0%
logo header
Selasa, 25 Juni 2019 18:39

74 Tahun Sejak Merdeka, Masyarakat Seko Luwu Utara Akhirnya Bisa Nikmati Infrastruktur Jalan

74 Tahun Sejak Merdeka, Masyarakat Seko Luwu Utara Akhirnya Bisa Nikmati Infrastruktur Jalan

REPUBLIKNEWS.CO.ID, MAKASSAR — Daerah Seko di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan yang merupakan daerah terisolir akhirnya bisa menikmati kemerdekaan infrastruktur tahun ini.

Gubernur Sulsel Prof. Nurdin Abdullah dan Wakilnya Andi Sudirman Sulaiman menjadikan pembangunan jalan di Seko dan Rampi sebagai salah satu program prioritasnya untuk bidang infrastruktur untuk menjangkau masyarakat daerah terpencil.

Melalui akun Instagramnya, Nurdin membagikan perkembangan pembangunan jalan di daerah yang dikenal dengan daerah dengan biaya ojek termahal yang dapat menacapai Rp1 juta dengan jarak tempuh kurang lebih 126 Km itu.

Baca Juga : Indosat dan Google Cloud Komitmen Wujudkan Pengalaman Digital Berbasis AI di Indonesia

“Sesuai dengan komitmen kami untuk membangun daerah terisolir, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan saat ini sedang melakukan perbaikan jalan akses menuju daerah Seko Luwu Utara,” tulis Nurdin Abdullah di akun Instgramnya, Selasa (25/06/2019).

Nurdin juga mengatakan bahwa sudah 74 tahun sejak kemerdekaan, masyarakat Seko tidak dapat menikmati jalan yang bagus, akhirnya berdampak pada pemenuhan pelayanan kesehatan dan perekonomian.

“Dimulai dari kegiatan penimbunan dan pemadatan tanah jalan di Mabusa hingga sampai ke Seko yang bersumber dari APBN hingga APBD dalam bentuk Bantuan Keuangan Daerah,” sebut Nurdin.

Baca Juga : Jelang Idul Adha, TPID Gowa Cek Stok dan Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional

Jalan ini tahun 2019 ini sudah fungsional, sudah bisa dilewati angkutan darat, “Kita penuhi hak masyarakat akan kebutuhan jalan akses,” pungkasnya.

Adapun alokasi anggaran Seko Tahun 2019 yang diperoleh dari Dinas Bina Marga Sulsel, dari APBN (35 KM) Rp30 miliar dengan lokasi Ruas Sabbang – Tallang – Sae, KM 484 – KM 519 dengan penanganan pembukaan lahan dan pengerasan (gravel road).

APBD (29 Km) Rp 13,075 miliar untuk ruas -Sabbang -Tallang – Sae, di KM 519 – KM 548 dengan Penanganan: Pembukaan Lahan dan pengerasan (gravel road).

Baca Juga : Keluarkan Rekomendasi, Telapak Tegaskan Tak Ada Pelanggaran HAM di Kawasan Konsesi Blok Tanamalia PT VI

Dan Bantuan Keuangan (13 KM) sebesar Rp8 miliar di ruas Lambiri – Seko KM 548 – KM 561 dengan Penanganan pembukaan lahan dan pengerasan (gravel road).

(Latif)

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi.republiknews1@gmail.com atau Whatsapp +62 813-455-28646