REPUBLIKNEWS.CO.ID, JAKARTA — Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi menilai bahwa peran perempuan Indonesia harus semakin diperkuat demi berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Tak terkecuali dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, mendorong pertumbuhan ekonomi, hingga memperkuat ketahanan sosial di tengah percepatan transformasi digital. Olehnya, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sektor keuangan.
“Tentu peran dan kontribusi kepemimpinan perempuan sangat penting dan strategis, baik itu dalam lingkup keluarga, profesional, dan seluruh sektor lainnya,” ujarnya, dalam Webinar “Kartini Masa Kini: Perempuan, Pengetahuan, dan Perubahan”, di Jakarta, kemarin.
Baca Juga : Lepas JCH Makassar, Munafri Tekankan Pentingnya Memaknai Haji Sebagai Perjalanan Spiritual
Kemudian peningkatan kesejahteraan keuangan dan menjaga trust sebagai tujuan utama transformasi di sektor jasa keuangan menuju Indonesia Emas 2045. Dimana diyakini banyak didukung oleh para perempuan di sektor jasa keuangan.
Friderica juga menekankan bahwa penguatan kapasitas perempuan menjadi faktor penting dalam menciptakan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.
“Semua peran penting perempuan yang sangat luar biasa, dan harus kita dukung dan kita equip mereka dengan literasi, pengetahuan, keahlian, keterampilan yang bisa mendukung mereka mencapai kesejahteraan keluarga, maupun setidaknya melindungi mereka dari berbagai scam dan penipuan,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan bahwa perempuan memiliki peran yang semakin penting dalam ekosistem ekonomi dan digital nasional, termasuk dalam memastikan transformasi digital berjalan secara inklusif dan aman.
“Peran perempuan akan semakin hebat lagi semakin besar lagi di sektor ekonomi atau menopang pertumbuhan ekonomi negara,” tambahnya.
Untuk mendukung peran itu, ada berbagai tantangan yang perlu dihadapi kaum perempuan. Salah satu tantangannya adalah kejahatan-kejahatan keuangan yang banyak sekali menyasar perempuan.
Baca Juga : Konsistensi Pemkab Gowa Tangani Kemiskinan Ekstrem, Fokuskan Hunian Layak
“Nah bagaimana ketika kita masuk tidak hanya aksesnya yang dibuka tapi perlindungan terhadap perempuan di wilayah itu juga dijaga dengan baik,“ kata Meutya.
Menurutnya, Kementerian Komunikasi dan Digital saat ini juga sedang menggencarkan berbagai kegiatan perlindungan anak yang akan berdampak terhadap perempuan.
OJK menilai bahwa pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kapasitas, akses, dan pelindungan merupakan kunci dalam mewujudkan pembangunan nasional yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Ke depan, OJK akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong peran perempuan sebagai agen perubahan dalam pembangunan ekonomi nasional.
