0%
logo header
Rabu, 25 Maret 2026 20:14

AMSY Gelar Dialog Kebudayaan di Museum Balla Lompoa, Bahas Patriotisme Ketokohan Syekh Yusuf

Chaerani
Editor : Chaerani
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa, Ary Mahdin Asfari saat membuka Dialog Kebudayaan bertajuk "Spirit Patriotisme Lintas Zaman Hidupkan Kembali Syekh Yusuf", di Museum Balla Lompoa, Rabu, (25/03/2026). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa, Ary Mahdin Asfari saat membuka Dialog Kebudayaan bertajuk "Spirit Patriotisme Lintas Zaman Hidupkan Kembali Syekh Yusuf", di Museum Balla Lompoa, Rabu, (25/03/2026). (Dok. Chaerani/Republiknews.co.id)

REPUBLIKNEWS.CO.ID, GOWA — Angkatan Muda Syekh Yusuf Al-Makassari (AMSY) menggelar Dialog Kebudayaan bertajuk “Spirit Patriotisme Lintas Zaman Hidupkan Kembali Syekh Yusuf”.

Pertemuan ini berlangsung di Museum Balla Lompoa, Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Sungguminasa. Kegiatan yang menjadi rangkaian Halal bi Halal AMSY bekerjasama Merial Institute ini juga menjadi bentuk peringatan 400 tahun Syekh Yusuf dan UNESCO Anniversary.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa, Ary Mahdin Asfari mengatakan, nilai-nilai patriotisme yang dikembangkan oleh Syekh Yusuf Tuanta Salamaka ini sangat begitu besar. Syekh Yusuf yang lahir di Kabupaten Gowa, berjuang bersama kita semua, baik dalam segi agama, hingga perjuangan melawan Belanda.

Baca Juga : Lewat Workshop Hibah Penelitian dan Pengabdian Internasional, Dosen Manajemen FEB UNM Perkuat Kapasitas Riset Global

“Dan alhamdulillah, kita yang sekarang ini bisa menikmati apa yang kita rasakan. Alhamdulillah, Tuanta Salamaka Syekh Yusuf mendapatkan gelar pahlawan dari Bapak Presiden kedua, Soeharto, di tahun 1995. Dan orang tua kita ini juga mendapatkan apresiasi yang sama di Afrika sebagai pahlawan di negara tersebut. Jadi dua negara mengakui keberadaan beliau sebagai syiar Islam,” jelasnya, di sela-sela membuka pertemuan, Rabu, (25/03/2026).

Ia pun berharap, dialog-dialog seperti ini bisa berjalan terus-menerus, terkhusus di Kabupaten Gowa. Hal ini dianggap penting sebab Gowa merupakan kabupaten beradab. Apalagi, ada berbagai tempat-tempat wisata budaya diperkenalkan lebih luas lagi.

Antara lain, Makam Syekh Yusuf, Kawasan Balla Lompoa, Museum Balla Lompoa, dan Bungung Lompoa ri Bajeng.

Baca Juga : Tamsil Linrung Serukan Konsolidasi Umat, Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Kemandirian Nasional

“Ini yang harus kita sampaikan ke anak cucu kita, jangan sampai putus di era-eranya kita dengan keasyikan kita dengan gadget-gadget kita, sehingga terkikis kita punya nilai-nilai budaya yang ada,” ujarnya.

Menurut Ary, kegiatan-kegiatan seperti ini harus mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Sebab, kegiatan tersebut merupakan upaya dalam mengembalikan nuansa Museum Balla Lompoa, salah satunya lewat kegiatan kebudayaan.

“Bisa melalui dari Sinrilik yang kita sudah saksikan tadi, begitu merdu di telinga kita. Mulai dari tari-tarian, mulai dari kegiatan kebudayaan, tempat ini bisa kita gunakan bersama ini, tapi tetap dengan aturan-aturan yang ada,” tegasnya.

Baca Juga : Dapatkan Kesempatan Raih Voucher Listrik dengan Beli Token Listrik di PLN Mobile

Sementara, Ketua AMSY sekaligus Founder Merial Institute, Arief Rosyid Hasan mengungkapkan, latar belakang pertemuan ini digelar karena keprihatinannya melihat banyaknya tokoh pemuda yang belum mengenal ke-tokohan Syekh Yusuf.

Termasuk, secara pemikiran dan sifat patriotismenya yang memberikan dampak luar biasa bagi Indonesia hingga dunia. Apalagi, semangat ini juga menjadi landasan awal dibentuknya AMSY pada 2025 lalu.

“Setelah melakukan ziarah ke makamnya di Cape Twon di 2028 lalu saya melihat meskipun Syekh Yusuf punya nama besar tapi banyak generasi muda kita yang mengenalnya hanya sekadar nama lapangan jogging, masjid, atau juga nama rumah sakit. Tidak banyak yang mendalami pemikirannya, dan apa yang telah diperjuangkan,” terangnya.

Baca Juga : Lindungi Generasi Muda dari Nikotin, Pemkot Makassar Perkuat Regulasi Pengendalian Tembakau

Kedepan melalui gerakan AMSY, pihaknya akan mendorong penguatan literasi terkait ke-tokohan Syekh Yusuf agar lebih massif. Bagaimana karakter Syekh Yusuf sebagai pribadi jujur, bagaimana dia tidak silau terhadap kekuasaan, bagaimana perlawanan terhadap kaum mustad’afin akan selalu dihadirkan. Termasuk juga pada kegiatan-kegiatan sosialnya.

“Kita akan membangun terus narasi-narasi yang positif bagaimana legasi Syekh Yusuf ini tadi tentang keilmuan, tentang sistem yang meritokratis, tentang perjuangan terhadap HAM. Jadi saya kira diskusi-diskusi seperti ini menjadi sangat fundamental dan itu yang akan terus kami suarakan sebagai kontekstualisasi dari apa yang sudah dilakukan oleh Syekh Yusuf Al-Makassari,” ungkapnya.

Redaksi Republiknews.co.id menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected] atau Whatsapp +62 813-455-28646