0%
logo header
Selasa, 23 Juni 2020 18:45

500 TKA Asal Cina Masuk di Sultra, Ini penjelasan Kepala Imigrasi Kendari

La Saddam
Editor : La Saddam
Kepala Imigrasi Kelas 1 Kendari, Hajar Aswad.
Kepala Imigrasi Kelas 1 Kendari, Hajar Aswad.

REPUBLIKNEWS.CO.ID, KENDARI — Kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang berasal dari Cina mendapat sorotan dari berbagai pihak. Hal itu disebabkan kehadiran mereka di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) masih dalam kondisi masyarakat resah karena adanya pandemi corona.

Kepala Imigrasi Kelas 1 Kendari, Hajar Aswad, menyampaikan bahwa secara prosedural pihak Imigrasi akan memastikan TKA memiliki dokumen perjalanan berupa paspor dan visa kerja.

“Mereka rencananya akan tiba melalui imigrasi Manado lalu kemudian ke Kendari” ujarnya, saat ditemui awak media, Selasa (23/06/2020).

Baca Juga : Penguatan Sektor Layanan Kesehatan Hingga Penurunan Stunting Jadi Prioritas Pemkab Gowa

Lanjut, ia menyampaikan bahwa berdasarkan Permenkumham Nomor 11 Tahun 2020, TKA harus mematuhi protokol kesehatan dengan melakukan Rapid-test dan swab.

“Saat masuk ke Indonesia, mereka (TKA) harus berhadapan dengan Satgas Covid-19 yang menentukan bahwa mereka layak masuk atau tidak,” lanjutnya.

Pada saat mereka tiba di Kendari, lanjut Hajar, TKA harus melakukan karantina mandiri selama 14 hari sebelum melaporkan diri ke Kantor Imigrasi.

Baca Juga : Disertasi Doktoral Hendriansyah Temukan Orang yang Wakaf Cenderung Lebih Bahagia

“Nanti hari ke-15 baru bisa diproses izin tinggal terbatasnya supaya bisa bekerja. Itu berdasarkan hasil rapat bersama Gubernur dan DPRD Sultra,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hajar menegaskan bahwa TKA memiliki waktu 30 hari untuk melaporkan diri kepada pihak Imigrasi. Jika melewati batas waktu yang telah ditentukan, maka akan ada sanksi yang di berikan berdasarkan regulasi yang berlaku.

“Kalau tidak patuh kami akan cabut izin keimigrasiannya,” tegasnya. (Akbar Tanjung)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646