0%
logo header
Minggu, 14 Juni 2026 19:19

Wali Kota Makassar Dorong Peran Rumah Ibadah Perkuat Toleransi dan Harmoni Kota

Rizal
Editor : Rizal
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat menghadiri peresmian dan penandatanganan prasasti Cetiya Zhen An Kong "Sam Ong Hu" Makassar di Jalan Pangeran Diponegoro, Makassar, Sabtu (13/6/2026). (Foto: Istimewa)
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat menghadiri peresmian dan penandatanganan prasasti Cetiya Zhen An Kong "Sam Ong Hu" Makassar di Jalan Pangeran Diponegoro, Makassar, Sabtu (13/6/2026). (Foto: Istimewa)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin melakukan penandatanganan prasasti Cetiya Zhen An Kong “Sam Ong Hu” Makassar di Jalan Pangeran Diponegoro, Makassar, Sabtu (13/6/2026). Penandatanganan prasasti tersebut sekaligus menandai peresmian hadirnya salah satu tempat ibadah agama Buddha di Makassar.

Pada kegiatan peresmian tersebut, Munafri mengaku kagum dengan bangunan rumah ibadah agama Buddha tersebut. Ia mengapresiasi rumah ibadah dua lantai tersebut dibangun dengan sangat modern dan memperhatikan setiap detail arsitektur maupun interior Tionghoa-nya.

“Saya benar-benar takjub melihat rumah ibadah ini dibuat dengan sangat serius, sangat proper. Semua ornamennya, detailnya, benar-benar sangat luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga : Wali Kota Munafri Dampingi Menhaj RI Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kota Makassar

Namun demikian, Munafri menegaskan bahwa fungsi rumah ibadah tidak hanya sebagai tempat beribadah. Melainkan juga menjadi ruang yang mampu membangun interaksi sosial dan mempererat hubungan antar masyarakat.

Ia mengajak seluruh pengurus rumah ibadah untuk membangun toleransi dan memperhatikan masyarakat di sekitar lingkungan tempat ibadah. Hal itu kata dia, sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai kebersamaan dan kerukunan di Kota Makassar.

“Rumah ibadah harus menjadi tempat asimilasi bagi para penganut agama untuk bersosialisasi dengan masyarakat di sekitarnya. Bukan hanya bangunannya yang bagus, tetapi juga bagaimana kita memperhatikan saudara-saudara yang ada di sekitar rumah ibadah,” katanya.

Baca Juga : Penertiban Pallubasa Serigala Jadi Bukti Ketegasan Pemkot Makassar Kembalikan Fungsi Fasum

Menurut Munafri, toleransi merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas daerah. Ia menyampaikan keberhasilan Kota Makassar masuk dalam 10 besar kota toleran di Indonesia menjadi capaian yang harus terus dipertahankan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Alhamdulillah, Kota Makassar tahun ini sudah masuk 10 besar kota toleransi di Indonesia, berada di peringkat sembilan. Ini harus terus kita jaga dengan membangun kebersamaan di tengah keberagaman yang kita miliki,” tuturnya.

Lebih lanjut, wali kota yang akrab disapa Appi ini juga menjelaskan bahwa kehidupan masyarakat yang harmonis akan melahirkan stabilitas sosial. Dan kondisi positif tersebut akan berdampak baik terhadap pertumbuhan investasi dan perekonomian daerah.

Baca Juga : Hasil Perjuangan Munafri Ke Pusat, Pete-pete Laut Kini Dinikmati Warga Sangkarrang Secara Gratis

“Toleransi sangat penting untuk menjaga stabilitas sebuah daerah. Kalau stabilitasnya bagus, investasinya akan lancar. Kalau investasi aman, makin banyak orang datang ke Makassar membawa peluang ekonomi, dan pada akhirnya masyarakat akan semakin sejahtera,” jelasnya.

Terakhir, Appi menyampaikan atas nama Pemerintah Kota Makassar, ia mengapresiasi seluruh pengurus Yayasan Zhen An Kong Makassar atas berdirinya rumah ibadah tersebut.

Ia berharap keberadaan Cetiya Zhen An Kong dapat memperkuat nilai toleransi, serta menjadi bagian dari simbol pembangunan Kota Makassar yang inklusif dan harmonis.

Baca Juga : Bupati Gowa Nilai Sensus Ekonomi Bantu Pemerintah Susun Kebijakan yang Akurat

Adapun peresmian tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat umat Buddha, diantaranya Ketua DPD WALUBI Sulawesi Selatan Henry Sumitomo, serta Ketua DPD Majubuthi Sulawesi Selatan, Pendeta Roy Rushim.

Selain itu hadir Perwakilan DPD KCBI Sulawesi Selatan Caroline Couri, Dewan Pembina Yayasan Zhen An Kong Makassar Wilson Tiodang, Ketua Yayasan Zhen An Kong Makassar Erdy Wijaya, serta para pengurus yayasan. (*)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646