen daerah dalam memperkuat konvergensi program penurunan stunting, meningkatkan efektivitas perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi keluarga miskin, serta memastikan intervensi dilakukan secara terarah berbasis data by name by address.

Baca Juga : Ini Profil Fadel Tauphan Anshar, Legislator DPRD Sulsel yang Kini Nakhodai KNPI Sulawesi Selatan

“Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tersusunnya daftar rekomendasi prioritas program yang operasional dan implementatif, sebagai pijakan mewujudkan pembangunan Gowa yang lebih maju dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646