0%
logo header
Kamis, 23 Juni 2022 13:56

Warga Kategori ‘Baclog’ Hadir di Mamasa

La Saddam
Editor : La Saddam
Sejumlah Warga Kabupaten Mamasa Hadir Dalam Program 'Merdeka' Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Mamas. (Foto: Jupran Panandang)
Sejumlah Warga Kabupaten Mamasa Hadir Dalam Program 'Merdeka' Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Mamas. (Foto: Jupran Panandang)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAMASA — Demi menciptakan kenyamanan hunian warga Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat (Sulbar), beberapa cara dilakukan Dinas Perumahan dan Pemukiman.

Program tersebut diberi nama Program “Merdeka” yang digagas langsung oleh Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Gusti Harmiawan.

Menurutnya, itu adalah terobosan yang baru kepada masyarakat yang ada di pelosok desa wilayah Kabupaten Mamasa.

Baca Juga : Serahkan Hasil Kepatuhan Pemkab Mamasa, Ombudsman: Sebagai Upaya Peningkatan Pelayanan Publik

“Yang dimaksud program Merdeka adalah akronim, yang menyediakan Lahan Hunian baru bagi masyarakat Kategori Backlog melalui budaya di Mamasa, yang disebut ‘Mararuk Tondok’, arti Mararuk Tondok dalam bahasa Mamasa adalah Prosesi meresmikan suatu tempat, dengan batas tertentu untuk menjadi pemukiman baru guna pembangunan rumah -rumah warga dalam area tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan Inovasi tersebut adalah metode penyediaan unit lahan hunian baru atau perkampungan baru bagi masyarakat. Secara khusus keluarga yang masuk kategori backlog.

“Program backlog adalah mendorong kearifan lokal dengan istilah Mararuk Tondok,” jelas Gusti Harmiawan.

Baca Juga : Serahkan Hasil Kepatuhan Pemkab Mamasa, Ombudsman: Sebagai Upaya Peningkatan Pelayanan Publik

Gusti Hermiawan, lanjut mengatakan mengenai program ini. Dirinya juga sebagai Reformer. Selain untuk proyek aksi perubahan sebagai peserta PKN Tingkat II Angkatan V Tahun 2022 Puslatbang KMP LAN Makassar, juga sebagai jawaban bagi warga kategori Backlog.

“Kita melaksanakan Program Merdeka, di Desa Balla Tumuka’, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa,” lanjutnya.

Dikatakan Gusti Harmiawan program ini bertujuan untuk perlindungan dan pelestarian lingkungan permukiman tradisional, sebagai salah satu andalan objek wisata di Kabupaten Mamasa.

Baca Juga : Serahkan Hasil Kepatuhan Pemkab Mamasa, Ombudsman: Sebagai Upaya Peningkatan Pelayanan Publik

Selain itu kata dia, fungsi ruang yang tersisa dalam kampung tidak dimanfaatkan secara tidak teratur hingga mengganggu estetika kampung.

Dengan adanya inovasi ini, akan menjadi sebuah jawaban bagi masyarakat yang masih tinggal bersama sanak saudara lantaran tidak memiliki rumah sendiri.

“Jadi warga yang belum memiliki rumah sendiri kita siapkan lahannya,” kata Gusti Hermiawan, Kamis (23/06/2022).

Baca Juga : Serahkan Hasil Kepatuhan Pemkab Mamasa, Ombudsman: Sebagai Upaya Peningkatan Pelayanan Publik

Gagasan Gusti Hermiawan ini, mendapat respon positif dari Bupati Mamasa, Ramlan Badawi, iapun mengapresiasi terobosan yang dilakukan demi masyarakat kategori Backlog.

Menurut Ramlan Badawi, dengan adanya program tersebut, tentu akan menjadi penunjang bagi masyarakat dalam meningkatkan kehidupan dan meningkatkan ekonomi.

“Ini merupakan inovasi yang sangat luarbiasa, karena benar-benar menyentuh masyarakat,” responya.

Baca Juga : Serahkan Hasil Kepatuhan Pemkab Mamasa, Ombudsman: Sebagai Upaya Peningkatan Pelayanan Publik

Ia mengatakan, proyek perubahan yang telah dilounching itu, tidak akan berhenti sampai disitu saja, tetapi akan didorong oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hingga benar-benar selasai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Maka dari itu kita berharap kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Ramlan Badawi.

Diketahui dalam melakukan program tersebut Gusti Harmiawan tidak sendirian. Melainkan melibatkan stakholder yang ada di Kabupaten Mamasa. (*)

Penulis : Jupran Panandang/Fathir
Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646